Piyu: Jangan Panggil Saya Piyu "Padi" Lagi

PIYU-PADI
TABLOIDBINTANG.COM -

“JANGAN kait-kaitkan saya lagi dengan grup band Padi.” Sekilas terdengar sadis ketika kata-kata itu keluar dari Satrio Yudi Wahono alias Piyu (38) -- gitaris sekaligus pendiri grup band legendaris ini.

Di akhir’90-an hingga awal 2000, semua lagu Padi selalu menjadi hits. Siapa yang tidak mengenal band yang digawangi Fadly (vokal), Piyu (gitar), Ari (gitar), Rindra (bas), dan Yoyok (drum). Kini rasanya hampir seperti hidup segan, mati tak mau.

Singel terakhir mereka, “Terbakar Cemburu”, pun seperti tak bergaung. Hanya kabar tertangkapnya Yoyok lantaran narkoba yang meluap di awal tahun ini. Antara kehilangan tantangan dan sibuk sendiri-sendiri, Padi memilih vakum untuk waktu yang tak terbatas.

Bahkan Piyu sendiri mengaku, tidak tahu harus bagaimana lagi dengan Padi. Tentang nasib rekan sebandnya, Yoyok, ia juga tidak tahu.

“Menjenguk, ya menjenguk. Terakhir 3 minggu lalu. Dia masih baik-baik saja. Nasibnya nanti bagaimana, bahkan nasib Padi bagaimana, saya enggak tahu. Saya sedang tidak konsentrasi ke sana, saya berkonsentrasi ke karier solo,” ungkap Piyu.

Tidak hanya sebagai gitaris. Di bawah label yang dibangun bersama istrinya, E-Motion, tahun ini Piyu ingin meneguhkan identitasnya sebagai produser, pemain gitar, pencipta lagu, juga penyanyi.

Tidak ada lagi embel-embel Padi di belakang namanya, seperti yang tertulis hampir 14 tahun belakangan ini di setiap artikel, sampul album, atau poster. “Kali ini saya ingin mengklaim, bahwa saya adalah Piyu, bukan Piyu anggota band Padi yang lagi ingin pindah ke jalur solo. Bukan. Ini saya yang sekarang. Jadi jangan panggil saya Piyu 'Padi' lagi. Hanya Piyu. Sebagai penyanyi, produser, pencipta lagu, pemain musik. That's it,” tandas Piyu, yang dalam waktui dekat akan merilis album solo.

Bahwa Piyu sudah menelurkan band-band seperti Drive, penyanyi wanita seperti Titi Kamal. Seperti itulah Piyu ingin dikenal saat ini.

“Tapi setelah saya jadi produser, masih saja ada orang bertanya: Mas, Padinya kapan keluar? Tetap saja  bertanya. Padahal saya sudah menghasilkan banyak band lain. Saya ingin masyarakat mengerti, sekarang ini saya Piyu. Jangan dikait-kaitkan lagi dengan Padi,” ungkap suami Anastasia Florina Limasnax ini.

Bukannya sadis. Menurutnya, ini kenyataan. Bahwa hidup terus berjalan. Tidak bisa terpaku di satu titik, sementara yang namanya kebutuhan hidup terus ada, hari demi harinya.

“Bukan berarti saya cuek atau hubungan kami (para personel Padi-red) tidak harmonis. Mereka juga punya kesibukan masing-masing. Kan saya juga tidak mengikuti detail satu per satu. Kalau sekarang Padi minta dibuatkan lagu, juga saya akan buatkan,” ucap Piyu.

Peneguhan identitas baru ini didukung pula sang istri. Selaku managing director E-motion, wanita yang akrab dipanggil Flo ini turun tangan langsung dalam setiap album yang digarap Piyu secara profesional.

“Masukan Flo yang paling konyol, dia meminta, dalam singel pertama ini saya menyanyi,” ujarnya. Lumayan senyum-senyum juga mendengar ide istrinya itu. Bukannya tidak bisa menyanyi, selama belasan tahun terbiasa bermain gitar di panggung.

“Lalu saya pikir-pikir, dulu waktu kecil saya juga suka menyanyi. Saya pikir bakat saya menyanyi, namun memang berkembang jadi main gitar. Pastilah saya bisa. Menyanyi bukan suatu hal yang harus dipikirkan. Suara tidak harus seperti diva. Yang penting bisa laku. Musik itu enggak bisa dipatok-patokkan. Musik jazz itu ribet, punya orang kelas atas, musik Melayu itu enggak masuk hitungan. Enggak bisa begitu. Buktinya Melayu malah ngehit, kan? Demikian gitaris bukan berarti enggak bisa jadi penyanyi. Music is just music. Orang mau bilang Piyu enggak bisa nyanyi, enggak apa-apa. Saya yang penting sudah mengekspresikannya,” urai ayah Anastasia Mikaela dan Aryanna Noella Satriyo ini.

Album solo Piyu ini bakal diramaikan vokalis-vokalis beken seperti Anji “Drive”, Tantri “Kotak”, Ina Kamarie, yang akan berduet dengan Piyu. Satu yang sudah diperdengarkan di televisi dan radio,  Piyu featuring Anji dalam “Ternyata Cinta”.

“Semuanya ide saya dan Flo. Dia memberi masukan. Saya membuat lagunya, lalu masukan dia saya pikirkan, cocok enggak kalau lagu ini dinyanyikan si A. Kami profesional banget. Sampai masalah hitungan-hitungannya Flo ketat banget.”

Memiliki usaha sendiri bersama istri, bagi Piyu suatu hal yang menyenangkan. Memang dibutuhkan ekstra kerja keras, tapi lebih nyaman, bangga, enggak perlu wajib lapor jam 9 pagi di kantor, enggak diburu-buru membuat album.

“Enak lah enggak kerja untuk orang. Hidup saya enak banget. Saya bersyukur. Kerja sama bareng istri enggak susah, kok. Semua bisa diatur. Masalah adu argumen itu proses dan pendewasaan diri. Enggak enaknya itu, kami jadi sering meninggalkan anak-anak, hahaha,” selorohnya.

Maka, saat ini mereka mulai membagi waktu. “Saat istri saya sedang rapat di sana-sini, saya di rumah, kerja sambil menemani anak-anak. Saat saya lagi tur, ya ganti dia yang di rumah. Fleksibel lah. Anak-anak juga sudah mulai belajar, apa saja sih pekerjaan bapak-ibu mereka ini, buat apa kami bekerja. Jadi tidak terlalu rewel,” pungkas Piyu.

(val/gur)