Chef Arnold Akan ke Australia Usai MasterChef Indonesia

Chef Arnold
Chef Arnold Poernomo (Foto: Markuat/BI)
TABLOIDBINTANG.COM -

KULINER bukanlah hal baru bagi chef Arnold Poernomo (24), juri baru Master Chef Indonesia season 3.

Bakat memasaknya menurun dari nenek dan ibunya. Neneknya pemilik restoran, ibunya seorang chef. Awalnya ia sama sekali tidak bercita-cita menjadi chef, melainkan menjadi direktur pemasaran – sesuai pendidikannya. Ketertarikannya terhadap kuliner dimulai setelah ia dan keluarga pindah ke Sydney, Australia.

Di sana, saat usia 14 tahun, untuk mendapat uang saku tambahan, ia bekerja di sebuah kafe dekat rumahnya, dan setelah itu pindah ke sebuah restoran milik seorang celebrity chef di Australia.

Kembali ke Indonesia, Arnold yang terinspirasi chef Grant Achatz asal Amerika ini memilih Jakarta sebagai tempat memulai karier profesional di dunia kuliner. Oleh neneknya, ia kemudian dipercaya mengelola restoran The Nest Grill di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

Memiliki gaya masak modern, Arnold menurut chef Degan bisa membuat masakan Indonesia menjadi masakan yang modern dan menarik untuk dilihat.

"Indonesia kaya dengan rempah-rempah, jadi sebenarnya masakan Indonesia bisa menghasilkan cita rasa yang tidak kalah dengan masakan luar negeri," kata Arnold yang banyak belajar dari chef Degan. Bukan apa-apa, teknik memasak di luar negeri dengan Indonesia menurutnya sangat berbeda.

"Kalau masakan luar, lebih fokus ke kualitas proteinnya. Sedangkan di Indonesia pakai rempah-rempah," sebut Arnold.

Selesai kontrak sebagai juri MCI 3, pemilik pipi chubby ini akan kembali ke Sydney. "Saya ke Indonesia karena kontrak kerja, setelah itu balik lagi. Saya masih mau belajar," kata Arnold yang bertolak ke Sydney pekan lalu.

Menjadi idola baru di layar kaca – terbukti setelah MCI 3 mulai tayang, jumlah followers Arnold di akun Twitter-nya bertambah menjadi 49 ribu, ia tidak merasa besar kepala.

Sebaliknya, ia menyebut profesi yang digelutinya sekarang bukan untuk mengejar popularitas, melainkan menggali potensi dalam dirinya. "Dukungan keluarga dan kemauan untuk maju adalah kunci kesuksesan kita," begitu kata Arnold.

(ind/adm)