Angelina Sondakh Divonis 4 Tahun 6 Bulan Penjara

angelina-sondakh-sampaikan-pembelaan-3-januari-2013--YUDHA-
Angelina Sondakh membacakan pledoi di sidang 3 Januari 2013 (Yudha Daru/BI)
TABLOIDBINTANG.COM -

KASUS hukum yang membelit Angelina Sondakh akhirnya mencapai final.

Majelis hakim pengadilan tindak pidana korupsi (Tipikor), menjatuhkan vonis kepada Puteri Indonesia 2001 itu karena terbukti bersalah pada kasus dugaan suap di Kementerian Pemuda dan Olahraga dan Kementerian Pendidikan Nasional.

Pada sidang yang berlangsung di Pengadilan Tipikor, Jl. HR Rasuna Said, Jakarta,Kamis (10/1) sore, wanita yang biasa disapa Angie itu divonis 4 tahun 6 bulan penjara oleh majelis hakim dan harus membayar denda sebesar Rp 250 juta.

"Menyatakan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara berlanjut," ujar Ketua Majelis Hakim Sudjatmiko membacakan vonis Angie.

"Menjatuhkan pidana oleh karena itu kepada terdakwa 4 tahun dan enam bulan dan denda Rp 250 juta. Apabila denda itu tidak dibayar diganti dengan kurungan 3 bulan," lajut hakim.

Hakim memberi kesempatan pada Angie selama 7 hari. Jika sampai tujuh hari tak ada jawaban, majelis hakim menegaskan bahwa yang bersangkutan menerima putusan tersebut.

Pada 20 Desember 2012 lalu, jaksa penuntut umum menuntut Angie dengan hukuman 12 tahun penjara dan denda Rp 500 juta karena uang di rekeningnya berjumlah Rp 35 miliar.

Hal itu dianggap tak realitis karena pendapatannya sebagai anggota DPR dan honorarium infotainment selama 2010 hanya sebesar Rp 792 juta.

Jika denda tidak dibayar, hukuman Angie ditambah 6 bulan penjara. Janda alhmarhum Adjie Massaid itu juga diwajibkan membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 12,58 miliar dan 2,35 juta dollar AS.

Dalam sidang pembelaannya (pledoi) yang berlangsung di tempat yang sama pada Kamis, 3 Januari 2013, Angie meminta majelis hakim meringankan hukumannya. Sebab, menurut Angie, fakta selama persidangan terbukti tak ada tanda bukti adanya aliran dana yang ditudahkan padanya.


(man/gur)