Pesantren & Rock N' Roll, Are You Reaaddddyyyy… Mas Bro

Pesantren--Rock-n-Roll-hono
Pesantren & Rock n' Roll (Hono/BI)
TABLOIDBINTANG.COM -

NABILA Syakieb (25) kesepian. Adik yang disayanginya, Ali Syakieb (23), sudah satu bulan lebih tidak pulang ke rumah. Nabila kangen candaan dan keseruan Ali. Untunglah, komunikasi tetap lancar.

Senasib dengan Ali, Aulia Sarah juga sudah sebulan lebih tidak pulang ke rumah. Tidak kumpul bareng teman-teman juga.

“Kangen rumah, tapi mau bagaimana lagi. Harus syuting,” ceplos Aulia.

Sedangkan Ramzi menyempatkan pulang ke Jakarta, minimal dua hari sekali. Namun, Ramzi tidak bisa berlama-lama bersama keluarganya.

Masih ada Rifat Sungkar, Wawan Wanizar, Roy, Tatang, dan lainnya. Tidak pulang-pulang. Sudah kayak Bang Toyib saja, hehehe.

Mereka semua sedang syuting sinetron stripping Pesantren & Rock n’ Roll (PDRR).

Karena jauhnya jarak Jakarta dan lokasi syuting di Desa Ciherang, Cipanas, Cianjur, mereka harus menginap. Bayangkan saja kalau setiap hari bolak-balik. Apalagi lalu lintas di kawasan Puncak tidak bisa ditebak. Kadang hari ini lengang, akhir pekan bisa macet berjam-jam.

Di lokasi, mereka diberi penginapan yang layak. “Enggak jauh dari sini kok. Cuma lima menit,” tutur Aulia.

Kru pun tidak ada yang pulang. Tak heran suasana kekeluargaan terasa di lokasi syuting. Saatnya rehat syuting, mereka makan dan shalat bersama.

Kerja keras dan pengorbanan mereka selama syuting PDRR terbayar lunas dengan perolehan rating. Di minggu pertama tayang, PDRR langsung menggebrak dengan menempati posisi sepuluh besar.

Sukses itu berlanjut di mingggu kedua, ketiga, dan keempat sekarang. PDRR merangsek ke posisi lima besar. Bahkan tiga besar. Salip-menyalip dengan Putri Yang Ditukar, Islam KTP, Nada Cinta, dan Ketika Cinta Bertasbih.

Padahal PDRR minus pemain yang disebut orang sebagai artis papan atas. Ramzi, misalnya, meski sudah banyak makan asam garam di dunia akting, tetap sederhana.

Di sisi lain, pengkarakteran tokoh sangat kuat. Sebut saja tokoh Wahyu Subuh (Ali). Cowok yang datang dari kota ke pesantren. Gayanya selengekan. Pendidikannya berantakan. Yang di otaknya hanya ngeband.

Dengan muka yang agak tengil minta ditampar, ditambah tubuhnya yang atletis dan dibalut jaket kulit hitam, celana jins pensil hitam, bikin dia kelihatan cool banget! Wanita berjilbab seperti Nada (Aulia) saja dibuat kesengsem.

Tokoh lain yang membetot perhatian di sini adalah Najib Maghrib (Ramzi). Di setiap adegan, selalu diselipkan dialog-dialog nyeleneh, yang bisa bikin kita tertawa terpingkal-pingkal. Apalagi belakangan muncul Lia Waode, menjadi TKI dari Malaysia. Semua tingkah polahnya mengocok perut.

Ramzi dan Lia memang jagoannya. Mereka tidak usah bicara. Mimik mereka saja sudah lucu. Apalagi kalau Najib sudah dipertemukan dengan dua sohibnya, Rohim Isya dan Fuad Dzuhur. Keluarlah “Mas Bro”, yang sekarang jadi tren. Unik, karena kita bakal dibawa dari alur drama secara cepat ke komedi.

Lain cerita kalau Najib bertemu Wahyu. Yang ada ribut melulu. Sering kali Najib berusaha mengerjai, bahkan memfitnah Wahyu. Penyebabnya, apa lagi kalau bukan karena Najib terbakar api cemburu melihat kedekatan Wahyu dan Nada. Padahal belum ada hubungan apa-apa.

“Najib berprasangka kalau Wahyu akan merebut Nada darinya. Makanya dia cari masalah melulu dengan Wahyu,” Ali menerangkan.

Syuting PDRR sekitar belasan km dari kawasan Puncak, pemandangannya oke, suasananya tenang, dan hawanya sejuk.

Kalau malam, dinginnya menusuk tulang. Lokasi ini juga pernah digunakan untuk syuting film Perempuan Berkalung Sorban yang dibintangi Revalina S Temat. Mungkin bagi sebagian kecil masyarakat, syuting PDRR membawa berkah.

Jelang sore masyarakat sekitar berjualan gado-gado, gorengan, bubur, kopi, bajigur, dan lainnya. Praktis, kru-kru atau pemain yang perutnya sudah keroncongan, jajan di situ.

Mereka juga sangat antusias menonton dari dekat jalannya syuting, sampai minta foto bareng pemain-pemainnya. Pulang ke rumah, bawa oleh-oleh foto bareng artis.

(ind/gur)