(INSIDE STORY) Siapa Sebenarnya Emil Dardak, Calon Suami Arumi Bachsin

Emil Dardak
Emil Dardak saat melamar Arumi (Foto: Seno/BION)
TABLOIDBINTANG.COM -

 

JELANG hari pernikahan di depan mata, Emil Elestianto Dardak (29) tetap menjalankan aktivitas seperti biasa sebagai Executive Vice President Head of Project Appraisal and Underwriting PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PT PII Persero).

Tidak seperti Arumi yang deg-degan jelang pernikahan, Emil, salah satu lulusan termuda Doktor Ekonomi Pembangunan dari Jepang, justru terdengar santai saat dihubungi Bintang lewat telepon, Rabu (14/8) lalu.

Dia menyatakan persiapan pernikahannya dengan Arumi tak menemui kendala berarti.

“Semua sudah beres. Tentunya di hari H ada hal-hal yang perlu difinalkan. Seperti makanan dan pelaminan. Enggak mungkin, kan menyiapkan makanan dan pelaminan dari sekarang, hehehe,” buka Emil ramah.

Mengingat pernikahannya merupakan hajatan besar keluarga kedua calon mempelai, Emil tidak terlalu terlibat dalam penyusunan daftar tamu. “Undangan sudah masuk ranah keluarga. Saya enggak tahu siapa saja yang diundang keluarga,” beber cowok kelahiran 20 Mei 1984 ini.

Prosesi ijab kabul seperti diakui Emil akan bernuansa adat Palembang, Sumatera Selatan, mengikuti asal keluarga Arumi. Sedangkan resepsi menggunakan adat Jawa. “Kami sama-sama sepakat mengedepankan adat daerah kami berdua. Akad pakai adat perempuan, resepsi pakai adat Jawa,” sebutnya.

Perbedaan pendapat mengenai konsep pernikahan tidak dirasakan lulusan Melbourne Institute of Business and Technology ini. Beruntung, keluarga sangat membantu.

“Pembagian tugasnya jelas, jadi enggak ada perbedaan pendapat,” tukasnya. Dia cukup puas dengan rencana keluarga, yang tentunya diinformasikan terlebih dahulu kepadanya dan Arumi sebelum realisasi.

Mengikuti adat Jawa menjelang pernikahan, Emil dilarang oleh keluarga bepergian jauh bersama Arumi. “Saya diingatkan enggak boleh pergi jauh sekarang. Semakin dekat dengan hari H, enggak boleh bertemu,” Emil berkata.

Perbedaan usia tidak masalah bagi hubungan mereka. Emil, yang sepuluh tahun lebih tua dari Arumi, tidak memandang Arumi kekanak-kanakan.

“Saya lebih senang menyebutnya periang. Dia tidak manja, tidak pula kekanak-kanakan. Di sisi lain, dia juga dewasa. Apalagi saya melihat pada dirinya ada kemantapan untuk menikah,” bilang putra pertama Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak.

Menanggapi kabar yang menyebutnya akan menikahi Arumi pada 30 Agustus 2013 – seperti diakui ibunda Arumi, Maria Lilian Pesch di sebuah media daring, Emil tidak membenarkan, tidak pula membantah,

“Intinya, kami menikah di bulan Syawal, habis Lebaran tahun ini.” Emil juga merahasiakan mahar yang akan diberikan kepada Arumi. “Sama seperti yang lain (maharnya). Nanti pas acara juga tahu, hehehe,” sahutnya.

Pernikahan disadari Emil bukanlah akhir kisah cintanya dan Arumi, melainkan awal perjalanan baru kehidupannya. “Visi pernikahan kami, bersinergi satu sama lain, bertoleransi, sehingga kami bisa membangun rumah tangga seperti yang kami harapkan,” aku pemilik album pop jazz bertitel Emil yang dirilis tiga tahun lalu.

Setelah menikah, Emil tak membatasi Arumi dalam berkarier di jagat hiburan. Sebaliknya, ia sangat mendukung dan berharap karier Arumi dapat lebih tinggi lagi.

“Wanita harus punya ruang untuk berkarya. Itu sebabnya saya justru menuntut Arumi menaikkan level kariernya. Namun, Arumi punya komitmen, apa pun karier yang dijalani, setelah punya anak nanti dia akan menomorsatukan anak,” jelas Emil.

Sampai saat ini Emil belum tahu bakal berbulan madu di mana setelah menikahi. Bukan merahasiakan lokasinya, namun karena ia belum menentukan tempat yang tepat.

“Terus terang, belum merencanakan bulan madu. Lagi pula belum sepakat juga dengannya mau ke mana. Bulan depan, tanya lagi saja, pasti sudah ada.” Turut bahagia mendengar cerita yang happy ending dari bintang Sepatu Keds dan Putih Abu-Abu ini. Selamat untuk Arumi dan Emil!

arumi3 prewed

Mengenal Emil Dardak
Selintas penampilan Emil hanyalah seorang pria muda biasa saja. Namun, bila berinteraksi langsung, siapa sangka dia adalah salah satu lulusan termuda doktor ekonomi pembangunan dari Jepang.

Usianya masih terbilang muda namun karena usaha, kerja keras, serta kemauannya membangun diri, pintu kesuksesan terbuka lebar. Ia dipercaya memegang perusahaan BUMN yang dibentuk Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bukan karena koneksi tapi karena kapasitasnya yang tak bisa dipandang sebelah mata.

Selama sepuluh tahun berkecimpung di bidang infrastruktur dan lembaga keuangan internasional lainnya, bagi Emil tak ada bidang lain yang menarik perhatiannya selain bidang itu.

Emil menjadi salah satu lulusan termuda bergelar Doktor Ekonomi Pembangunan di Jepang dari beasiswa yang diterima di usia 22 tahun.

Bahkan Emil telah menerbitkan buku mengenai srategi pembangunan desa bersama seorang dekan IPB Dr Ernan Rustiadi. Kesuksesan Emil tak lepas dari dukungan kedua orangtua.

Ayahnya yang terbilang salah satu orang penting di negeri ini, yakni Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak turut menjadi inspirasinya. Begitu pula dengan sang ibu yang berkecimpung di bidang insfrastruktur.

(val/adm)