Mantan Juru Kunci Beberkan Ritual Mistis Eyang Subur

Adi Bing Slamet dan korban eyang subur-SEN
Adi Bing Slamet dan para "korban" Eyang Subur (Seno Susanto/BintangOnline)
TABLOIDBINTANG.COM -

ADI Bing Slamet bersama puluhan orang yang mengaku sebagai korban Eyang Subur muncul di hadapan media, Senin (25/3) petang.

Di antara sekian banyak orang, yang paling menarik perhatian adalah keberadaan seorang pria paruh baya bernama Ujang.

Ujang pernah mendampingi Subur selama 23 tahun sebagai pelayan pribadi atau juru kunci. Bahkan Ujang sudah bekerja untuk Subur sejak dia masih berprofesi sebagai tukang jahit.

Di hadapan wartawan, Ujang menceritakan ritual-ritual yang kerap dilakukan oleh para tamu yang datang menghadap Subur. Ritual itu biasa dilakukan pada malam Rabu dan malam Jumat.

"Ada kopi pahit, kopi manis, dan air garam. Air garam diminum dan untuk cuci muka. Kopi manis dihabisin, kopi pahit juga dihabisin," tutur Ujang.

"Saya yang bikinin kopi dan air garam itu untuk tamu," imbuhnya.

Setelah mengkonsumsi tiga jenis minuman tadi, para pasien juga diwajibkan untuk mandi. Kapan pasien-pasien itu harus mandi, waktunya juga ditentukan oleh Subur.

"Mandinya tunggu perintah Eyang. Nanti sisa air mandinya dibuang di tempat-tempat yang ditunjuk Eyang," paparnya.

Menurut Ujang, kebanyakan tamu yang datang ke rumah Subur meminta dilancarkan segala urusan dan usahanya.

Ujang akhirnya memutuskan untuk keluar keluar dari rumah Subur pada 2009 lalu, karena semakin banyak merasakan ketidakberesan di tempat tersebut.

"Alhamdulillah saya dapat hidayah," ucapnya.

(ari/gur)