Dengan Hot Chocolate, Tina Toon Turun 7 Kg Dalam 10 Hari!

tina-toon-wayan
Tina Toon (Wayan/BI)
TABLOIDBINTANG.COM -

YANG membuat kami pangling saat bertemu Tina Toon (17) di Sentul awal pekan lalu, ia makin kurus. Pelantun Cinta Pertamaku menurunkan berat badan lagi.

Kini, Tina sangat sintal dengan bobot 47 kg. Pertengahan tahun lalu, Tina sebenarnya sudah menurunkan berat badan hingga ke kisaran 50 kg. Hanya, libur akhir tahun mengacaukan catatan itu.

“Jujur, sempat kedodoran pas liburan kemarin. Tapi sekarang sudah menemukan pola makan yang tepat,” akunya saat berbicang dengan Bintang.

Kedodoran itu dibayar Tina dengan rangkaian diet. Jangan bayangkan diet Tina berupa pola makan penuh siksa. Faktanya, ia turun 7 kg kurang dari dua minggu hanya dengan menenggak hot chocolate atau minuman cokelat panas. Kok bisa?

Di tangan Tina, hot chocolate menjadi ramuan mujarab pengikis lemak.

“Orang berpikir cokelat rawan lemak dan menggemukkan, sebenarnya enggak. Dua pekan terakhir saya tidak haram mengudap hot chocolate. Itu membuat saya tidak minat makan nasi atau roti sesudahnya. Hot chocolate membuat saya cepat kenyang, enggak bikin gemuk. Itu dikonsumsi sore hari, tanpa pemanis, karena tanpa gula pun sudah manis,” urainya panjang.

Jika Anda ingin meniru sukses Tina membentuk badan, beginilah Agustina Hermanto berbagi tip.

“Pagi harus sarapan. Siang makan sedikit. Untuk sore, boleh mengonsumsi hot chocolate atau buah. Saya tidak berpikir untuk konsumsi herbal. Yang penting memperbanyak kegiatan dan jangan lupa olahraga.” Bicara soal perjuangan menurunkan berat badan, bintang film Tina Toon dan Lenong Bocah punya pengalaman buruk menjalani diet tahun lalu.

Tina mengaku menjalani diet ekstrem. Waktu itu ia harus menghadiri sesi foto dan nyanyi. Demi dua job itu, selama seminggu Tina diet superketat.

“Tidak makan nasi sama sekali. Hanya sebutir telur ayam dan tahu per hari. Seminggu langsung turun 3 sampai 4 kg. Tapi menjelang pemotretan saya ambruk. Itu diet paling ekstrem yang pernah saya jalani. Perut rasanya melilit, seperti ditusuk-tusuk, untung tidak sampai dilarikan ke rumah sakit,” aku Tina.

Sejak itu pemilik album I Love Music tidak mau lagi diet ekstrem. Buat apa? Masih banyak cara untuk menyayangi diri sendiri. Tidak harus dengan menyiksa diri. Satu lagi pekerjaan rumah Tina, mempertahankan bentuk tubuhnya sekarang. Caranya? Olahraga, perbanyak makan buah dan minum air putih. Langkah kedua menyibukkan diri. Sibuk membuatnya lupa ngemil.

tinatoonwynLangkah ketiga mengurangi makan daging, mengganti daging dengan ikan dan sayur. Khusus sayur, kalau bosan bisa diracik dalam bentuk salad. Itu siasat Tina. Sempat terpikir untuk menurunkan bobot 2 kg lagi. Namun Tina ragu.

“Dua minggu sebelum syuting klip, saya sudah fitting baju. Bobot saya waktu itu masih 53-54 kg. Semalam ketika saya memakai baju-baju itu malah jadi kedodoran. Tidak sempat dijahit ulang, akhirnya pakai peniti. Bayangkan kalau saya menurunkan berat jadi 45 kg, rasanya akan makin susah cari baju,” selorohnya antusias.

Kini, baju-baju yang dulu sudah disimpan dalam boks. Di keluarga Tina tak ada tradisi menjual baju yang sudah tidak terpakai.

“Kalau mau memberi baju kepada orang lain, sumbangkan sekalian. Kalau menjual baju, sebenarnya baju yang kita jual kembali lagi ke tangan kita dalam bentuk lain, yakni uang. Saya enggak mau itu terjadi,” demikian Tina beralasan.

Di usianya yang ke-17, Tina  mencapai berat badan ideal, merilis singel baru, dan kuliahnya di salah satu universitas swasta berjalan mulus. Banyak yang bilang, kehidupan Tina makin lengkap jika ada seseorang yang menyemangati hari-harinya.

Tidakkah Tina berpikir untuk membuka jalan cinta? Sebenarnya, Tina tidak memasang target tinggi soal lawan jenis. Yang penting bertanggung jawab dan lebih dewasa.

“Mama dan Papa memberi sinyal ambigu untuk urusan cowok. Mereka tidak terang-terangan melarang atau tidak secara jelas memberi lampu hijau. Beberapa kali Mama bertanya, mana pacarmu? Kok enggak pernah diperkenalkan kepada Mama dan Papa?” imbuhnya menutup obrolan.

(wyn/gur)