Bebi Romeo dan Pelajaran Jadi Juri X Factor Indonesia

Bebi romeo
Bebi Romeo (Foto:Dok.BI)
TABLOIDBINTANG.COM -

"RAMPOOOK!”

Itulah satu kata yang selalu dipekikkan Bebi Romeo (38) sesaat sebelum memperkenalkan anak asuh di panggung gala show X Factor Indonesia (XFI). Seruan Bebi dijawab dengan jeritan penonton.

Bebi mungkin yang dituakan di antara para juri. Itu sebabnya Isa Radja, Bagus, Novita Dewi, dan Alex memanggil pencipta lagu "Sadis" ini dengan sebutan Papa. Atau cukup Paps.

Kokohnya karakter Bebi tak hanya didapat dari gelar Papa Rampok, tapi juga akronim-akronim yang dimaksudkan untuk memuji penampilan anak didiknya. "PBSK. Papa bangga sama kamu," kata Bebi di ujung komentar. PBSK satu dari beberapa koleksi akronim Bebi. Kreativitas ini dibuat spontan di atas panggung.

Diakuinya, XFI kembali menaikan pamor komposer yang di pengujung dekade ‘90-an melejit lewat lagu-lagu patah hati. Padahal, kehadiran Bebi setiap Jumat melewati proses berbelit.

"Saya ditawari menjuri di ajang pencarian bakat tetapi selalu saya tolak. Untuk apa saya duduk dan mengomentari penampilan orang lain yang tidak begitu saya kenal?" ujar Bebi. Tawaran menjuri di XFI datang sejak tahun lalu. Bebi bersikukuh dengan kata tidak.

"Cobalah, Beb, kamu datang dulu. Perhatikan seperti apa konsep acaranya,” demikian manajer Bebi membujuk. Kala itu, vokalis Romeo ini masih berkantor sebagai Presiden Direktur Keci Musik – perusahaan rekaman. Bebi akhirnya luluh setelah melihat lebih dekat konsep XFI.

"Saya tertarik menjuri karena acara ini menangkap konsumen dengan teknik berbeda. Peserta diaudisi tanpa batasan umur. Emosi juri dilibatkan melalui interaksi dengan peserta. Setiap Rabu, saya mengaransemen musik. Ini sekaligus momentum untuk mengasah kembali kemampuan musikal saya," Bebi menjelaskan. Selama menjuri, bahkan sebelum gala, Bebi menerima banyak pelajaran.

Salah satunya, ketika hadir seorang berkaki pincang. Untuk bisa bertemu dengan Bebi dan Dhani, ibu ini harus dituntun orang lain. Melihat ibu ini, Bebi ogah-ogahan. "Saya memasang tampang belagu sampai akhirnya keangkuhan saya rontok. Ibu ini, saya lupa namanya, bertemu saya. Ia membawakan lagu 'Kunang-kunang', salah satu masterpiece almarhum Ismail Marzuki. Saya merinding! Padahal lagu itu kali pertama diperdengarkan tahun 1930," Bebi berbagi pengalaman.

Perjalanan Karir Musik Bebi Romeo
Memilih Bebi sebagai satu dari empat pilar juri dianggap tepat. Selain karakter dan selera musik brilian, Bebi musisi dengan jam terbang tinggi. Kariernya diperkaya dengan jatuh bangun membangun band maupun meretas karier solo. Ia satu dari segelintir musisi yang mampu bertahan di industri hampir dua dekade. Kiprahnya dimulai sejak 1995. Kala itu, Bebi menjadi frontman Bima, band yang hanya melepas satu album kemudian bubar jalan.

"Ibarat lagu, Bima adalah intro. Waktu itu saya, Henry (bas), Yudha (gitar), dan Ganesh (drum) melepas album perdana Sebuah Awal pada 1996 bersama Sony Music. Album ini direspons dingin oleh pasar. Hanya terjual 9.000 kopi. Lalu kami bubar," Bebi mengingat. Ketika itu, Sony Music baru saja membuka cabang di Indonesia dan mencari beberapa artis lokal untuk diorbitkan.

Pada 1996 itu, Sony Music merekrut tiga band lokal yakni Bima, Arwana, dan /rif. Dari tiga band ini, /rif yang berumur panjang. Bima mencetak satu hit "Dua Hati". Single ini bikin geger karena intro lagunya mirip dengan intro soundtrack serial Friends yang melejitkan Jennifer Aniston.

Lepas dari Bima, Bebi menemukan momentum tiga tahun kemudian, ketika mendirikan Romeo. Dinaungi label lokal Aquarius, Romeo melepas album perdana dengan hit "Bunga Terakhir". Bersama dengan itu, berembus kisah cinta si vokalis dengan Meisya Siregar yang menjadi sumber inspirasi lagu patah hati maupun riang. Keduanya menikah pada 14 Desember 2004.

Pernikahan Meisya dan Bebi dianugerahi sulung Lyrics Syabila Mu Saqeena yang lahir pada 25 Agustus 2005 dan si bungsu Song Louisa Mu Khadijah. Cinta membuat Bebi terus menulis lagu-lagu hit hingga sekarang. Gubahan lagunya membuat karier sejumlah penyanyi mengangkasa.

Ruth Sahanaya, Kris Dayanti, Reza, Ari Lasso, Chrisye, sampai generasi Afgan. “Belakangan bukan hanya istri, anak juga memberi saya inspirasi menulis lagu. 'Selamat Datang Cinta' (B3) misalnya, itu terinspirasi dari lahirnya Syabila,” akunya.

(wyn/adm)