Siapa Karakter Antagonis Paling Legendaris di Sinetron?

mischa
Mischa (Dinda Kanyadewi) dalam "Cinta Fitri"
TABLOIDBINTANG.COM -

MESKIPUN kehadirannya membuat penonton sebal, tidak bisa dipungkiri karakter antagonis memiliki porsi yang sama pentingnya dengan karakter protagonis.

Menurut Wikipedia, antagonis berarti karakter yang bertentangan dengan karakter utama atau protagonis.

Kalau di sinetron Indonesia, karakter antagonis lazimnya digambarkan sebagai sosok yang kejam, licik, memakai riasan tebal dan berbusana lebih gonjreng daripada sang karakter utama.

Kehadiran antagonis, percaya tidak percaya, juga menjadi daya tarik tersendiri. Malah sepertinya semakin banyak karakter antagonis bisa membuat sinetron semakin tinggi ratingnya.

Contoh, sinetron Anugerah yang kerap menduduki rating 5 besar. Ada 6 tokoh antagonis dengan intrik dan misi masing-masing: Mawar (Sheila Marcia), Alexa (Eva Anindita), Herman (Anjasmara), Lisa (Cut Memey), Hera (Annie Anwar) dan bulan ini bergabung tokoh baru: Clara (Alexandra Gottardo).

Dari masa ke masa, pasti ada antagonis dengan karakter kuat yang masuk kategori “we love to hate”.

Seperti tokoh-tokoh berikut ini:

1. Ibu Subangun – Keluarga Rahmat

ibu_subangun

Keluarga Rahmat adalah sinetron TVRI yang tayang pada tahun 1987. Serial ini cukup populer, karena Soeharto yang kala itu masih jadi presiden sempat muncul untuk berjabat tangan dengan Pak Sadikin, karakter pensiunan pegawai negeri.

Sinetron ini identik dengan karakter antagonis bernama Ibu Subangun. Ibu Subangun adalah seorang istri yang jahat. Ia selalu ingin menang, mendominasi keluarga, suka pamer, dan menyepelekan suaminya.

Karakter yang diperankan Thenzara Zaidt ini sukses mengaduk-aduk emosi penonton. Ironisnya, ketika karakter ini hanya tampil sebentar atau bahkan tidak tampil, banyak surat pembaca di tabloid atau majalah yang mempertanyakan keberadaannya. Seorang penonton bahkan merasa menonton Keluarga Rahmat tanpa Ibu Subangun, ibarat sayur tanpa garam.

 

2. Tante Amerika – Tersanjung

Sepanjang perjalanan kariernya, mungkin pemirsa paling mengingat peran Feby Febiola dalam sinetron Tersanjung (Indosiar). Di sinetron yang disutradarai Vasant R. Patel dan Revy Maghriza itu, ada karakter Tante Amerika yang diperankan apik oleh Feby.

Tante Amerika baru muncul di Tersanjung 3. Nama karakternya Anita. Diceritakan lama tinggal di Amerika, Anita bicara bahasa Indonesia dengan logat kebule-bulean (mirip-mirip gaya bicara Cinta Laura). Oleh sang keponakan yang bernama Indah kecil (Mega Utami), Anita dijuluki Tante Amerika.

Anita ingin memiliki Jimmy (Jeremy Thomas) agar bisa menguasai hartanya. Anita adalah adik tiri almarhumah istri Jimmy. Sayang, rencana Anita terancam berantakan karena kehadiran Indah (Lulu Tobing-Tersanjung 3, Jihan Fahira-Tersanjung 4 dan 5).

Pasca Tante Amerika, beberapa sinetron menampilkan karakter antagonis dengan logat kebule-bulean. Salah satunya dalam sinetron Jangan Berhenti Mencintaiku (SCTV) yang juga diproduksi oleh PH yang sama dengan Tersanjung: Multivision Plus.

 

3. Mertua Jahat – Doaku Harapanku dan Tersanjung

Leily-Sagita2Memiliki mertua seperti Leily Sagita adalah mimpi buruk bagi semua wanita. Di tahun 1998, Leily Sagita memerankan 2 karakter mertua jahat di 2 sinetron berbeda. Dalam sinetron Tersanjung, ia berperan sebagai Yola, ibunda Robby (Alvin Adam) yang sangat membenci Ratih (Novita Wibowo), menantunya.

Di sinetron Ramadhan Doaku Harapanku, Leily memerankan sosok Lela, ibu tiri Andika (Dicky Wahyudi). Lela takut Annisa (Krisdayanti) menguasai harta milik almarhum ayah Andika. Akibatnya, Lela kerap menyiksa Annisa baik secara fisik dan mental.

Well, hanya dengan memandang wajah Leily saja mungkin penonton ketakutan. Ekspresi wajahnya semakin memperkuat imej jahat karakter yang diperankan. Lihat saja gerakan kepala dan mata yang khas setiap berbicara. Kadang mata melototnya sampai seperti mau lepas.

Leily bertahan hingga Tersanjung 6 yang tayang tahun 2005. Ia juga sempat membintangi sinetron Putri Yang Terbuang, Inayah dan Titip Rindu.

 

4. Mama Rika – Bidadari

moudy-wilhemina-bidadariKehidupan Lala (Marshanda) yang mulanya bahagia berubah menjadi sengsara setelah ayahnya (Marcellino Lefrand) menikah lagi dengan Mama Rika (Moudy Wilhelmina). Mama Rika punya partner in crime yang tak lain anak kandungnya sendiri, Bom Bom (Cecep Reza), untuk terus membuat kehidupan Lala menderita.

Mama Rika selalu memperlakukan Lala dengan kasar, namun pada akhirnya Rika-lah yang apes karena ibu peri (Ayu Azhari) selalu melindungi Lala dari rencana jahat Rika.

 

5. Mischa – Cinta Fitri

Tidak perlu banyak penjelasan. Di era stripping, Mischa (Dinda Kanyadewi)-lah karakter antagonis yang paling populer di sinetron. Karakter Mischa muncul di pertengahan season 1, namun baru mendapat porsi lebih di season 2. Mulai season ini sampai season 7, Mischa secara rutin terus menimbulkan masalah bagi Farrel (Teuku Wisnu) - Fitri (Shireen Sungkar) beserta keluarganya.

Atas perannya yang memikat ini, Dinda Kanyadewi mendapat gelar Aktris Pemeran Pendamping Paling Ngetop di ajang SCTV Awards tahun 2009 dan 2010.

Tentu masih banyak karakter antagonis di sinetron yang berhasil membuat Anda gemas atau kesal.

 

Selain pilihan kami di atas, siapa karakter antagonis legendaris menurut Anda?

 

(ray/gur)