Dusk TV: Televisi Porno Khusus Wanita, Laki-Laki Dilarang Nonton!

Dusk-TV-logo
TABLOIDBINTANG.COM -

SIAPA bilang tayangan pornografi hanya disukai kaum Adam?

Dusk TV, saluran televisi asal negeri Belanda, mengklaim diri sebagai saluran televisi pertama dan satu-satunya di dunia yang menyediakan tayangan pornografi khusus untuk wanita, non-stop!

Dusk menamai tayangan porno yang menjadi menu utamanya dengan sebutan “porna”.

“Porna adalah tayangan porno yang khusus dibuat bagi wanita, jauh berbeda dengan pornografi pada umumnya,” ujar Martijn Broersma, pendiri Dusk.

Didirikan sejak 3 tahun lalu, Dusk kini tayang selama 24 jam tanpa henti dan bisa disaksikan di 3 jaringan TV kabel di Belanda. Hingga hari ini, pemirsanya mencapai angka 1,2 juta.

“Wanita senang melihat tayangan yang eksplisit,” papar Broersma pada Global Post.

“Mereka ingin membuktikan bahwa apa yang mereka lihat itu betul-betul terjadi dan bukan khayalan semata," lanjut Broersma.

Lalu, bagaimana cara Dusk untuk memastikan tayangannya hanya akan disaksikan oleh wanita?

Laman resmi Dusk menyebutkan, jika Anda ingin menyaksikan tayangan Dusk, Anda harus mendapat rekomendasi dari anggota panel Dusk.

Cara lainnya, Anda dapat menyerahkan alamat akun jejaring sosial Anda kepada tim survey Dusk. Jika mereka sudah cukup yakin bahwa Anda wanita, Anda bisa memulai waktu berlangganan Dusk.

Tapi jika tim survey belum juga percaya akan kewanitaan Anda, mereka akan menelepon Anda untuk membuktikan bahwa Anda benar-benar wanita.

Uniknya, yang menentukan tayangan apa yang harus disiarkan, Dusk meminta para pemirsa untuk menyaksikan cuplikan singkatnya, kemudian menuliskan komentar mereka di laman Dusk Panel.

“Belanda sangat beruntung memiliki stasiun TV seperti Dusk. Di Amerika banyak sekali wanita yang menginginkan channel TV seperti ini,” komentar Jennifer Lyon Bell, sutradara film-film panas yang karyanya sempat ditayangkan Dusk.

Posisi Top 10 tayangan Dusk kini ditempati oleh My Mother’s Best Friend. Selain itu, juga ada Barcelona Sex Project, film dokumenter yang menyoroti kehidupan seks warga Spanyol.

Candida Royalle, sutradara film porno-feminis juga menyumbangkan karyanya yang diproduksi di era ’90-an, The Gift.

Tahun ini, Broersma berencana untuk memperluas jangkauan Dusk hingga ke Jerman seraya mengamati kemungkinan untuk merambah ke negara lainnya.

“Saat kami mulai mendirikan Dusk di Belanda, kami menargetkan 3 tahun lagi, kata “porna” akan ada di dalam kamus. Waktu kami tinggal setahun dan rasanya kami akan berhasil,” pungkasnya.

Yang pasti Dusk TV tidak akan pernah bisa mendapat izin di Indonesia.

(rere/gur)