Dude Harlino-Naysilla Mirdad, Pasangan Impian di Layar Kaca

DUDE.HNAYSILA-HONO
TABLOIDBINTANG.COM -

 

DALAM dua dekade terakhir, industri film dan sinetron Indonesia melahirkan banyak pasangan yang memiliki chemistry atau percikan kuat. Mereka tak hanya jadi perbincangan publik, tapi juga dijadikan inspirasi dalam kehidupan nyata. Salah satunya, Dude Harlino (29) dan Naysilla Mirdad (22).

Awal tahun ini industri hiburan dikejutkan pengakuan Nay yang sudah punya pacar bernama Jenda. Sontak, banyak yang kecewa. Terutama penggemar mereka yang disebut DuNay Lovers dan mungkin juga Anda.

Sejak kali pertama dipasangkan dalam sinetron Intan, banyak yang menginginkan, bahkan sangat berharap, Nay pacaran dengan Dude. Terlebih setelah mereka dipasangkan kembali dalam sinetron Cahaya. Chemistry yang kuat dalam setiap adegan itulah yang membuat penonton setia sinetron menilai mereka cocok menjadi sepasang kekasih sungguhan.

Sederet sebutan untuk mereka pun bermunculan. Dari “duet maut”, “duet manis”, sampai “duet jaminan rating”. Tak berlebihan, sebab bahasa tubuh dan sorot mata seolah memancarkan kekuatan cinta yang tak pernah terungkapkan lewat kata-kata. “Makanya ratingnya oke. Kebetulan yang sama Nay ceritanya bagus,” komentar Fiderika Silvanie, salah seorang Dude Lovers yang sangat aktif mengikuti perkembangan Dude.

CAHAYA-BIDude dan Nay berusaha memahami keinginan penonton itu dengan bijak.

“Ya enggak apa-apa, orang bebas beropini. Bahkan, dari beberapa tahun lalu dikaitkan terus sama Dude hanya kalau sinetron kami lagi jalan. Ya, ambil positifnya saja, enggak ambil pusing. Senang-senang saja. Berarti chemistry saya dan Dude sampai ke hati penonton. Tapi, kan yang penting saya dan Dude sudah menjelaskan, kami hanya bersahabat. Kalau publik masih juga beropini kami ada apa-apa (pacaran), ya terserah, hehehe,” jelas Nay, yang baru saja membuka butik bernama Deer di Grand Indonesia Jakarta.

Dude menilai, kabar kedekatannya dengan Nay sengaja diembuskan bersamaan dengan penayangan sinetronnya.

"Saya menghargai setiap opini. Jadi, silakan saja berpendapat. Sah-sah saja. Cuma, kan kembali pada saya dan Nay. Saya dan Nay juga sudah ribuan kali ngomong, kami sahabat! Sampai jawaban dari setiap pertanyaan tentang saya dan Nay, saya sudah hafal cara menjawabnya. Ke depan seperti apa, kami tidak tahu. Mereka juga (penggemar Dude dan Nay) bisa memahami kami," Dude kembali menegaskan.

Padahal, lawan main Dude di sinetron bukan hanya Nay. Ada Ririn Dwi Ariyanti, Nikita Willy, Nabila Syakieb, Asmirandah, Manohara, dan Velove Vexia. "Sebenarnya  persahabatan saya dengan Nay, seperti saya berteman dengan (lawan main) perempuan lainnya. Cuma entah kenapa, selalu dikaitkan dengan Nay," kata cowok kalem ini.

Habis, keduanya cocok. Dude dikenal sebagai cowok yang baik, ramah, dan taat beribadah. Nay juga begitu.

"Nay baik. Secara pribadi kami sangat cocok. Harapannya biar diwujudkan dalam sinetron saja deh. Jalan kami lebih cocok bersahabat. Selain lebih nyaman, juga lebih enak buat sharing tentang apa pun. Saya bisa cerita kepada Dude mengenai pacar saya. Dude juga bisa cerita tentang kehidupan pribadinya,” tutur Nay.

Tapi jodoh di tangan Tuhan. Dude dan Nay pun meyakini itu.

“Kalau nanti pacaran, kami enggak pernah tahu,” kata Nay.


DuNay Fenomena di Industri Persinetronan Modern

DUDENAYSILA-HONORamainya respons penonton setia mereka menyebabkan Dude dan Nay seolah terjebak pada pakem-pakem yang ditetapkan mereka. Harus main bareng, harus dikisahkan bersatu, perannya pun harus “baik-baik”.

Enggak ada deh ceritanya Dude dipasangkan dengan artis lain. Pun begitu Nay. Kalau sampai terjadi, dampak terburuknya, sinetron diputus tengah jalan. Buktinya sudah ada. Manohara dan Seindah Senyum Winona (SSW), misalnya.

Chemistry Dude dan Manohara di Manohara terasa hambar. Sementara SSW, awal tayang bolehlah SSW masuk sepuluh besar rating. Tapi lama-kelamaan drop. Jam tayangnya terus mengalami perubahan. Dari sore jadi tengah malam. Bahkan tidak tayang sama sekali selama beberapa hari.

“Saya juga enggak tahu apa alasannya,” ucap Dude bingung.

SinemArt dan RCTI rasanya harus memutar otak untuk memasangkan kembali Dude dan Nay dalam sinetron baru dan segar. Bukan cerita seperti yang sudah-sudah. Demi memuaskan kerinduan penonton. Mungkin kalau ingin membuat gebrakan, ya dibikinkan film.

Namun, kami juga tak bisa menutup mata akan kebosanan yang mungkin melanda sebagian penggemar. Hal ini tampak pada sinetron terakhir DuNay, Doa dan Karunia. Tak sedahsyat Intan dan Cahaya.

“Empat kali dipasangkan sudah lebih dari cukup. Belum tentu dipasangkan lagi bisa sukses,” Fiderika Silvanie beralasan. Sah-sah saja ada pendapat seperti itu. Bagaimana pun kehadiran DuNay adalah sebuah fenomena di industri persinetronan modern.

(ind/gur)