Aminah Cendrakasih: Tuhan Suruh Saya Berhenti Cari Nafkah

aminah-cendrakasih-panji
TABLOIDBINTANG.COM -

BELUM lama ini Bintang bertamu ke rumah Hj Aminah Cendrakasih (72). Mak Nyak dalam sinetron Si Doel Anak Sekolahan (SDAS) ini tampak tertatih menyambut kedatangan Bintang.

Meski begitu ia tetap tersenyum, mempersilakan kami duduk dan minum. “Ya, beginilah. Namanya juga sudah tua. Saya habis jatuh di kamar mandi,” begitu ia meminta maaf atas keterbatasannya.

keterbatasan yang sebenarnya tidak dikehendakinya. Keterbatasan yang diterima dengan hati legawa. Yang kami lihat selanjutnya dari raut wajah Aminah, ketegaran hati seorang ibu.

Sebelum bincang-bincang merasuk lebih dalam, kami minta izin pada Aminah untuk memanggilnya Mak Nyak. Ibu tujuh anak ini tersenyum, mengangguk.

Mak Nyak sudah sering jatuh. Lima kali lebih ia terpeleset di kamar mandi. “Terakhir, saya jatuh tahun lalu. Anak-anak panik karena saya jatuh dengan posisi kaki terlipat seperti mau shalat.

Badan tengkurap,” kenangnya. Ketika dibawa ke rumah sakit, dokter tidak menemukan sesuatu yang ganjil. Mak Nyak tidak terdiagnosis mengidap penyakit apa pun. Kadar gula dalam tubuh normal. Angka kolestorol wajar. Tidak berpotensi asam urat. Tidak juga darah tinggi.

Bahkan saat cek kesehatan, Mak Nyak juga menilik tingkat kepadatan tulang. Hasilnya, tulang aktris kelahiran 29 Januari ini masih kuat. “Saya bingung. Mengapa saya tidak bisa berjalan sebaik dulu. Hasil cek terakhir menunjukkan, ada jaringan saraf di sekitar tulang belakang yang terjepit. Selebihnya, baik-baik saja,” sambung bintang Selimut Cinta dan Dari Mata Turun Ke Hati itu.

Tuhan Memperingatkan Saya Berhenti Mencari Nafkah
Setelah jatuh, Mak Nyak dan keluarga tidak lagi ke rumah sakit. Karena hasil pemeriksaan terakhir memperlihatkan kondisinya baik. Meski saraf tulang belakang ada yang terjepit, dokter belum menganjurkannya melakukan tindakan lebih lanjut. Terakhir saat mengunjungi dokter, Mak Nyak malah disuruh pulang.

Mak Nyak berserah. Bahkan saat terpuruk di lantai kamar mandi, ia tidak histeris dan berurai air mata.

aminah-cendrakasih-benyamin-sueb-si-doel-repro-panji“Ketika jatuh, saya bilang dalam hati. Ya Allah, saya terima. Saya ikhlas kalau harus jatuh. Sudah 70 tahun Engkau memberi sehat. Tidak pernah menginap di rumah sakit kecuali saat hambaMu ini melahirkan anak. Mungkin sekarang saatnya, saya menjadi seperti tidak berdaya,” Mak Nyak membatin.

“Mungkin ini teguran, dulu semasa syuting saya shalat terburu-buru. Karena berkejaran dengan waktu take dan reading,” demikian bintang sinetron Rumah Masa Depan itu berpikir positif.

Mak Nyak masih saja bersyukur. Jatuh di kamar mandi memberinya kesempatan lebih banyak di rumah. Lebih khusuk menunaikan shalat dhuha, shalat tahajud, dan melafalkan ayat-ayat Al-Quran.

Saat kaki-kakinya tidak selincah masa muda, Mak Nyak tidak menceritakan musibah itu kepada siapa pun. Cukup keluarga yang tahu. Rekan-rekan sesama artis tak ada yang tahu kecuali para pemain SDAS. Rano dan Suti Karno kabarnya cukup rutin menanyakan perkembangan kesehatan Mak Nyak.

“Saya memilih diam. Jangan sampai orang-orang berpikir begini: Dulu sewaktu sehat, punya banyak pekerjaan, diam-diam saja. Giliran sakit, heboh memberi tahu banyak orang,” tuturnya lembut. Lebih baik diam. Meminta pertolongan Allah, meminta dukungan keluarga.

“Yang saya tangkap dari penyakit ini, Tuhan memperingatkan saya berhenti mencari nafkah. Usia sudah 72 tahun, saatnya beristirahat. Menikmati hari tua, bersama anak dan cucu. Biarlah yang muda yang menggantikan peran saya di lokasi syuting. Biarlah anak-anak bekerja setelah sekian lama saya bekerja, sejak suami meninggal,” simpulnya sembari menghela napas.

aminah-cendrakasih-muda-repro-panjiBias warna hidup membuat hati Mak Nyak setegar karang. Baginya, hidup lebih dari sekadar menangis lalu tertawa seiring hari berganti. Lima puluh enam tahun ia mengabdi di panggung seni. Debutnya dimulai lewat Musafir Kelana  karya S Waldy (1953).

Dedikasinya tiada henti. Persis seperti ibunya, aktris senior Wolly Sutinah alias Mak Wok. Dialah wanita paling berpengaruh di dunia film (sebelum Christine Hakim hadir). Mak Wok lahir pada 1915 dan membintangi tak kurang dari 100 film.

Mak Nyak tidak lagi ingat berapa honor pertama yang diterimanya, pascaperang kemerdekaan.

“Yang saya ingat, honor pertama habis untuk membeli kursi. Dulu, rumah saya kecil. Ruang tamunya berubin tanpa kursi. Saya membeli kursi rotan untuk menyambut siapa pun yang ingin bersilaturahim dengan saya,” pungkasnya dalam raut penuh senyum.

(wyn/gur)