Egi John: Salah Saya Terlalu Memanjakan Dia

egi-jhon-bi1
Egi Jhon & Mantan Istri (Dok.Ist)
TABLOIDBINTANG.COM -

Sekitar bulan Mei 2012, Egi John dengan berat hati mengungkapkan keinginannya berpisah pada istrinya.

Keputusan ini membuat sang istri semakin berang. Kecemburuannya semakin meningkat. Sampai-sampai Citta kerap mendatangi lokasi syuting. Tak tahan, Egi meninggalkan rumah. Dua bulan mereka pisah rumah. “Sepertinya Citta belum bisa terima. Dia sering mendatangi Egi ke rumah kami, pukul 2 pagi. Pernah juga mengancam, katanya dia akan bunuh diri,” terang Rina.

Kemarahan, rasa tidak terima sepertinya menumpuk. Puncaknya meluap pada peristiwa penyiraman minyak goreng Juli lalu. “Saat itu kakak saya ingin melaporkan Citta ke polisi. Tapi saya bilang: Apa-apaan nih? Main polisi saja. Menurut kakak saya harus dilaporkan, karena  sudah kelewatan. Tapi saya enggak mau. Saya bilang, jangan lapor! Saya bisa atasi ini! Ini keluarga saya,” Egi menuturkan kembali. Dan Citta pun terselamatkan dari urusan polisi.

Pada 22 Juli, pulang dari dinas luar kota, Citta mendatangi Egi di rumah keluarganya. “Dia datang dengan orangtuanya untuk minta maaf. Saya maafkan. Tapi saya bilang, saya menceraikan dia. Saya menalak dia,” ungkap Egi. Perlu diketahui, tahun 2009 Egi menikahi Citta secara siri. Saat itu Egi yang masih berusia 21 tahun, bahkan tak tahu, bahwa proses pernikahan yang dilakukannya hanya secara agama.

“Citta janda, tapi surat cerainya belum keluar. Saya dan keluarga melarang keras Egi menikahi dia. Namun Egi bilang mencintai dia. Daripada zina, ya sudah dinikahkan (siri),” terang Rina, ibunda Egi. Citta tak bisa menerima dirinya ditalak. Setelah talak, kesempatan Egi bertemu Jaden semakin sulit. “Pada 5 Agustus, saya datang ke rumah Citta mau bertemu anak. Saya diusir oleh bapaknya Citta. Saya dibilang bukan bapaknya Jaden,” ucap Egi masih dengan ekspresi bingung.

“Tahu dari mana kalau kamu bapaknya (Jaden)? Siapa yang bilang kamu bapaknya?” hardik ayah Citta saat itu. Serta merta Egi bingung dengan kata-kata mertuanya ini. “Maksud Abah apa sih? Kok siapa yang bilang? Ini apaan sih, Bah? Abah laki-laki, saya juga laki-laki, Abah tahu saya bapaknya Jaden dari dulu, enggak usah ngomong yang aneh-aneh,” ucap Egi.

Tak lama, Jaden keluar karena mendengar suara daddy-nya. Jaden berlari menghampiri Egi, “Daddy. Daddy....” Egi langsung menyambut dengan pelukan.

Saat itu, Citta keluar dari dalam kamar. Setengah berteriak ke arah anaknya. “Jaden, no! Jangan dekat-dekat  Om Egi.” Hati Egi terpukul. Ia disebut “om” oleh Citta di hadapan anaknya sendiri. “Saya enggak mengerti apa maksud dia,” ucap Egi kepada kami. Egi masih menggendong Jaden.

Di antara momen itulah, Citta menancapkan gunting dua kali, satu kali hampir mengenai leher. Peristiwa inilah, yang membuat keluarga Egi tak ragu lagi melaporkan Citta ke polisi. Mengapa dirinya begitu diinjak-injak? Pertanyaan ini sempat tebersit dalam benak Egi. Pada akhirnya, ia hanya bisa menyalahkan diri sendiri.

“Salahnya, mungkin selama ini saya terlalu baik sama dia. Saya selalu memberikan apa yang dia minta. Dia menjadi manja.”

Lima Agustus 2012, itulah terakhir kali Egi melihat Jaden. Sampai hari ini, ia dpersulit mertuanya bertemu Jaden. “Sekarang saya hanya ingin bertemu anak saya. Saya selalu  mencoba bertemu, tapi enggak bisa,” ungkap Egi. Luka bakar dan tusukan gunting membuat Egi menjalani perawatan laser selama 4 bulan terakhir ini.

Dibantu obat-obatan yang lumayan beragam. Yang dikhawatirkan ibunya adalah kondisi Egi secara psikis. “Saya masih trauma. Kalau ada orang teriak-teriak sedikit saja, saya langsung parno. Rasanya aneh, kayak gimana gitu. Kalau mendengar suara anak kecil, rasanya langsung takut, sedih. Saya langsung kebayang Jaden,” akunya.

(val/adm)