Katon Bagaskara-Ira Wibowo, Cinta Putih yang Pudar Setelah 17 Tahun

katon bagaskara,ira wibowo
Katon Bagaskara & Ira Wibowo (Foto:Dok.BI)
TABLOIDBINTANG.COM -

SENIN, 28 Oktober 1996, di Havenly Hills Resort, Kaliurang, Yogyakarta. Fotografer tabloid ini menjadi satu-satunya media yang dobolehkan meliput perhelatan sakral hari itu: pernikahan Katon Bagaskara-Ira Wibowo.

Tepat pukul 11.15 dibacakan peneguhan dan pemberkatan nikah.

Katon berucap: "Ira Wibowo, di hadapan Allah dan jemaat-Nya, aku menyatakan mengambilmu menjadi istriku, dan sebagai seorang suami yang setia dan takut akan Tuhan, aku berjanji akan mengasihimu pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, pada waktu sehat maupun sakit, sampai maut memisahkan."

Ira berucap: "Katon Bagaskara, di hadapan Allah dan jemaat-Nya, aku menyatakan mengambilmu menjadi suamiku, dan sebagai seorang istri yang setia dan takut akan Tuhan, aku berjanji akan mengasihimu pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, pada waktu sehat maupun sakit, sampai maut memisahkan."

Setelah pemberkatan, Katon kemudian menyematkan cincin kawin ke jari Ira.

Katon: "Ira Wibowo, kuberikan cincin ini sebagai tanda cinta kasih dan kesetiaanku padamu."

Ira: "Katon Bagaskara, kuberikan cincin ini sebagai tanda cinta kasih dan kesetiaanku padamu."

Setelah cincin pada masing-masing mempelai disematkan, Katon mencium Ira dengan mesra diiringi lagu ciptaannya, "Cinta Putih." Ira menangis terharu. Setelah berganti tempat duduk, dilakukan penandatanganan surat nikah gerejawi dan penyerahan alkitab. Resmi susdah Katon dan Ira menjadi suami-istri.

***

katon bagaskara ,ira wibowo

Tujuh belas tahun kemudian, setelah memiliki dua orang anak (Andhika Radya Bagaskara dan Mario Arya Bagaskara), dan kerap diwawancara ditanya oleh wartawan resep harmonis berumah tangga (termasuk Anda bisa membacanya di situs ini). Selasa, 18 Desember 2012, palu hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara memutus nasib perkawinan Katon dan Ira. Sebelumnya, Ira melayangkan gugatan cerai pada Katon, pada 25 September 2012, dan terdaftar dengan nomor perkara 399/Pdt. G/2012/PN Jakarta Utara.

Perceraian Katon dengan Ira terbilang mengejutkan. Selama bertahun-tahun pasangan ini selalu terlihat harmonis dan mesra. Kami lantas tertarik menengok perjalanan cinta mereka dan mendapati fakta menarik: perkenalan mereka sebagai pasangan kekasih dimulai dari lift kantor lama kami.

Baik Ira maupun Katon mengaku kantor Bintang Indonesia (waktu itu masih di Gedung Subentra, Jl. Gatot Subroto) menjadi tempat bersejarah.

Suatu hari, di bulan Oktober 1995, Ira bermaksud menemui salah seorang temannya yang berkantor di gedung Subentra sekaligus mengambil honor sebagai pembawa acara Cinema-Cinema. Tanpa dia tahu, pada saat bersamaan, Katon Bagaskara sedang menjalani sesi pemotretan dengan Bintang di lantai yang berbeda. Saat hendak pulang keduanya bertemu di lift. Sebagai sesama artis, Katon dan Ira mengaku kenal satu sama lain kendati belum pernah bersosialisasi. Pertemuan tak sengaja itu berlanjut melalui telepon dan lalu diteruskan dengan makan malam bersama.

"Saya masih ingat, makan malam pertama kami bersama Adi Kla dan Lia," kata Katon. Tapi waktu itu perasaan Katon masih biasa-biasa saja. Katon dan Ira mendapat berkah setelah dipinang rumah produksi Starvision untuk main bareng di sinetron berjudul Jalan Kehidupan, sebanyak 13 episode.
Katon dan Ira menjadikan lokasi syuting sinetron yang dibesut sutradara Acil Nasrun itu sebagai ajang pengenalan lebih dekat pada masing-masing.

Sekadar mengingatkan, di sinetron itu, Katon berperan sebagai Bram, adik seorang germo bernama Baron yang diperankan Rudy Wowor. Ira memerankan tokoh bernama Indri, anak orang yang jadi musuh besar Baron. Tapi perbedaan itu tak menghalangi cinta Bram dan Indri. Pun begitu dalam kehidupan nyata.

Sebagaimana diketahui saat bertemu dengan Ira, kakak kandung Nugie ini sudah memiliki seorang anak bernama Chika Putri Bagaskara buah pernikahannya dengan Monica Tri Mei Suciati, yang dinikahinya pada 18 April 1991, saat Katon berusia 25 tahun. Tapi pernikahan mantan pramugara Garuda dengan Chici yang juga berprofesi sebagai pramugari -- saat mereka bertemu -- berakhir di tengah jalan. Katon takjub lantaran dalam keadaan masih trauma, dia bertemu dengan seorang gadis yang bersedia menerima apa adanya. "Katon dan Chika ibarat satu paket. Tak mungkin saya menerima Katon tanpa Chika," kata Ira yakin. Katon juga heran dengan apa yang dialaminya.

"Nggak nyangka bisa jatuh cinta lagi. Padahal masih trauma," ujarnya terus terang. Jalinan cinta Katon dan Ira semakin disorot media massa begitu kabar pernikahan mulai terdengar. "Ada beberapa hal yang membuat saya mantap menikahinya. Salah satunya sifatnya yang keibuan dan kesediaannya menerima saya apa adanya," aku Katon. Sebaliknya, Ira yakin betul lantaran Katon menunjukkan diri sebagai ayah yang baik dan seorang laki-laki yang setia.

Bertahun-tahun kemudian cinta itu pudar. Mangapul Girsang, Humas PN Jakarta Utara, mengatakan penyebab utama perceraian Ira dan Katon adalah sudah tidak adanya kecocokan di antara mereka.

"Sudah tidak ada lagi kecocokan dan terjadi cekcok yang terus menerus sehingga tidak dapat diharapkan kerukunan lagi dalam rumah tangga yang bahagia," terang Mangapul pada wartawan.

Kami menyayangkannya dan mendoakan mereka mendapat kehidupan lebih baik pasca perceraian ini.

(ade/ade)