X Factor Indonesia: 10 Momen Paling Dikenang

xfi gabung
10 Momen paling dikenang di X Factor Indonesia
TABLOIDBINTANG.COM -

X Factor Indonesia menemani pemirsa di layar kaca setiap Jumat malam.

Sejak mengudara pada Desember 2012 lalu, ajang pencarian bakat yang ditayangkan RCTI tersebut sukses mengundang perhatian publik. Tak pelak, program acara ini selalu mendulang rating tinggi dibanding program acara sejenis di TV lain.

Jumat (24/5) ini, X Factor Indonesia memasuki momen puncak. Dua kontestan bertahan, Novita Dewi dan Fatin Shidqia akan berduel untuk meraih voting SMS tertinggi hingga penentuan juara X Factor Indonesia season 1 diumumkan.

Baiklah, lupakan sejenak perihal puncak kompetisi yang semakin memanas. Lima bulan sudah ajang pencarian bakat besutan Simon Cowell ini menemani kita. Momen-momen tawa dan tangis menjadi bumbu yang tak kalah menarik di tengah ketatnya persaingan yang terjalin diantara para kontestan.

Sedikit flashback, berik memilih 10 momen paling dikenang dari X Factor Indonesia musim pertama versi Bintang Online. Apa sajakah?

fatin-grened

"Grenade" Fatin Shidqia
Anda tentu tak akan lupa saat momen Fatin Shidqia Lubis membawakan lagu "Grenade" milik Bruno Mars di babak audisi. Momen tersebut menjadi titik balik kesuksesan dara berjilbab ini. Sejak momen tersebut Fatin sukses menyabet perhatian publik lewat warna suaranya yang khas, komplet dengan tampang polosnya. Suasana kembali heboh ketika video audisinya diunggah ke situs Youtube dan berhasil membukukan 2 juta viewers hanya dalam waktu singkat. Bahkan kemudian video tersebut diunggah ke situs resmi Bruno Mars. Fatin lantas menjadi kontestan yang mendulang popularitas tertinggi. Basis penggemarnya pun tersebar di mana-mana, tercatat lebih dari 20 akun Twitter dibuat dengan mengatasnamakan Fatin lovers.

Dicky

Eliminasi Dicky Adams yang mengejutkan
Baru saja memulai 2 episode perdananya tampil secara live di televisi, X Factor Indonesia sudah dipenuhi kontroversi. Secara mengejutkan kontestan bersuara unik, Dicky Adam Siregar tereliminasi di Gala Show putaran pertama. Padahal Dicky dinilai sebagai kontestan yang memiliki faktor X yang tinggi lewat penampilan dan karakter suaranya yang nyentrik. Salah satu penyebabnya, Rossa sebagai dewan juri tidak menggunakan hak veto-nya untuk menyelamatkan anak didik Anggun tersebut. Berselang beberapa saat, akun Twitter Rossa pun menjadi sasaran tembak publik yang tak terima Dicky tereliminasi.

Bebi Romeo

Jargon Bebi Romeo
Di antara keempat juri yang ada. Bebi Romeo bisa dibilang sebagai juri dan mentor yang paling kreatif melayangkan jargon-jargon andalannya. Setidaknya ada dua jargon yang paling melekat di benak pemirsa. Kalimat "Papa Bangga Sama Kamu" yang kemudian disingkat PBSK dan "Rampookk..." tak pernah absen mengiringi gaya judging-nya. Bahkan ia pun mantap menfatwakan dirinya dengan sebutan "Papa" bagi anak-anak didiknya.

Nu Dimension

Nu Dimension "wardrobe malfunction"
Masih ingatkah dengan polah Ryan dan El? Secara berturut-turut pada Gala Show ke-7 dan ke-8, kedua personil Nudi ini memberikan tontonan yang cukup mengundang gelak tawa. Pertama saat Nudi mengusung sejumlah dancer seksi untuk mengiringi aksi panggung mereka, secara tak disengaja resleting celana milik Ryan pun melorot. Beruntung Bebi Romeo melihat kejadian itu sebelum sempat tersorot oleh kamera. Yang kedua, saat El lupa mengganti sepatunya di atas panggung. Warna sepatunya yang berbeda dengan dresscode yang dikenakan ketiga temannya terlihat mencolok dan mengundang perhatian juri untuk berkomentar. "Pakai putih sih gak apa-apa asal jangan jelek gitu dong," celetuk Ahmad Dhani, sang mentor, tak kuasa menahan rasa malunya.

Bebi Romeo, dhani

Perdebatan panjang Bebi Romeo dan Ahmad Dhani di meja juri
Kedua juri ini ibarat dua kutub yang berlawanan. Bebi yang tak pernah lepas dengan gaya seriusnya dan idealisme bermusiknya yang tinggi. Sementara Ahmad Dhani dengan gaya menjurinya yang terkesan slengean, pola pikirnya pun cenderung berpihak pada kepentingan industri. Alhasil jika kedua orang ini dipertemukan, perdebatan panjang tak pernah lepas menghiasi meja juri dan menjadi konsumsi publik yang cukup mengundang perhatian. Belakangan diakui Bebi, lantaran perdebatannya dengan Dhani itulah justru membuat rejeki datang mengalir.

Alex Rudiart

Kontroversi eliminasi Alex Rudiart
Dua kali Alex Rudiart tereliminasi, dua kali pula juri turut di-bully. Bebi Romeo, Rossa, dan Ahmad Dhani menjadi sasaran tembak bagi mereka yang tak terima kekasih Novita Dewi itu tereliminasi lebih dini. Sebelum masuk babak 13 besar, Bebi yang tak meloloskan Alex ke babak Gala Show mendapatkan serangan bertubi-tubi dari publik hingga akhirnya Alex kembali melenggang dalam formasi 13 besar. Kejadian kembali terulang. Pada Gala Show putaran ketujuh, secara tak terduga Alex tereliminasi karena Rossa dan Dhani yang lebih menggunakan hak vetonya untuk memilih Gede Bagus yang saat itu menemaninya masuk bottom two. Mudah ditebak, tak lama berselang kontroversi kembali memanas. Dhani dan Rossa tiba-tiba mendapat serangan publik. Akun Twitter kedua juri ini pun dipenuhi dengan kata-kata hujatan dari para netizen.

Anggun

Pesona Anggun
Masuknya Anggun dalam deretan dewan juri cukup memberikan angin segar bagi kontes menyanyi ini. Selain kritis, diva kelas internasional ini selalu menyajikan tren yang tak kalah menarik. Anda pasti hafal betul dengan lengkingan khasnya saat memanggil nama anak didiknya. "Gede Baguuussss..." begitulah kira-kira gayanya. Tak hanya itu, wanita berkulit sensual ini tak pernah absen menjinjing kipasnya ketika beraksi di meja juri. Banyak yang mengganggap aksinya tersebut sebagai salah satu triknya untuk mempromosikan sebuah local brand. Namun belakangan ibu satu anak ini mencoba memberikan alibinya. "Di atas panggung dan disorot lampu dari berbagai arah itu panas, lho. Makanya saya selalu bawa kipas," kilahnya beberapa waktu lalu.

Rossa

Gaya judging dan mentoring Rossa
Berlawanan dengan Anggun yang terlihat begitu piawai dan tak diragukan kemampuannya dalam bermusik. Bagaimana dengan Rossa? Banyak orang berpendapat kapabilitasnya sebagai juri dan mentor layak dipertanyakan mengingat track record yang ditorehkannya selama musim pertama X Factor Indonesia. Rossa dianggap sering gagal memilihkan lagu bagi anak didiknya, Fatin Shidqia. Ujungnya performa Fatin kian merosot di pertengahan Gala Show. Tak hanya itu, sebagai juri Rossa kerap dianggap plin-plan dalam mengambil keputusan, ditambah dengan tawa cekikikan panjangnya di meja juri. Meski demikian peran Rossa tentu tak bisa dianggap remeh. Janda Yoyo Padi ini dianggap dapat melumerkan ketegangan saat berada di meja juri. Selain itu ia adalah salah satu mentor yang memiliki kedekatan ekstra dengan anak-anak didiknya.

ryan Nu Dimension

Ryan Nu Dimension Bicara Tak jelas ke Mika
Beberapa episode belakangan, X Factor Indonesia kerap mengusung penyanyi-penyanyi internasional ke atas panggung Gala Show. Yang cukup menyita perhatian adalah penampilan Mika yang melibatkan kolaborasinya bersama 3 besar kontestan. Usai menyanyikan lagu "Easy, Take It Easy" Ryan Nudi diminta host Robby Purba menyampaikan langsung kesan-kesannya kepada Mika. Secara tak terduga, Ryan justru grogi dan tergagap saat berbicara dalam bahasa Inggris hingga kalimatnya tersendat-sendat. Robby dan Mika pun berusaha memahami perkataan Ryan. Sebagai host yang tanggap, Robby kemudian menutup perkataan Ryan dan mengalihkannya kepada Novita Dewi. Beruntungnya Novita dapat berbicara bahasa Inggris dengan lancar. Ryan oh Ryan...

fatin nangis

Fatin Lupa Lirik dan Menangis
Saat membuka penampilan perdananya di babak Road to Grand Final X Factor Indonesia, kejadian tak terduga menimpa Fatin Shidqia. Kontestan berjilbab ini lagi-lagi lupa melafalkan lirik. Namun kali ini kesalahannya dianggap cukup fatal. Saat membawakan lagu milik Lenka berjudul "Everything At Once", dara berusia 16 tahun ini tiba-tiba terdiam di pertengahan lagu. Tak hanya sekali, untuk kedua kalinya ia kembali terdiam. Begitu penampilannya usai, Fatin membuat suasana menjadi dramatis. Secara tak terduga, Fatin meneteskan air matanya dan lantas menangis di pelukan Rossa tepat waktu masih berada di atas panggung. Entah bonus ataupun bukan, yang jelas berkat tangisannya tersebut ia terselamatkan oleh kritikan pedas dewan juri. Selepas penampilannya, tak ada satupun juri yang berkomentar negatif. Hanya sepatah kalimat terselip di balik komentar Bebi Romeo, "Ini X Factor bukan Idola Cilik," ucapnya yang kemudian dibalut dengan kalimat lain yang berusaha membesarkan hati Fatin.

(nana/ade)