Jang Ja Yeon: “Saya Akan Balas Dendam, Bahkan Setelah Saya Mati!”

Jang_Ja_Yun_7758
Mendiang Jang Ja Yeon
TABLOIDBINTANG.COM -

DIBONGKARNYA dokumen-dokumen yang dipercaya milik bintang drama Korea, Jang Ja Yeon, membuat publik menuntut pemerintah Korea untuk membuka kembali pengusutan kasus kematiannya.

Sebagai respon dari desakan ini, Menteri Hukum Lee Kwi Nam menyatakan untuk segera mengambil tindakan.

Dalam rapat nasional, Senin (7/3) lalu, Lee menyatakan untuk mempertimbangkan kemungkinan dibukanya kembali kasus ini untuk investigasi lebih jauh.

Seberapa berat pelecehan yang dialami Jang Ja Yeon hingga melibatkan pihak kementerian dan perhatian dari masyarakat luas?

Jang Ja Yeon dikenal sebagai Park Seon-ja atau Sunny di serial Boys Over Flowers. Di Indonesia, serial ini tayang dengan judul Boys Before Flowers (BBF).

Maret 2009, dunia hiburan Korea sontak geger dengan penemuan jasad Jang Ja Yeon yang tergantung di rumahnya.

Tak ada luka lebam atau bekas kekerasan, pihak kepolisian menyatakan kematian Jang murni bunuh diri.

Dua tahun berlalu, kasus ini kembali hangat setelah stasiun televisi SBS menayangkan laporan khusus mengenai ditemukannya sejumlah dokumen yang dipercaya ditulis Jang kepada rekannya.

Dalam dokumen itu diketahui, Jang kerap mengalami tindak kekerasan dan pelecehan seksual dari sejumlah petinggi dunia hiburan.

Oleh manajemennya, Jang bahkan dipaksa melakukan hubungan seksual dengan para pengusaha dan petinggi media. Jang pun tak ragu menyebutkan nama-nama “pelanggan” yang menikmati tubuhnya semasa hidup.

Dalam salah satu surat yang diungkap SBS, Jang menuturkan apa yang dialaminya.

“Saya melayani 31 pria. Setiap kali saya ganti pakaian, saya harus melayani mereka,” tuturnya seperti yang dikutip laman Go Kpop, Selasa (8/3).

Jang merasa tak punya pilihan karena ia berada di bawah ancaman. Hingga di masa-masa kelam itu Jang harus melayani nafsu bejat para “pelanggan”-nya sebanyak total 100 kali.

Jang pun dipaksa menemani para pengusaha ini di sejumlah bar dan karaoke kelas atas, bahkan hingga ke lapangan golf.

Lebih mengejutkan, Jang bahkan harus absen dari acara peringatan kematian kedua orang tuanya demi memuaskan nafsu para klien.

Di salah satu surat, Jang nampak tak sanggup membendung kemarahannya dan menyebut pria-pria hidung belang itu sebagai “iblis”.

Jang bahkan berjanji untuk balas dendam saat dia telah tiada.

“Setiap kali saya punya baju baru, saya harus bertemu dengan iblis lainnya. Saya akan balas dendam, bahkan setelah saya mati!”

Kini pihak kepolisian setempat tengah berusaha untuk menyelesaikan kasus ini secepatnya dan segera membeberkan ke-31 petinggi yang menikmati layanan plus-plus dari Jang.

(rere/gur)