Kemana Julia Perez?

jupe-yudha
JUlia Perez (foto: Yudha Widya Daru)
TABLOIDBINTANG.COM -

MAHKAMAH Agung (MA) mengabulkan permohonan kasasi Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam kasus penganiayaan dengan terdakwa artis Julia Perez alias Jupe.

Vonis hukuman percobaan yang sebelumnya dijatuhkan Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim) kepada Jupe, akhirnya dirubah menjadi tiga bulan penjara.

Keputusan tersebut bisa jadi seperti sambaran petir bagi Jupe. Sejak vonis tersebut dibacakan pada 12 Desember 2012 lalu, artis seksi itu berubah drastis, tak seperti Jupe yang selama ini dikenal oleh wartawan.

Jupe yang dulu adalah Jupe yang selalu membuka diri untuk media. Dalam kesempatan apa pun, di situasi sesibuk apapun, pemiliki nama Yulia Rachmawati itu selalu menyempatkan waktu untuk diwawancara.

Sejak muncul kabar Kejaksaan akan melakukan eksekusi, sekitar satu bulan lalu, akses komunikasi dengan Jupe mulai sulit.

Pernah wartawan mencoba menghubunginya lewat Blackberry Messenger (BBM), dia hanya menjawab dengan satu kalimat, “Doakan saja, semoga semuanya lancar.” Setelah itu, tak satu pun pesan yang dikirim mendapat balasan.

Puncaknya ketika Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Timur menyatakan kekasih Gaston Castano itu sebagai buronan, pada Senin (25/2) lalu. Jupe betul-betul menghilang bak ditelan bumi.

Jangankan media, rekan-rekan sesama artis yang biasanya sangat akrab dengannya, juga mengaku kesulitan untuk menghubungi Jupe.

“Kemarin aku sudah hubungi kak Jupe, tapi enggak ada jawaban,” keluh Jessica Iskandar.

Lantas, kemana Jupe? Kenapa dia memilih untuk menghindari vonis MA (yang hanya tiga bulan), dan menghilang, membiarkan masyarakat menghujaninya dengan penilaian negatif sebagai orang yang lari dari masalah?

Berbagai spekulasi mengemuka. Spekulasi paling simpel menyebut, Jupe takut untuk menjalani hidup di dalam penjara. Tapi, sepertinya penjara sepertinya tak seseram itu.

Mantan Puteri Indonesia yang kini jadi terpidana kasus korupsi, Angelina Sondakh, pernah bercerita, betapa ramah kehidupan di balik tembok Lembaga Pemasyarakatan.

Bayangkan, wanita yang akrab disapa Angie itu masih bisa rutin merawat kecantikan dan bersosialisasi dengan narapidana yang lain.

“Alhamdullilah kalau Anda bilang saya cantik. Di rutan ada salonnya, yang kerja tahanan juga,” cerita Angie ketika itu.

Sejauh mana ketepatan spekulasi tadi? Ah, rasanya Jupe yang kami kenal tidak secengeng itu.

Spekulasi kedua, mengungkapkan alasan yang lebih bersifat strategis. Diduga, saat ini, hingga beberapa waktu ke depan, Jupe masih memiliki sederet kontrak kerja yang harus diselesaikan.

Jika dia dijebloskan ke penjara, itu artinya dia harus membayar ongkos pembatalan atau penalti dari kontra-kontrak yang batal terlaksana.

Celakanya, jumlah pinalti yang harus dibayar itu biasanya lebih besar dari nilai kontrak itu sendiri.

Entah spekulasi apa lagi yang bisa dimunculkan. Di mana pun dia berada, barangkali, Jupe punya alasan dan pertimbangan sendiri yang dia rasa paling benar untuk dijalani saat ini.

Namun, bukankah keputusan sebuah institusi hukum seperti MA, akan lebih baik jika tidak dihindari?

(ari/gur)