Kasus Kecelakaan Maut, Putra Hatta Rajasa Divonis 5 Bulan Penjara

Rasyid Rajasa SENo--
Rasyid Rajasa di ruang sidang (Seno/BI)
TABLOIDBINTANG.COM -

SIDANG kasus kecelakaan maut dengan terdakwa putra Menko Perekonomian Hatta Radjasa, M. Rasyid Amrullah Rajasa,Senin (25/3) siang ini bergenda putusan atau pembacaan vonis hakim.

Majelis hakim yang dipimpin J. Soeharjono, menyatakan, Rasyid bersalah dalam tragedi kecelakaan yang  terjadi, di ruas jalan tol Jagorawi, saat malam pergantian tahun 2012-2013 lalu.

"Mengadili dan menyatakan Muhamad Rasyid Amrullah Rajasa bersalah melakukan tindak pidana mengemudikan kendaraan bermotor yang karena kelalaiannya mengakibatkan kecelakaan lalu lintas yang menimbulkan korban luka berat yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia,' kata Ketua Majelis Hakim Suharjono.

Sebelumnya, Rasyid dituntut hukuman denda Rp 12 juta subsider kurungan 6 bulan. Dia terlibat kecelakaan dengan satu mobil lain dan mengakibatkan dua orang penumpang mobil tersebut meninggal dunia.

Rasyid dikenakan dakwaan primer pasal 310 ayat 4 subsider ayat 3 UU RI no 22 tahun 2009 mengenai kelalaian dalam mengemudi yang menyebabkan orang lain meninggal dunia dengan dakwaan kedua pasal 310 ayat 2 UU RI no 22 tahun 2009 mengenai kelalaian yang menyebabkan kecelakaan lalu lintas dengan korban luka ringan dan kerusakan kendaraan.

Sementara itu kuasa hukum Rasyid Rajasa, Ananta Budiartika, mengatakan tidak puas dengan keputusan majelis hakim. Banyak hal yang belum dijadikan pertimbangan oleh majelis hakim pada sidang putusan Rasyid Rajasa, di Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Senin (25/3).

"Contoh penyebab kematian langsung bukan Rasyid. Ada juga unsur kelalain dari pengguna mobil Luxio itu tidak dipertimbangkan oleh hakim," kata Ananta usai sidang.

Tim kuasa hukum selama 7 hari ke depan akan menunggu dan berunding kepada pihak keluarga Hatta Rajasa, sesuai waktu yang diberikan majelis hakim untuk melakukan banding atau tidak.

"Kita akan menunggu dan berunding dengan keluarga, untuk mengajukan  banding atau tidak," jelas Ananta.

(liam/gur)