Miss World, dari Kontes Bikini Jadi Tanpa Bikini

MISS-WORLD-BIKINI-facebook
Kontestan loma bikini di ajang Miss World (dok. Huffington Post)
TABLOIDBINTANG.COM -

 

MISS World merupakan kontes kecantikan tertua dan bertahan paling lama hingga kini--lebih tua setahun dari Miss Universe.

Ajang bergengsi ini dicetuskan pertama kali oleh Eric Morley pada tahun 1951 dan ketika meninggal dunia pada tahun 2000, diteruskan oleh sang istri, Julia Morley.

Berbasis di London, Inggris, Miss World termasuk dalam "Big Four International Beauty Pageants" bersama kompetisi lainnya yakni Miss Universe, Miss International dan Miss Earth.

Pada mulanya, ajang ini bermula dari Festival Bikini Contest yang memamerkan rangkaian pakaian renang. Berkat media, acara ini kemudian disebut-sebut sebagai "Miss World" yang akhirnya membuat Eric Morley memutuskan meresmikan nama ini sebagai acara rutin tahunan, demikian dijelaskan situs resmi Miss World.

Bikini memang salah satu atribut yang melekat erat dengan Miss World dan kontes kecantikan lainnya. Perhelatan yang pertama kali diadakan lebih dari enam puluh tahun silam, bahkan memakaikan mahkota pertama pada pemenang Miss World yang pada saat itu mengenakan bikini hingga akhir sesi.

Sesi bikini menjadi salah satu bagian acara yang dinantikan banyak penonton, entah karena tertarik melihat lekuk tubuh para wanita cantik ini, atau ingin mengamati beragam desain two-piece swimsuit yang biasanya memang menarik dan fashionable.

Selama 62 kali penyelenggaraan Miss World, bikini selalu disertakan sebagai sesi penting yang dinilai oleh para juri untuk menentukan pemenang, namun untuk penyelenggaraan Miss World ke-63 perubahan signifikan akhirnya terjadi.

Tahun ini, Indonesia dinobatkan sebagai tuan rumah untuk pertama kalinya. Tak hanya itu, negara berpenduduk lebih dari 242 juta jiwa menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang diberikan kesempatan emas ini.

Namun, mempertimbangkan Indonesia sebagai salah satu negara berpenduduk muslim terbanyak, pihak penyelenggara Miss World 2013 kali ini dibuat beda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya karena menghapus dan meniadakan sesi bikini.

Nana Putra, Managing Director Programming & Production MNC pun menjelaskan, keputusan untuk tidak melibatkan sesi bikini sudah direncanakan tidak akan disertakan sejak awal pembahasan bersama Miss World Organization.

"Sejak pertama kali membahas Miss World, kami sudah melakukan negosiasi dengan Miss World Organization. Kami meminta adanya fleksibilitas sehingga tidak akan ada sesi bikini. Bukan karena ada yang protes, tapi sudah masuk ke dalam pembicaraan," jelas Nana saat konferensi pers di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Rabu (4/9).

Sebagai gantinya, bikini akan disubstitusi oleh penggunaan kain sarung Bali.

Tentu ini akan menjadi sesuatu yang sangat berbeda.

Namun dengan slogan yang disusung "Beauty With a Purpose", hal ini dapat menjadi suatu bukti nyata bahwa cantik tak sekedar dilihat dari penampilan fisik dan bentuk tubuh.

Penggunaan kain Bali ini diharapkan dapat menonjolkkan sisi budaya, kecantikan alami, kepribadian dan pengetahuan yang terpancar dari masing-masing kontestan, sekaligus memberikan solusi terbaik untuk menengahkan kontroversi yang akan dan sudah timbul dari berbagai pihak.

Dengan hilangnya sesi bikini, ini akan membuka kesempatan bagi Indonesia untuk mempromosikan kebudayaan Tanah Air dan menonjolkan inner beauty para kontestan.

Miss World 2013 Indonesia akan mencetak sejarah penting dalam 63 tahun perjalanan Miss World dan menjadi pelopor perubahan yang selama ini tidak pernah terjadi sebelumnya.

Ini menjadikan Indonesia sebagai negara pertama yang mampu mengubah tradisi Miss World yang melekat erat dengan pemandangan banjir bikini.

Mengutip pepatah Winston Churchill, "There is nothing wrong with change, if its in the right direction."

Begitupun dengan perubahan signifikan yang terjadi di Miss World tahun ini, jika demi tujuan yang baik, seharusnya kita menerimanya dengan pikiran yang terbuka.

(tika/ade)