Aulia Sarah, Antara Nada di "Pesantren Rock n' Roll" dan Iffa di "Ustad Fotocopy"

aulia-sarah
Aulia Sarah (Dok.Ist)
TABLOIDBINTANG.COM -

Mengadu peruntungan sejak menjadi Finalis Gadis Sampul 2005, sosok Aulia Sarah (21) mulai membetot perhatian saat membintangi sinetron Pesantren Rock n' Roll.

Keberuntungan tampaknya tengah berpihak pada Aul, panggilan akrab Aulia Sarah. Di saat artis lain bersusah payah mendapatkan peran utama, Aul dalam dua tahun terakhir ketiban rezeki didapuk bermain di dua sinetron kejar tayang bernuansa religi, Pesantren Rock 'n Roll dan Ustad Fotocopy.

Bukan kebetulan, Aul jelas punya kemampuan akting mumpuni, bahkan dia tidak pernah berhenti menggali potensi dalam dirinya. “Bersyukur aku selalu dipercaya main di sinetron stripping produksi Screenplay. Walau memerankan lakon dengan karakter berbeda di Pesantren Rock 'n Roll dan Ustad Fotocopy, aku selalu berusaha menampilkan yang terbaik,” kata Aul di kantor Bintang, Selasa (11/12) lalu.  

Tak sedikit yang menyangsikan Aul bakal sulit melepaskan karakter Nada di Pesantren Rock n' Roll yang sudah telanjur melekat. Namun, faktanya dia berhasil. Berperan sebagai Iffa yang berkarakter tomboi, Aul mengaku menemukan tantangan baru yang tidak ia temukan di sinetron sebelumnya.

“Di Ustad Fotocopy aku harus berdialog menggunakan dialek Betawi. Awalnya sih sempat kesulitan. Syuting dua minggu pertama agak stres. Apalagi pemain-pemain lain sudah terbiasa. Setelah banyak mengobrol dengan mereka, aku jadi terbiasa bicara dengan dialek Betawi,” katanya.

Aul tergolong aktris yang berani menerima tantangan. Di film Punk In Love, misalnya, berperan sebagai Almira, dia tampil sebagai anak punk yang bersama tiga teman prianya nekat ke Jakarta demi mengejar sebuah obsesi.

“Jadi anak punk, dialog aku benar-benar pakai bahasa Jawa yang jawir banget deh. Syutingnya benar-benar menguras tenaga, karena selama syuting di delapan kota selalu melalui perjalanan darat. Capek banget, apalagi aku cewek sendirian,” cerita alumnus SMP Negeri 111 Jakarta dan SMA 6 Jakarta ini.

Karakter tomboi yang menurut Aul sudah melekat padanya sejak kecil ternyata membawa manfaat di setiap peran tomboi yang ia mainkan. Baik di FTV, sinetron, maupun film.

(ind/adm)