Penyerahan Bantuan PNPM Mandiri Pariwisata 2011

DSC_0080
TABLOIDBINTANG.COM -

SEJAK dicanangkan Presiden SBY pada 2007, setiap kementerian meluncurkan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) sektoral masing-masing.

Kementerian Kebudayaan dan Periwisata mengintegrasikan menjadi program PNPM Mandiri Parisiwata. Misinya, memberdayakan masyarakat, terutama warga kurang mampu di wilayah sekitar destinasi wisata atau desa-desa wisata di seluruh Indonesia.

Di tahun 2011 ini PNPM Mandiri Pariwisata sudah menjangkau 569 desa di 33 propinsi, dan program ini masih akan terus berlanjut.

“Untuk lebih menggerakkan usaha masyarakat di bidang pariwisata, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata juga bekerja sama dengan BRI dengan memberikan fasilitas pembiayaan melalui paket KUR (kredit usaha rakyat) yang dimulai pada tahun 2011 ini,” kata Dirjen Pengembangan Destinasi Wisata, Ir. Firmansyah Rahim.

DSC_0053Pada Kamis (31/3) lalu kembali dilakukan penyerahan bantuan desa wisata PNPM Mandiri. Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Ir. Jero Wacik, SE secara simbolis menyerahkan bantuan pada desa-desa yang terpilih di wialayah Bali. Penyerahan bantuan dilangsungkan di tengah acara Festival Kesenian Rakyat Buleleng di lapangan Taman Kota, Singaraja-Buleleng, Bali.

Sebagai warga Bali yang lahir di Buleleng, dalam sambutannya Jero Wacik mengimbau masyarakat Bali utara agar tetap bersemangat memajukan pariwisata di daerahnya masing-masing. Pada kesempatan itu Jero Wacik juga melontarkan rencananya membangun bandara di Bali utara. Ribuan masyarakat yang hadir di lapangan pun bertepuk gemuruh.

“Bali utara akan sama majunya dengan Bali selatan (Kuta, Denpasar, Ubud, dll) setelah nanti punya bandara,” kata Jero Wacik.

DSC_0084Esok paginya, ketika berbincang santai dengan wartawan di hotel tempatnya menginap di Singaraja, Jero Wacik kembali menceritakan obsesinya tentang Bali utara.

“Selama ini Bali utara kalah tertinggal dibanding Bali selatan. Turis menumpuk di Bali selatan, Denpasar, Kuta, Ubud. Perekonomian lebih maju di Bali selatan, sementara Bali utara agak tertinggal. Solusi untuk meningkatkan pariwisata dan perekonomian di Bali utara, salah satunya dengan membangun bandara. Jadi nanti Bali punya dua bandara. Turis yang mau ke Singaraja, bisa langsung ke sini, tak perlu lagi mendarat dulu di Denpasar dan masih harus menempuh perjalanan jauh lewat darat ke Bali utara. Saya orang Buleleng, saya bertekat Buleleng juga harus maju,” kata Jero Wacik, sambil menambahkan pembangunan bandara ini akan menelan biaya sebesar 1 miliar dolar Amerika.

Usai menjelaskan panjang lebar tentang obsesinya membangun bandara di Bali utara (katanya sudah selesai pada 2014) dan menyediakan kereta wisata keliling Bali, Jero Wacik mengajak wartawan menyapa beberapa turis asing yang kebetulan menginap di hotel yang sama.

Rombongan turis dari Belanda itu tampak surprise setelah tahu yang mengajaknya berbincang Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Indonesia.

(yb/gur)