Ririn Ekawati: Saya Bangga Jadi Single Parent!

ririn-ekawati-wayan
Ririn Ekawati (Wayan/BI)
TABLOIDBINTANG.COM -

DI pengujung 2010, Ririn Ekawati (29) pulang ke rumah sehabis reading. Ia duduk di kamar.

Perlahan, mengambil kain. Selangkah demi selangkah ia membebat kepala, menutupi rambutnya yang panjang dengan kain. Di cermin ia melihat dirinya dalam balutan jilbab. Ada sesuatu yang beda, yang dirasakannya. Setelah berkerudung, ketika seisi rumahnya terpejam mengingati mimpi, Ririn ke luar kamar. Ia mengitari ruang demi ruang di rumahnya.

Berjalan-jalan dan menatap sekeliling layaknya muslimah. Lalu, membuat teh di dapur.

“Ada sesuatu yang lain yang saya rasakan saat berjilbab. Untuk saat ini, saya belum mampu berkomitmen mengenakan kerudung selamanya. Saya berkerudung setelah hati berkerudung. Perkataan yang keluar dari mulut juga harus ‘berkerudung’, Dan terakhir, tubuh saya berkerudung. Agak klise, tapi itu mimpi saya sebagai muslimah,” ucapnya di FX Jakarta pada suatu sore. Ririn berkerudung untuk mendalami perannya sebagai Sarah dalam Rindu Purnama (RP).

Menjanda, Menghadapi Cibiran Orang

RP bukan film pertama Ririn. Sebelumnya, ia memperkuat penampilan Tora Sudiro dan Artika Sari Devi dalam Roman Picisan tahun lalu.

Jika kembali ke masa lalu, kariernya dimulai ketika menjadi finalis wajah sampul majalah wanita tahun 2000. Kala itu, Ririn satu-satunya finalis dari luar Jawa, Balikpapan. Meski gagal jadi juara, wajah Ririn memikat hati selusinan agensi. Satu per satu tawaran membintangi iklan dijelang.

Puncaknya, dara kelahiran 11 November ini tampil bersama Mona Ratuliu dalam drama menyentuh Pelangi Di Matamu. Baru saja muncul di layar kaca, Ririn justru membuat keputusan mengejutkan. Menikah muda.

“Saya dipinang Edwin Abeng, putra (Tanri Abeng) salah satu pejabat publik negeri ini (saat itu). Dari pernikahan ini, saya melahirkan Putty Jasmine Salsabila Abeng,” akunya.

Ririn menikah pada 13 Oktober 2001. Sayangnya, pernikahan ini tidak bertahan lama. Keduanya resmi berpisah tiga tahun silam.

Ririn memulai babak terberat dalam hidupnya. Mengenakan status yang tidak diinginkan wanita mana pun. Menjanda. Awalnya, lawan main Titi Kamal dalam Muslimah takut memulai dari nol lagi.

salah-satu-adegan-rindu-purnamaMaklum selama menikah, ia menjadi ibu rumah tangga. Lima tahun sudah Ririn meninggalkan dunia showbiz. Kini, untuk bertahan hidup bintang sinetron Di Balik Jilbab Zaskia dan Baghdad ini menelepon lagi agensi-agensi, yang dulu mengorbitkannya.

“Pada saat cerai, saya harus memulai dari awal disertai cibiran banyak orang. Semua saya jalani dengan sabar. Yang namanya hidup, harus bersosialisasi,” katanya.

Faktanya, ketika bersosialisasi, seseorang sering menerima gunjingan. Faktanya, dalam bersosialisasi, seseorang tidak bisa mengatur mulut orang lain.

“Saya sering mendengar selentingan: Oh, dia sekarang, kan janda. Kok kalau kerja pulangnya malam-malam ya? Kok kerja dua hari enggak pulang-pulang? Apalagi dengan menantu yang dulunya orang berada, saya pernah mendengar gunjingan dari sekelompok orang begini: Paling habis cerai, dia enggak bakal jadi siapa-siapa. Mendengar penghakiman sejahat itu, saya berjanji akan membuktikan. Saya, Ririn, bisa menjadi siapa-siapa dengan usaha keras,” kenang Ririn menahan haru.

Beruntung, hubungan Ririn dengan mantan suami sangat baik. Keduanya berkomitmen menjaga si kecil. Meskipun kami telah bercerai, si kecil tidak akan kehilangan kasih sayang sedikit pun. Ririn belajar tentang hidup dari ibunya.

“Beliau juga single parent karena ayah kami mangkat,” beri tahu Ririn. Dari ibunda, Ririn melihat ketegaran dan kekuatan. Dan hidup harus terus berjalan.

Melanjutkan Hidup

Ririn melanjutkan hidup dengan menyelami beberapa produksi layar lebar. Usai merampungkan RP, ia bersiap merilis Serdadu Kumbang bersama Titi Sjuman, Lukman Sardi, dan Ari Sihasale-Nia Zulkarnaen.

“Sebenarnya, April nanti saya harus masuk ke lokasi syuting sinetron harian. Hanya, saya diberi keleluasaan memilih. Saya memutuskan, tahun ini fokus pada layar lebar. Buat saya, syuting film berarti lebih banyak menimba ilmu. Kalau syuting sinetron, lebih banyak menimba uang. Saya akui itu, hahaha,” candanya melumerkan suasana.

Ya, Ririn kini menjadi pribadi penuh senyum dan percaya diri. Tidak ada lagi gurat rendah diri karena status mantan istri.

“Saya bangga jadi single parent. Saya tidak malu. Inilah jalan yang harus dilewati. Semua terjadi dengan kehendak Tuhan. Buat apa malu?” Ririn menukas, tanpa ragu.

Untuk mendapat kebahagiaan, ada banyak jalan. Tidak harus berpasangan. Status boleh janda. Tapi baginya, status bukan nomor satu. Yang penting attitude.

“Saya kerja di dunia akting dengan cara halal. Saya mencari uang dengan usaha dan doa. Tidak dengan mencuri atau memintakan dari orang lain. Semua demi putri tercinta, demi keluarga. Awalnya, saya rendah diri dengan status dan gunjingan orang. Lama-lama saya berpikir, menggubris omongan orang enggak akan ada habisnya,” sambungnya.

Ririn belajar mensyukuri perlakuan orang, apa pun bentuknya. Insya Allah semua ada hikmah.

“Hidup sudah susah, langkah terbaik menghadapi hidup adalah dengan menikmatinya,” begitu Ririn memandang hidup.

Tidak disangka tahun ini ada dua film bermutu bagus untuknya. Rindu Purnama dan Serdadu Kumbang. Tidak ada pilihan lain selain bersyukur dan menjalani apa yang ada di depan mata. Target Ririn tahun ini sederhana, membahagiakan ibu dan anaknya.


Rezeki sudah ada yang mengatur, tinggal bagaimana melihat dan menggapainya. Usaha lain yang ditempuh Ririn demi menggapai rezeki, meretas bisnis kecil-kecilan. Ia membuka salon dan spa di Cilandak, Jakarta Selatan.

“Tengah tahun ini saya akan membuka rumah makan dengan menu beragam. Mulai dari Italian food sampai Indonesian food. Semoga yang ini pun mendatangkan rezeki buat saya dan yang lain,” demikian Ririn berharap. Amin.

(wyn/gur)