Kisah Marshanda, The #1 MotivArtist

Marshanda
Marshanda (Foto: Indrakur/BI)
TABLOIDBINTANG.COM -

"HIDUP susah penuh benci dan dendam itu mudah dibuat. Tapi hidup bahagia penuh cinta dan syukur itu butuh kerja keras untuk diciptakan. Tapi hasil akhirnya sangat sepadan dengan usahanya. Ayo ciptakan hidup yang bisa kita nikmati. Benar-benar sungguh-sungguh dinikmati dari hati, setiap hari dari buka mata sampai menutup mata lagi di malam hari … Marshanda #1 MotivArtist."

Itulah isi broadcast message (BM) yang dikirimkan Marshanda (23), Senin (1/7) lalu, kepada teman-temannya di kontak BlackBerry Messengernya-nya. Termasuk kepada Bintang.

Hampir setiap hari ia mengirimkan BM dengan tema yang berbeda dan di akhir tulisan pasti selalu mencantumkan “Marshanda #1 MotivArtist”. Bukan hanya lewat BBM Chacha, sapaan akrab Marshanda, menularkan semangat positif, tetapi juga lewat media lain, seperti Twitter, dan Instagram.

Belakangan ia juga sering didaulat menjadi pembicara di acara seminar dan talkshow tentang motivasi. Tak mengherankan bila predikat #1 Motivartist kini melekat pada dirinya.

“Akhir-akhir ini aku memang sering menjadi pembicara di seminar atau talkshow tentang pengambangan diri . Belum lama ini di Twitter ada yang mention kalau aku adalah artis yang suka memotivasi. Tiba-tiba tercetus ide menggabungkan antara motivator dan artis, akhirnya jadilah MotivArtist, hehehe,” buka Chacha ditemui di kediamannya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Chacha berkisah, kesibukannya menjadi motivator dimulai sejak April 2013.

“Dari dulu aku suka banget ikut seminar dan workshop pengembangan diri. Tiba-tiba suatu hari aku mikir, bagaimana ya kalau aku jadi trainer atau pembicara di depan? Setelah aku ngobrol sama trainer-nya, dia bilang, aku punya bakat dan aku harus coba,” terang Chacha.

Bukan mau menggurui
Chacha pun tertantang. Masa iya, orang lain bisa, ia tidak bisa, pikir murid Brendon Burchard, seorang High Performance Coach dari Amerika yang menulis buku bestseller Millionare Messenger. Terlebih, dari pengalaman pribadinya, banyak yang bisa dibagikan kepada orang lain.

“Awalnya aku iseng-iseng bikin video di Vimeo dan YouTube membahas tema motivasi. Alhamdulillah sambutannya baik, banyak yang lihat. Dari situlah, aku mulai diundang jadi pembicara di seminar-seminar motivasi dan pengembangan diri. Ada yang satu jam, ada juga yang tiga jam. Bukan hanya di Jakarta, tapi juga pernah diundang ke Medan, Sumenep, Pekanbaru, Bandung, dan Palu,” ceritanya bersemangat.

Bila keluar kota, Chacha mengaku tidak mengajak putrinya, Sienna Amirah Kasyafani. “Aku kalau keluar kota pulang hari. Misalnya pergi pagi, pulang malam. Enggak tega meninggalkan Sienna,” cetusnya. Peserta seminar menurut Chacha terdiri dari berbagai kalangan. Dari pelajar, mahasiswa, pekerja, orang tua, sampai ibu rumah tangga.

“Aku selalu beranggapan bahwa aku bukan mau mengajari atau menggurui, tapi aku mau sharing. Aku enggak mau mengecap diri aku sendiri sebagai pengajar atau guru. Aku juga enggak merasa hebat. Di sini, aku cuma berbagi pengalaman, cuma mau belajar,” kata istri dari Ben Kasyafani ini. Materi motivasi yang dibawakan Chacha bermacam-macam. Dari tema “Golden Age”, “From Failure to Hikmah”', “Fame and Freedom”, hingga “Potrait of a Broken Family”.

(ind/adm)