Cerita Ingrid Kansil soal Putrinya yang Beranjak Remaja

inggrid-kansil-dan-anak
TABLOIDBINTANG.COM -

Ingrid Kansil (38), anggota DPR dari Partai Demokrat yang juga istri Menteri Koperasi dan UKM Dr Syarifuddin Hasan, MM MBA, sangat peduli perkembangan putri semata wayangnya.

Bagaiamana Ingrid mencurahkan kasih sayangnya kepada Ziankha Amorrette Fatimah Syarief (11), anak semata wayangnya? “Setiap hari, minimal -- tak boleh kurang -- bertemu selama 5 jam dengan Zian. Begitu hari libur seperti Sabtu dan Minggu kami manfaatkan semaksimal mungkin. Biasanya saya mengajak Zian ikut mendampingi Papanya melakukan kunjungan kerja ke daerah-daerah. Itu bagus buat perkembangan jiwa dan wawasannya. Jangan hanya liburan ke luar negeri. Dengan melihat daerah-daerah di pelosok tanah air, Zian akan makin mencintai negerinya,” ungkap wanita kelahiran 9 November 1974 ini.  

Melihat pertumbuhan Zian yang beranjak remaja, Ingrid memosisikan diri sebagai sahabat. Ingrid tak mau anaknya tidak terbuka dengan dirinya. Momen itu biasanya saat liburan. Ingrid bersama suami dan Zian mengobrol di atas kasur sambil bersantai. “Saya suka bertanya tentang teman-temannya. Kebetulan dia juga sudah mulai suka lawan jenis. Untuk menjelaskan masalah seks, papanya yang menjelaskan panjang lebar,” tukas Ingrid. “Zian suka mengajak teman-temannya menginap di rumah. Kami bikin gathering di rumah,” sambung Ingrid.

Sejak awal, Ingrid sangat menekankan perihal disiplin. Selain memberikan gizi seimbang, ia berusaha menjadwalkan kegiatan. Misalnya jam berapa harus bangun untuk minum susu, ngemil atau sarapan. Semua sudah ada jadwal yang pasti, termasuk jenis makanan dan waktunya. “Dari sejak Zian kecil saya yang mengontrol langsung. Kapan dia harus makan atau minum susu. Buah yang boleh dimakan apa saja. Jadi pertumbuhan gizinya jelas jadi prioritas saya.”

Masih soal gizi, Ingrid berusaha menjauhkan pengawet dan MSG. “Dari  dulu sudah mengurangi MSG,  pokoknya tak berlebihan. Dia sudah terbiasa mengonsumsi sayuran. Saya juga perhatikan soal pertumbuhan tulangnya. Junk food kami hindari, paling pas akhir pekan atau sebulan dua kali,” tandas Ingrid. Seiring pertumbuhan usia, jenis makanan berbeda, aktivitasnya juga berbeda. Di samping itu dia  harus melakukan aktivitas fisik, lebih banyak bergerak. Tak boleh berada dalam ayunan terus.

Bukan hanya pola asuh dan perhatian di rumah, Ingrid juga merasa perlu menyediakan pendidikan terbaik bagi putrinya. “Kami sudah mulai memikirkan pendidikan. Jelas kami berikan pendidikan yang terbaik buat anak,” tegas Ingrid.   

(guh/yb)