Gita KDI: Alangkah Senangnya Punya Suami yang Bisa Membawa ke Surga

Gita dan Ihwan (dok.pribadi)
TABLOIDBINTANG.COM -

Jodoh tak bisa ditebak kapan datangnya dan dengan cara bagaimana. Ada orang yang mencari jodoh ke negeri tetangga, tapi justru datang dari rumah tetangga. Contohnya Gitalis Dwi Natarina atau lebih dikenal Gita KDI.

Selama bertahun-tahun Gita menanti jodoh, ternyata ketemunya Ihwan Agus Salim, seorang pengusaha travel asal Tasikmalaya, yang bertetangga dengan kampung halamannya, Garut. Keduanya menikah pada 8 Maret lalu di Garut.

“Waktu itu bulan Oktober tahun lalu ada acara penggalangan dana untuk gempa Tasikmalaya. Dia yang bikin acara, saya bintang tamunya. Awalnya kami biasa saja. Setelah itu kami jadi sering komunikasi. Apalagi dia menawarkan saya jadi ikon travel umrahnya. Dari situ mulai dekat,” cerita Gita kelahiran Garut, 10 Oktober 1985 ini.

Ihwan sepertinya tahu betul bagaimana menaklukkan hati Gita. Pelan-pelan dia mendekati keluarga Gita, sampai akhirnya bisa menyatu. Gita sendiri kaget.

“Dekatnya sih sama keluarga, bukan sama saya. Keluarga senang lihat dia dewasa. Ya, sama-sama orang Sunda. Dari segi usia katanya juga sudah matang,” kata Gita.

Proses Gita menemukan kecocokan dengan Ihwan bisa dibilang cepat. Hanya tiga bulan setelah kenal. Itu pun tanpa pacaran.

"Cuma cari tahu dia orangnya kayak apa. Setelah merasa cocok barulah merencanakan pernikahan,” Gita meyakinkan.

Kok cepat amat, ya? Jangan-jangan Gita mau menerima dia semata-mata karena materi? Dia menilai, Ihwan berbeda dari laki-laki kebanyakan yang berusaha mendekatinya.

“Biasanya kan mereka datang ke saya pasti menyodorkan uang, tanpa memperhatikan kepribadiannya. Ya, artis kan rata-rata mau kalau sama uang. Tapi, pas Gita melihat orang ini, dia baik, sederhana, cerdas dan sopan. Pertimbangan materi, tetap ada. Namanya juga manusia. Lebih tertarik lagi pas dia ceramah di rumah," lanjut Gita.

Dalam hati Gita sampai berkata, ‘Ya Allah alangkah senangnya punya suami yang soleh dan bisa membawa ke surga,’” ungkap Gita yang pernah beberapa kali menjuarai lomba Musabaqoh Tilawatil Qur'an (MTQ) serta berbagai festival dangdut ini.

Perempuan mana yang menolak kalau disodorkan laki-laki macam itu.

“Saya lihat dia juga matang. Itu yang paling membedakan dia dari cowok-cowok yang pernah saya kenal,” Gita tak habis-habisnya memuji Ihwan.

Ada kabar Ihwan itu seorang duda. Namun, Gita enggan membuka. Dia hanya menyiratkan, “Sebenarnya sih saya pengin yang bujangan. Cuma bujangan sekarang bukan jaminan. Jadi bagi saya (duda) itu bukan aib.“

Setelah sama-sama yakin dan mantap, Gita akhirnya dipersunting Ihwan dengan mahar berupa emas 717 gram dan uang tunai sebesar Rp 71.000.700.

“Nikahnya benar-benar dibikin spesial biar masyarakat bisa menikmati. Namanya juga di kampung,” kata dia sembari menyebutkan nama Ikke Nurjanah dan teman-teman KDI datang ke resepsinya.

Kebahagiaan luar biasa dirasakan Gita setelah menikah. Hidup jadi lebih nikmat.

“Alhamdulillah benar-benar beda banget. Selama ini saya kan mandiri, sekarang ada yang mijiti, suapin, dan lainnya. Senang banget euy, hehehe,” bilang Gita dengan nada bahagia.

Lantas, bagaimana dengan kelangsungan karier Gita? Biar dangdut sedang lesu, tawaran-tawaran manggung, terutama di daerah-daerah, masih banyak.

“Dia bilang kalau saya masih senang nyanyi, silakan. Akan tetap kalau terlalu jauh, kalau bisa janganlah,” Gita menirukan pesan sang suami.

“Masalah baju dia lebih ketat lagi sih. Sebelum saya pakai dilihat dulu sama dia. Benar-benar dia bertanggungjawab lahir batin dan dunia akhirat. Hal-hal kecil saya dia perhatikan agar tak melenceng. Alhamdulillah saya bahagia sekali,” sambung dia manja.

Sudah hamil Git?

“Belum. Aa sih pengin cepat, tapi saya capek. Harusnya kan kalau memang program punya anak, saya enggak boleh capek,” tandas dia sembari menambahkan sampai sekarang belum menempati rumah yang dibeli bersama di Sentul lantaran masih harus bolak-balik Garut-Bandung-Jakarta.

“Saya kan masih kuliah di IKIP Bandung. Insya Allah 2010 ini selesai,” cetus dia.

(ind/gur)