Rudy Choirudin: Ingin Menjadi Kiblat Masakan Nusantara

rudi-Choirudin-markuat
Rudy Choirudin (Markuat/BI)
TABLOIDBINTANG.COM -

ACARA kuliner menjadi salah satu konten TV menonjol dalam beberapa tahun belakangan. Hampir semua stasiun TV berlomba-lomba membuat program acara kuliner, baik acara masak-memasak, jalan-jalan sambil menikmati kuliner daerah tertentu, hingga informasi dan rekomendasi tempat makan.

Bicara soal acara kuliner, program masak-memasak bentuk acar kuliner paling lama dan bertahan hingga kini. Siapa sosok di balik dunia kuliner yang eksis selama 2 dekade? Rasanya Rudy Choirudin belum ada tandingan.

Pada tahun ‘90-an, Sabtu pagi, RCTI pasti jadi tontonan wajib ibu-ibu dan remaja putri. Siapa yang tak tahu acara Selera Nusantara? Acara yang kemudian berubah judul menjadi Resep Oke Rudy ini dipandunya belasan tahun. Dari situ, ratusan bahkan ribuan resep masakan dihasilkannya. Di luar acara televisi, kiprah Rudy di dunia masak-memasak pun tak bisa dikecilkan.

Selain aktif dalam acara-acara demo masak, ia juga melahirkan beberapa buku resep, di antaranya Resep Praktis Dengan Bumbu Dasar Merah (2001), Hidangan Nusantara (2000), Cake Cantik dalam Plastik Mika (2004), Seri Mini Layer Cake: Fruit (2007), dan Seri Mini Layer Cake: Cheese (2007).

Rudy juga pernah menjadi manajer di Java Garden Restaurant (1988-1990), staf pengajar Lembaga Kuliner Indonesia (1990-1991), pembawa acara di salah satu radio wanita di Jakarta (1991-1994), dan staf khusus untuk redaksi masakan majalah Kartini (1988-1995). Saat ini, ia memandu acara masak-memasak Foody With Rudy di ANTV yang sudah tayang selama 5 tahun.

Dunia kuliner dan masak-memasak sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari hidup putra ke-6 pasangan (almarhum) R Soedakso-(almarhumah) RA Sabariah ini. Ketertarikannya pada dunia masak muncul sejak kecil.

“Usia 6 tahun, saya sudah bisa masak nasi goreng, lho!” beri tahunya.

Sekarang, acara kuliner makin semarak, jenisnya beragam, dan muncul tokoh-tokoh baru di dunia kuliner, tapi Rudy Choirudin tak kehilangan jati diri. Resep masakan Nusantara tetap menjadi ciri khas, meski ia tak menutup diri dengan masuknya resep-resep impor. Apalagi terkadang ia harus memenuhi permintaan iklan dan sponsor. Karenanya, improvisasi dan penyesuaian terus dilakukan.

“Acara saya yang sekarang memang tidak bisa mutlak masakan daerah, tapi saya tidak mau figur saya sebagai pemerhati masakan Indonesia hilang. Meski masak masakan luar, saya akan tetap memadukan dengan resep tradisional, misalnya saat saya buat risol ragout, tapi saya buat ragoutnya dari kari,” urainya.

Dua puluh tahun lebih berkecimpung di dunia masakan Nusantara, Rudy ingin acaranya tak hanya menjadi hiburan semata, tapi menjadi sarana memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia lewat masakan-masakan Nusantara.

“Saya ingin mengabdikan diri dan menjadi kiblat untuk masakan Nusantara,” ucapnya.

Usia karier dan eksistensi Rudy Choirudin di dunia kuliner Indonesia seiring dengan perjalanan tabloid ini, selama dua dekade. Selama itu pula gaya memasak santai, menghibur, dan mendidik dipertahankan pria kelahiran 28 Oktober 1964 ini.

“Banyak yang bilang, gaya saya tidak kaku dan diselingi sedikit atraksi. Saya menyebut gaya itu cooking entertain,” bilangnya. Berkat gaya memasak dan membawa acara masaknya itu, Rudy pernah masuk dalam jajaran 10 pembawa acara masak terbaik dunia.

Tema keep shining keep smiling yang kami usung di edisi spesial ulang tahun kali ini klop dengan sosok Rudy. Senyum dan tawa ringan Rudy saat berinteraksi dengan penonton dan bintang tamu jadi salah satu ciri khasnya.

“Tak ada resep khusus untuk senyum saya. Yang pasti saya berusaha menjauhkan pikiran dari negative thinking. Seburuk apa pun kejadian yang menimpa saya, berusaha legawa saja. Lagi pula, saat tertawa tubuh kita akan mengeluarkan hormon endorfin yang baik untuk elastisitas kulit,” ungkap lulusan Akademi Pawirisata Trisakti ini.

Hmm, pantas sejak dulu sampai sekarang wajah Rudy tak banyak berubah. Awet muda!

(riz/gur)