Dipanggil Pak Ustadz, Sahrul Gunawan Pura-pura Enggak Dengar

sahrul-gunawan-dan-istri-wayan
Sahrul siap mengajak istri piknik ke Jerusalem, Jordania, dan Dubai (Wayan/BI)
TABLOIDBINTANG.COM -

SAHRUL Gunawan (34) muncul dalam deklarasi Asosiasi Penyelenggara Haji dan In-Bound Indonesia. Tampaknya, bisnis biro wisata dan haji Sakinah Group yang didirikannya beberapa tahun silam, digarap serius. Karenanya, Sahrul jarang terlihat di layar kaca.

Terakhir, bintang sinetron Jin dan Jun serta Gembel Naik Kelas itu merilis album religi Langkah Awal (2010). Kini Sahrul tidak lagi identik dengan Jun, melainkan artis Islami.

Sepanjang 2010, Tiap Bulan Umrah

“Ketika mendirikan biro wisata haji, otomatis segmen saya lebih spesifik. Yang saya sasar kini majelis taklim atau grup pengajian ibu-ibu. Khusus kaum akhwat, saya tidak bisa menjangkau mereka. Karenanya, saya meminta bantuan istri,” papar Sahrul di Gran Melia, Jakarta Rabu (16/2).

Sejak itu, pencetak hit “Bukan Dirimu Yang Salah” rutin merayu istri agar mau terjun ke dunia bisnis.

Tidak mudah meluluhkan hati Indriani Hadi agar mau menyelami lahan bisnis. Namun bukan Sahrul namanya jika tak mampu meluluhkan hati istri.

“Saya akan ajak dia family trip ke Jerusalem dan Jordania satu lagi ke Dubai,” ungkapnya sambil melirik Indri. Mendengar rencana suami, Indri hanya tersenyum.

“Ya sudah, sebagai langkah awal saya ikut senang-senang dulu,” timpalnya.

Bergabung dengan organisasi pengusaha dan bertemu dengan klien-klien asal Timur Tengah membuat Sahrul terobsesi lagi untuk kembali ke Tanah Suci. Naik haji lagi dan mengantar istri menjadi Hajjah, itulah mimpi Sahrul.

“Karena dia belum haji, saya ingin mengajaknya. Saya ingin belajar lagi. Terakhir saya berhaji tahun 2003, keinginan kembali ke rumah Allah tahun ini menggebu,” tutur lawan main Agnes Monica dalam Pernikahan Dini ini.

Tidak ada niat Sahrul untuk membentuk imej artis Islami, atau sosok religi. Baginya, pandangan orang atau imej bukan yang utama. Menurutnya, imej religius muncul karena tahun lalu bolak-balik ke Tanah Suci mengantar klien umrah. Sepanjang 2010 misalnya, Sahrul tiap bulan menjalankan ibadah umrah.

“Sebenarnya, saya menjalankan bisnis ini karena pengalaman tak mengenakkan saat saya naik haji pada 2003. Waktu itu, saya berhaji dan rutenya transit dulu di Bangkok. Ternyata itu bukan transit melainkan terdampar karena tiket Bangkok ke tujuan berikutnya belum dikonfirmasi. Saya bingung setengah mati. Di Bangkok saya hanya bisa berucap: astagfirullah… astagfirullah. Mungkin ada faktor “X”, mungkin saya banyak dosa di masa lalu. Tapi biro perjalanan kan enggak bisa menyarankan saya banyak-banyak istighfar tanpa ada tindak lanjut,” kenangnya.

Sejak itu, Sahrul berjanji pada diri sendiri akan mendirikan biro perjalanan dan tidak menelantarkan klien.

“Ustadz Sahrul… Ustadz Sahrul…”

Sepanjang kariernya, Sahrul membintangi setidaknya lima sinetron religi. Adam & Hawa, Anak Cucu Adam, Taaruf, Mualaf, dan Jalan Lain ke Sana. Jadwal tayang yang saling susul membuat Sahrul diidentikkan sebagai artis religi. Belum lagi, jadwal off air tampil di pengajian maupun majelis taklim setahun terakhir makin rapat.

Show off air membuat Sahrul tidak lagi dipandang sebagai artis melainkan ustad atau dai.

“Saya tidak berpikir sejauh itu lho. Kalau saya hadir di luar kota, acara off air, kapasitas saya bukan sebagai pemuka agama. Saya hanya menemami ustad berdakwah. Anehnya, selesai acara, umat selalu teriak: ustadz Sahrul… Ustadz Sahrul. Kalau dipanggil seperti itu, saya enggak mau nengok. Saya pura-pura enggak dengar. Saya merasa belum pantas dipanggil begitu. Tapi, setiap mendengar panggilan itu, saya selalu berkata: amin (dalam hati),” akunya.

Bisa jadi, julukan ustadz muncul karena Sahrul juga tampil sebagai presenter Halal di salah satu televisi swasta.

“Padahal, saya masih aktif nyanyi. Kemarin saya menghibur tenaga kerja Indonesia di Taiwan dan Hongkong. Selebihnya, saya tetap bekerja sama dengan beberapa rumah produksi untuk syuting FTV,” pungkasnya.

(wyn/gur)