Sule: Penghasilan Saya Rp 3 Miliar Per Bulan”

SULE-hono-2
Sule (Hono/BI)
TABLOIDBINTANG.COM -

SIAPA pelawak paling produktif saat ini? Kami tidak akan ragu menyebut Sule.

Siapa yang tidak kenal pria yang bernama asli Entis Sutisna ini. Setiap hari Sule muncul di Trans7 lewat OVJ. Belum lagi nongol di acara Pas Mantab dan Opera Anak. Tidak heran beberapa media melansir, Sule pelawak termahal saat ini dengan pendapatan mencapai 1 miliar per bulan.

“Saya sih menanggapinya alhamdulillah saja. Tapi, siapa bilang penghasilan saya 1 miliar? Tiga miliar kok,” seru Sule terkekeh.

Terlepas seberapa besar penghasilan Sule, kini Sule telah menghadapi loncatan besar dalam kehidupannya.

Sukses yang diraih Sule bukan serta-merta diraihnya dalam satu malam. Sule dilahirkan di keluarga ekonomi menengah ke bawah. Namun, justru itulah yang membuat Sule sukses seperti sekarang ini. Sejak kecil Sule sudah harus mencari uang.

“Saya mulai dagang kelas 3 SD, jualan es dan kerupuk udang. Dulu saya enggak punya kulkas, jadi menumpang bikin es di kulkas tetangga. Siangnya, pulang sekolah saya dagang jagung rebus. Itu saya setor kepada bapak saya. Untuk jajan saja saya harus jualan. Agak besar sedikit waktu saya SMP, saya mengamen pakai ember ke kompleks-kompleks. Kadang juga ikut mencari kaleng rongsokan sampai kuburan untuk ditimbang per kilo,” cerita Sule.

Selain berjualan, bakat seni Sule juga sudah muncul. Saat berusia 4 tahun, di sebuah acara sunatan Sule naik ke atas  meja kemudian menari-nari. Ibunya lantas memasukkannya ke Sanggar Tari Kandaga. Itu juga yang melatar belakangi Sule masuk sekolah karawitan. Ilmu kesenian yang dimilikinya kemudian digunakan untuk mencari uang.

OPERA-VAN-JAVA-21“Dulu saya manggung, main gamelan, nyalung, kecapi, reog, rampak gendang. Tahun 1994 saya melawak bersama Ogi dan Oni,” papar pria kelahiran Bandung, 15 November 1976 ini.

Pertama manggung, Sule tidak dibayar, hanya diberi makanan saja. Kali pertama menghasilkan uang, Sule kebagian 5 ribu rupiah saja. Tahun 1997 Sule menikahi Lina, sahabatnya sejak di sekolah karawitan.

“Inilah yang membuat saya kagum pada istri saya. Kami menikah saat kondisi saya masih susah. Dia tidak banyak menuntut apa-apa,” ujar Sule.

Sule mengakui, titik balik dalam hidupnya terjadi ketika mengikuti API di TPI tahun 2005 bersama Ogi dan Oni. Padahal pada 1997 Sule dan 2 rekannya itu sempat berjalan masing-masing.

“Kami bertemu lagi tahun 2005 dan saya mengajak mereka ikut API di TPI. Itu sejarah saya masuk dunia televisi dengan lika-liku permasalahan yang saya hadapi. Saya bisa seperti ini karena doa ibu dan istri saya. Yang terpenting adalah dukungan Dicky Chandra dan Rudi Sipit,” kata Sule.

Tidak butuh waktu lama untuk Sule berkibar, terlebih saat membintangi OVJ di Trans7.

Belakangan pemasukan Sule bertambah dengan menyanyi. Anak-anak hingga dewasa tahu lagu “Susis”.

“Produsernya menonton saat saya menyanyi di Indosiar. Itu sudah lama sekali. Dia membuat lagu berjudul ‘Sinyal Cinta’. Lagu ini bercerita tentang perselingkuhan. Di Bandung, lagu ini laris sekali dari mulai orisinal hingga bajakannya. Kemudian timbul ide untuk membuat album Sunda. Saya memberi masukan, kenapa tidak nasional saja sekalian. Makanya, kemudian dibuatlah 2 konsep, Sunda dan nasional. Salah satu hasilnya, lagu ‘Susis’ ini,” bilang ayah Rizki, Putri, dan Rizwan ini.

Sule membuat album Prikitiw tahun 2010 saat sedang sibuk-sibuknya. “Makanya saya take vokal setiap Minggu, jadi Sabtu bisa pulang ke Bandung. Sekali pertemuan, saya bisa menyelesaikan 2-3 lagu. Album Prikitiw ini selesai dengan 4 kali pertemuan,” jelas Sule. 

SULE-hono-4-JaThum-Off-yaSelain menyanyi, Sule juga mencipta lagu di albumnya, judulnya ‘Oh Kekasihku’. Hal yang membuat Sule tertarik menyanyi sederhana saja. “Produsernya baik, royal, dan enggak ribet. Jadi seperti kontrak batin, kami saling menghargai. Makanya saya mau diajak kerja sama. Menciptakan lagu saya dibayar, setiap promo saya juga dapat,” ujar Sule.

Merasa sepenuh hati, Sule pun memikirkan strategi pemasaran sendiri. Sule banyak memanfaakan kemunculannya di TV.

“Untuk pemasaran, saya tidak tahu malu. Trans7 baik sekali. Saya tidak bayar apa-apa kepada mereka, dan masuk ke Music Box atau On The Spot. Inilah manfaat silaturahim, karena saya berada di Trans7 tidak sebatas kepentingan kerja saja,” beri tahu Sule.

Strategi yang dijalankan Sule berhasil. Banyak permintaan off air menyanyi. Hanya saja Sule belum bisa memenuhi panggilan-panggilan itu, lantaran jadwal syutingnya yang superpadat.

“Saya inginnya hanya pegang 2 acara reguler saja, biar saya bisa menyanyi off air. Tapi karena rezekinya begini, keinginan nyanyi off air ditunda dulu. Ada tawaran lain dari rumah produksi membuat komsit. Dummy sudah dibuat. Saya terima tawaran ini. Biarlah saya meluangkan waktu 1 hari agar teman-teman saya di SOS, Ogi dan Oni dapat pemasukan,” kata Sule.

Kesuksesan Sule ini memang membanggakan. Namun konsekuensinya, ia jarang bertemu keluarga. Sule memiliki jadwal tetap bertemu keluarga seminggu sekali. Namun, tidak jarang juga ada pekerjaan tambahan yang membuat Sule absen pulang ke Bandung.

“Kadang 2 minggu enggak pulang. Ingin sih keluarga diboyong ke Jakarta, tapi istri saya punya usaha di Bandung. Setelah saya sukses, saya memodali istri saya untuk usaha. Ya, untuk investasi. Ada 3 warnet. Mungkin nanti kalau sudah ada orang yang bisa dipercaya menjalankan usaha istri saya, mereka saya bawa ke Jakarta. Anak-anak mau sekali tinggal di Jakarta. Tapi sementara ini bersabar saja dulu. Yang di Bandung bersabar, yang di Jakarta juga bersabar. Tuhan pasti memberikan kesenangan, juga kesusahan. Saya senang bisa menafkahi anak istri saya, susahnya, ya jadi jarang bertemu,” kata Sule. 

Buat Sule, yang terpenting saat ini menjaga komunikasi dengan keluarganya. Masalah mengurus anak dan manajemen keuangan, Sule percayakan kepada istrinya. Namun Sule tetap ikut mengonsep sistemnya, bagaimana pembelanjaan yang tepat sasaran. Sule sadar, usia kesuksesan di dunia hiburan tidak lama. Banyak contoh yang bisa dipelajarinya.

“Makanya saya utamakan untuk asuransi anak-anak saya,” kata Sule.

Bergaya hidup sederhana pun tetap Sule jalani. Di Jakarta Sule hanya tinggal di sebuah kos di daerah Kuningan, Jakarta Selatan.

“Sebetulnya saya mampu untuk mengontrak apartemen 8 juta per bulan, tapi buat apa. Lebih baik uangnya diinvestasikan atau dibagikan kepada saudara-saudara saya,” ujar Sule.

(bis/gur)