Penampilan Soimah di Atas Panggung Pernah Ditolak Penonton

soimah
Soimah (Dok.Ist)
TABLOIDBINTANG.COM -

Tampil di atas panggung, tapi kehadirannya tidak dikehendaki penonton. Soimah Pancawati (32) pernah mengalami itu.

Ia dicela penonton lantaran mengenakan kostum kebaya dan rambutnya yang disanggul. Sulit dipercaya, penyanyi berkebaya dicela di negara yang dikenal dunia karena kebaya.

“Ketika menyanyi bersama penyanyi lain, entah penyanyi pop atau dangdut yang pakaiannya bukan kebaya, saya disoraki, disuruh turun oleh penonton. Sangat menyakitkan!” kenang Soimah. Dibutuhkan hati baja untuk tidak malu.

Dibutuhkan nyali gajah untuk tetap menuntaskan show meski hujatan semakin jelas. Itu prinsip Soimah. “Itu justru memacu saya. Bagaimana saya tetap berkebaya, tapi disambut antusias,” tuturnya haru. Prinsip setangguh itu didapat Soimah dari dari kampung Banyutowo, Pati, Jawa Tengah.

Ia belajar dari ayahnya, yang dikenal sebagai pemain ketoprak tobong. Dan ibunya, Kasmiyati yang berdagang ikan. Pulang sekolah, Soimah cilik pergi ke tempat pelelangan ikan untuk membantu ibunya. Hilang sudah waktu bermain. Di sela membantu orangtua, ia mencuri-curi waktu belajar tari di sekolah. Pelajaran tari itu diaplikasikan Soimah di acara sunatan, resepsi nikah, sampai perayaan 17 Agustus. Selain belajar, kunci sukses Soimah adalah bersosialisasi dengan komunitas seni.

Pada 1995, Soimah diboyong tantenya ke SMKI Yogyarakta. Ia masuk ke jurusan karawitan. Dari situ, ia lantas bergabung dengan Padepokan Seni Bagong Kussudiardjo, komunitas Kyai Kanjeng, Acapella Mataraman, kelompok seni Kua Etnika, dan Orkes Sinten Remen pimpinan Djaduk Ferianto.

“Pokoknya, kalau sudah masuk ke komunitas, harus siap belajar. Menyanyi, melawak, menari. Yang penting mencoba semua. Perjuangan saya sampai Jakarta berat. Dari ngamen tidak dibayar, terus dibayar Rp 3.000 padahal show di luar kota, sampai dibayar Rp 15.000. Itulah proses. Sepahit apa pun harus dinikmati,” cerita Soimah. Maka jadilah Soimah simbol perjuangan keras.

Kegigihannya melancong dari kota ke kota dengan bayaran ribuan. Konsistensinya berkebaya meski dicela orang. Itu yang membuat stasiun televisi nasional mengenal karakter Soimah yang kokoh. Ia memulai karier layar kaca dengan tampil lewat program Segerrr Benerrr di ANTV.

Popularitas yang direngkuhnya sekarang adalah buah dari benih kerja keras yang ditanam sejak dekade ‘80-an.


Nama: Soimah Pancawati
Tempat tanggal lahir: Pati, Jawa Tengah, 29 September 1980
Orang tua: Hadi Narko, (alm) Kasmiyati
Saudara: Solihati, Solihin, Sofiah, Sofiatun, Nur Laila, Sinta Fitriani
Suami: Herwan Prandoko
Anak: Aksa Uyun Dananjaya, Diksa Naja Naekonang
Program: - Saatnya Kita Sahur (Trans TV)
- Comedy Project (Trans TV)
- Show Imah (Trans TV)
 - Sedap Malam (ANTV)
- Dahsyat (RCTI)

(wyn/adm)