Cerita di Balik Buku-buku Karya Oki Setiana Dewi

Oki Setiana Dewi , artis, muslimah
Oki Setiana Dewi (Foto:Markuat/BI)
TABLOIDBINTANG.COM -

Menulis, selain akting, sudah menjadi passion dalam hidup Oki Setiana Dewi. Di antara empat buku yang dihasilkan, Oki paling tidak menyangka dengan sambutan orang pada buku Melukis Pelangi.

Mengisahkan perjuangan Oki dari awal yang bukan siapa-siapa, berasal dari keluarga sederhana, suka sekali pakai baju terbuka, hingga akhirnya memutuskan berhijab di usia enam belas tahun, Melukis Pelangi yang kali pertama diterbitkan Maret 2011 lalu hingga kini masih dicari.

“Dari titik itu di usia enam belas tahun aku mulai pakai kerudung, mulai mempelajari agamaku sampai sekarang. Melukis Pelangi adalah memoar hidup aku. Aku tidak menyangka jadi best seller nasional,” katanya.

Tidak butuh waktu lama bagi Oki untuk menulis empat buku tersebut. Buku pertama dan kedua memakan waktu masing-masing empat bulan. Buku ketiga, tiga bulan. Buku keempat, tiga bulan. “Aku penulis harian sejak kecil sampai sekarang. Setiap hari aku menulis,” akunya.

Keempat buku Oki ditulis berdasarkan cerita sehari-hari yang ia alami, ia dengar, ia lihat, dan ia rasakan. “Semua bukuku based on true story dan tentunya dengan bahasa ringan yang mudah-mudahan nilai-nilai atau pesan-pesan yang ada di semua buku itu bisa sampai ke pembaca,” jelas Oki. Kejujuran Oki dalam bercerita mendapatkan apresiasi dari pembaca. “Apa yang ada di hatiku, memang itu yang aku tulis,” tukasnya.  

Kisah kunjungan ke rumah sakit jiwa, kunjungan ke penjara, mengunjungi penyandang cacat, dituangkan Oki di buku kedua. “Kegiatan-kegiatan itu sebenarnya kebutuhan untuk aku. Kadang kalau tidak ada pekerjaan, aku pergi ke tempat-tempat seperti itu. Berdua sama temanku atau sendirian saja. Kenapa? Karena aku ingin bahagia," katanya.

"Ketika aku membuat orang lain bahagia, maka sesungguhnya itulah kebahagiaanku. Itu yang membuat aku mendapatkan banyak hikmah, membuat aku semakin kaya dengan pengalaman-pengalaman yang luar biasa bahwa di luar sana ada kehidupan yang seperti itu,” Oki mengungkapkan kebahagiaannya.

Buku ketiga berkisah tentang perjuangan Oki dalam menggapai impiannya untuk memperoleh kesempatan kuliah di Makkah. “Aku mendapatkan semangat untuk terus berkontribusi ketika aku berada di sana,” pungkasnya.

Buku keempat berisi lima kisah menarik tentang lima orang dengan lima pengalaman tentang berhijab. Ia juga ingin meluruskan tren berhijab yang kini tengah melanda para kaum muda. “Sekarang banyak sekali buku-buku fashion hijab. Aku menyambut positif tapi juga meluruskan bagaimana hijab sebenarnya sesuai yang diperintahkan Allah. Pakaian yang rapi, santun, dan tidak berlebihan,” bilang Oki menekankan.

(ind/adm)