Parto: Ngebanyol di layar Kaca, Family Man di Ruang Keluarga

parto-dan-keluarga-dok.pri
Parto dan keluarga (dok.pribadi)
TABLOIDBINTANG.COM -

BOLEH dibilang, pelawak pertengahan ‘90-an yang hingga kini masih eksis adalah Parto. Pemilik nama asli Eddy Supono ini masih setia di jalur komedi meski teman-teman satu grupnya, Patrio, sudah menginjakkan kaki di bidang lain. Eko terjun ke dunia politik sementara Akrie mulai konsentrasi ke bidang keagamaan.

Parto kini menjadi tokoh senior di dunia lawak. Walau usianya sudah menginjak 50 tahun, Parto tidak kehabisan akal mengocok perut pemirsa. Lihat saja peran sentral Parto di Opera Van Java. Ia sukses melekatkan citra lucu di benak penonton.

Istri Parto, Dina Risty (32), membagi kisah rumah tangga yang ia jalin bersama sang komedian selama sepuluh tahun terakhir. Kalau saat ini Parto setia menghibur pemirsa saban jelang sahur, ada yang harus ia korbankan.

“Sudah sembilan tahun aku sahur sendirian,” celetuk Dina.

Maklum, setiap Ramadan ada saja tawaran pekerjaan yang tidak bisa ditolak Parto.

Dina, yang dulu dikenal masyarakat lewat sinetron Oke-Oke Bos sudah lama memutuskan tak lagi berkarier di layar kaca. Biarlah sang suami yang muncul di TV, begitu bilang Dina. Kini ia punya kesibukan baru sebagai penata rias. Bintang sering menggunakan jasa Dina merias artis yang datang ke studio kami.

“Aku belajar  makeup dari teman. Istilahnya sambil menyelam minum air, hobi sekaligus berkarier,” celetuk Dina.

Usai merias seorang artis belum lama ini, kami mengobrol cukup panjang dengan Dina. Kata Dina, kalau di layar kaca sang suami yang lahir 17 April 1961 itu rajin ngebanyol, di rumah keadaannya berbeda. Ketika masuk pintu depan, Parto melepaskan baju komedian dan menjadi family man.

“Kalau di rumah dia bapak yang bijaksana, tegas dan pengertian,” Dina memuji sang suami. 

Di rumah, Parto senang bermain dengan dua anaknya, Amanda Caesa Addiva (8) dan Fiorelly Xavier Addiva (4) hasil pernikahannya dengan Dina.

“Pada intinya, dia itu senang main dengan anak-anak. Kalau pergi maunya sama anak-anak, bisa diblang dia lebih suka pergi komplet bareng anak-anak kayak rombongan sirkus ketimbang pergi berdua sama aku,” ceplos Dina. Lokasi jalan-jalan, biasanya Dina yang menentukan.

“Mas Parto tipe lelaki yang perhatian, tapi enggak tahu cara menunjukkannya. Jadi kalau aku minta jalan-jalan ke mana pun, demi menyenangkan anak-anak dia mau,” Dina menimpali.

Pernah sekali waktu Dina ingin berlibur berduaan dengan Parto. Mereka terbang ke Bali.

“Pas mau boarding di bandara, dia bilang: ‘Coba bawa anak-anak ya.’ Dia itu kepikiran anak-anak terus. Padahal, kalau bawa anak-anak sama saja kayak pindahan. Kerjanya mengasuh anak-anak terus, enggak ada jalan-jalannya,” Dina bercerita.

Maklum, ke mana pun pergi, Parto mengajak serta anak beserta menantu buah pernikahan dengan istri pertamanya, Ida Murwani. Totalnya delapan orang.

“Mas Parto itu ingin adil dalam membagi kasih sayang. Bahkan, sampai cucunya pun dia ajak. Enggak percaya kan kalau Mas Parto sudah punya satu cucu, hehehe,” celetuk Dina.

Inilah cara Parto membina keharmonisan rumah tangga.

Liburan Lebaran ke Hongkong

Ke mana Parto dan keluarga di Hari Raya Lebaran? Kalau selebriti lain menjawab pulang kampung, tidak dengan Parto.

“Kami tidak punya kampung. Paling salat Id, lalu ke rumah mertua di Bogor. Hari kedua sudah jalan-jalan,” beber Dina.

Kerja tak kenal waktu harus dibalas dengan kesenangan, Parto termasuk ayah yang royal mengajak keluarga jalan-jalan.

“Biasanya kalau libur Lebaran kami liburan ke luar negeri. Tahun ini rencananya mau liburan ke Hongkong,” bilang Dina. Selain memanjakan anak-anak, berlibur ke luar negeri termasuk cara Parto menjalin kekompakan dengan istri dalam hal mengurus anak.

Kalau di rumah, ada pembantu yang siap mengurusi ini itu, tapi tidak mungkin mengajak pembantu ke luar negeri.

“Jadi kami berbagi tugas,” sebut Dina. Urusan memandikan, memberi makan anak, sampai mengantar anak buang hajat, dipercayakan ke Dina.

Nah, kalau bagian Parto?

“Dia bagian mengajak main anak-anak saja,” ceplos Dina.

“Jadinya masih lebih capek aku,” lanjut Dina.

Dalam kehidupan rumah tangga pastilah ada dukanya. Rumah tangga Dina-Parto juga melewati masa-masa itu. Setiap kali masalah terlewati, semakin kuat cinta mereka.

Namun, Dina mengaku kalau ada masalah dengan Parto dan berujung konflik, jarang sekali sampai cekcok atau adu mulut.

Inilah satu keunikan rumah tangga Parto-Dina.

“Mas Parto sosok yang pendiam. Kalau dia marah ya dia diam,” Dina menjelaskan.

Dina hapal betul tabiat sang suami. Kalau saling kesal, keduanya menghilangkan amarah dengan cara keluar sebentar dari rumah.

“Kalau mas Parto sedang marah, suka pergi ke hotel. Lucunya, hotelnya selalu yang itu. Jadi kalau dia menghilang, tinggal di cek saja ke hotelnya, ada mas Parto atau enggak, hehehe,” ujar Dina.

Lain lagi kalau Dina yang sedang kesal.

“Giliran saya yang kesal, saya keluar rumah, main  ke rumah teman atau belanja. Biasalah, marah jadi lupa kalau sudah belanja,” kata Dina sambil tertawa.

(jul/gur)