Tantangan Terberat Abimana Aryasatya Saat Syuting Laskar Pelangi 2: Edensor di Paris

abimana-edensor1
Abimana Aryasatya (Foto: Seno/BI)
TABLOIDBINTANG.COM -

JIKA ke bioskop sepanjang Desember dan menonton film Indonesia, Anda akan tahu betapa Abimana Aryasatya (31) sedang laris-larisnya.

Ada tiga film yang dibintanginya. 99 Cahaya Di Langit Eropa, Isyarat, dan Laskar Pelangi 2: Edensor. Dua dari tiga film itu menerbangkan Abimana ke Eropa. Aktor kelahiran 24 Oktober ini berbagi pengalaman selama syuting di Prancis.

Keterlibatan Abimana dalam Edensor sebenarnya faktor kebetulan. Setelah syuting Sang Pialang, bintang Catatan Harian Si Boy ini berkunjung ke rumah sutradara Putrama Tuta. Ndilalah, di sana ada Salman Aristo. Baru tiba di rumah Tuta, Abimana diminta kasting. Aktingnya direkam menggunakan iPhone. Hasil kasting dikirim ke Mizan Production. Abimana diterima.

"Lalu proyek berpindah tangan dari Tuta ke Benni Setiawan. Jedanya lumayan lama. Saya syuting Belenggu, Sang Pialang, Coboy Junior The Movie, dan mengalami cedera kaki. Sepekan setelah Bintang mewawancara saya untuk rubrik Fotomorfosis, ada kabar resmi syuting ke Eropa," kenangnya.

Bersamaan dengan itu, terdengar kabar Falcon Pictures bergabung untuk memproduksi film ini. Sebelum perpindahan tangan terjadi, Abimana dan Tuta menjalani reading satu bulan bersama Lukman Sardi. Setelah itu, skenario berubah. Benni menulis ulang naskahnya. Waktu reading lumayan sempit. Apalagi Lukman harus berbagi waktu untuk syuting Soekarno.

Tantangan berat syuting Edensor, kendala bahasa. Bahwa bahasa Prancis itu salah satu bahasa tersusah di dunia, itu dibenarkan Abimana. Beruntung, Edensor mengisahkan Arai yang baru mendarat di Paris. Kemampuan berbahasa Prancis Arai belum terlalu fasih. Dalam film, dikisahkan Arai lebih banyak bergaul dengan orang Indonesia yang tinggal di sana. Itu pun menguntungkan Abimana.

"Selama syuting, mereka selalu menertawakan saya ketika berbahasa Prancis. Lidah Indonesia, kalau tidak bisa melafalkan huruf 'r' dengan benar, dibilang cadel. Tapi di Perancis, mengucapkan huruf 'r' yang benar itu harus cadel," urai nomine Pemeran Utama Pria Terbaik FFI 2013 dalam Belenggu.

(wyn/adm)