5 Sinetron Stripping yang Diangkat dari Film Layar Lebar

Film-sinetron-stripping
TABLOIDBINTANG.COM -

 

THE Series. Embel-embel ini belakangan ditemukan pada beberapa judul sinetron harian yang tayang di layar kaca.

Imbuhan the series biasanya digunakan untuk sinetron yang diangkat dari layar lebar. Kadang istilah the series juga menyertai judul sinetron yang diangkat dari FTV (film televisi), seperti Tukang Bubur Naik Haji atau Cinta Bersemi di Putih Abu-abu.

Saat ini, kebanyakan sinetron harian yang diangkat dari film layar lebar, merupakan adaptasi dari novel. Fenomena ini sudah ada di era 90-an. Contoh: Lupus, dan Olga dan Sepatu Roda. Dari novel laris, menuju layar lebar, kemudian muncul versi serial TV.

Era 2000-an, sejumlah film laris hadir dalam format serial TV, di antaranya; Ada Apa dengan Cinta, Virgin, dan Arisan.

Tentu selalu ada pro dan kontra. Tak sedikit penggemar fanatik film layar lebar yang menganggap versi sinetron merusak kenangan mereka. Namun usia sinetron, mayoritas ditentukan oleh rating. Ketika hendak diluncurkan pada tahun 2003, produser merencanakan membuat sebanyak 104 episode serial TV Ada Apa Dengan Cinta. Nyatanya sinetron ini berakhir di episode 84.

Tren yang terjadi saat ini, tidak harus film fenomenal dengan jutaan penonton yang diangkat ke serial TV. Film-film kurang dari satu juta penonton, bahkan tidak masuk dalam top 10 box-office tahunan, bisa muncul versi sinetronnya. Pengamatan kami, film-film yang dibuat versi sinetron adalah film yang ketika tayang di TV mendapat rating dan share tinggi.

Apa saja sinetron stripping yang diangkat dari film layar lebar? Berikut kami tampilkan urut sesuai abjad.


BIDADARI BIDADARI SURGA

Bidadari Bidadari Surga (BBS), film Starvision rilisan 2012. Diangkat dari novel karya Tere Liye, film ini memasang Nirina Zubir sebagai pemeran Laisa, wanita dengan fisik yang kurang rupawan namun menjadi pahlawan bagi keluarga.

Ditilik dari segi box-office, film ini tak masuk 10 besar film terlaris 2012. Namun ketika tayang di SCTV, meski rerun, BBS mampu meraup share di atas 20%.

Baik versi film dan sinetron sama-sama disutradarai Sony Gaokasak, dan diproduksi Starvision. Namun susunan pemain dirombak total. Tika Bravani menggantikan posisi Nirina sebagai pemeran Laisa. Selain itu, versi sinetron BBS didukung pemeran tampan dan cantik yang kerap wara-wiri di FTV; Chris Laurent, Fandy Christian, Angelica Simperler, Kevin Julio, Kimberly Ryder, dan banyak lagi. Pengamatan kami pada minggu pertama, BBS versi sinetron menampilkan setting pedesaan yang memanjakan mata.

Oya, BBS versi sinetron tidak memakai embel-embel The Series dalam bumpernya.


HEART SERIES 2

Dirilis tahun 2006, film drama Heart berhasil mengharubiru 1,3 juta penonton bioskop. Selain akting apik Nirina Zubir yang berbuah piala FFI, Heart berhasil membuat Acha Septriasa dan Irwansyah menjadi idola remaja saat itu.

Tahun 2007, hadir Heart Series, sinetron mingguan yang tayang di SCTV. Cerita dimulai sejak masa kanak-kanak Rachel, Farel, dan Luna. Mendapat respon yang positif pada fase kanak-kanak, tapi mengalami penurunan rating ketika masuk fase remaja.

Desember 2012, SCTV menayangkan ulang Heart Series dengan sistem stripping. Responnya luar biasa. Mampu menembus 5 besar, padahal tayang 17.00 WIB, yang belum termasuk primetime.

SCTV-Starvision gerak cepat dengan membuat Heart Series 2 (2013), yang fokus pada fase remaja. Adipati Dolken dan Yuki Kato memerankan Farel dan Rachel. Ratingnya pun cukup baik, bertahan 91 episode.


KETIKA CINTA BERTASBIH: SPESIAL RAMADHAN

Ketika Cinta Bertasbih (KCB) merupakan novel laris karya Habiburrahman El Shirazy. SinemArt mengadaptasi ke layar lebar pada tahun 2009. Film dibagi jadi dua jilid, masing-masing mendapatkan 3,1 juta dan 2 juta penonton.

Tahun 2010, hadir versi sinetron berjudul KCB: Spesial Ramadhan, yang ceritanya kelanjutan dari film KCB 2. Ratingnya terbilang stabil di 3 besar. Kesuksesan ini membuat SinemArt menghadirkan KCB: Meraih Ridho Ilahi pada awal 2011, dan Dari Sujud Ke Sujud pada Ramadhan 2011, di mana Kang Abik masih bertanggung jawab pada pembuatan cerita.

Karakter asli seperti Azzam, Anna, Furqan, dan Husna, dipertahankan dalam versi sinetron, dengan pemeran sama. Namun masuk pula karakter-karakter baru yang dibintangi aktris andalan SinemArt, seperti Yasmine Wildblood (KCB Spesial Ramadhan), serta Marshanda dan Asmirandah (Dari Sujud Ke Sujud).


SURAT KECIL UNTUK TUHAN: THE SERIES

Tahun 2011, film Indonesia mendapat respon dingin dari penonton bioskop. Hanya perlu 748 ribu penonton, film Surat Kecil Untuk Tuhan (SKUT) mampu memuncaki perolehan box office tahun itu. Ketika film produksi Skylar Pictures tayang di RCTI, ratingnya cukup baik. Kini Anda bisa melihat versi sinetronnya setiap sore pukul 18.00 WIB di stasiun TV yang sama.

Uniknya, SKUT The Series bukan produksi Skylar Pictures, melainkan SinemArt. Formasi awal, sinetron ini diperkuat Nikita Willy, Rezky Aditya, dan Giorgino Abraham. Belakangan Rezky keluar karena bergabung di Putri Nomer Satu. Masuk karakter baru yang dibintangi Morgan Oey dan Glenn Alinskie.

Dalam credit title, ditulis SKUT The Series merupakan adaptasi bebas dari novel berjudul sama karya Agnes Davonar. Saat tulisan ini dibuat, SKUT The Series terbilang stabil di 5 besar rating harian. Jika performanya stabil di 5 besar, bukan tak mungkin adaptasinya semakin bebas demi memperpanjang cerita.


TENDANGAN DARI LANGIT: THE SERIES

Film Tendangan Dari Langit (TDL) rilis jelang momen libur Lebaran 2011. TDL mengumpulkan 491 ribu penonton. Selain pada tahun tersebut penonton film Indonesia lesu, TDL kalah saing dengan sesama film Lebaran; Get Married (563 ribu) dan Di Bawah Lindungan Kabah (520 ribu).

Namun ini tak menyurutkan niat SinemArt-RCTI membuat versi serial. Yosie Kristanto, dipertahankan sebagai pemeran utama. Namun dari segi cerita dan karakter, TDL The Series mengalami perombakan total.

TDL The Series memadukan sepakbola dengan seni bela diri—hal yang tak terdapat di versi filmnya. Respon penonton terbilang adem ayem. Sempat terlempar dari 20 besar, TDL The Series hanya bertahan 24 episode dengan masa tayang kurang dari 1 bulan.

(ray/yb)