Ditinggal Mat Solar, Rating "Tukang Bubur Naik Haji" Tetap Bagus (Apa Rahasianya?)

MAT-SOLAR- Ryn1
Mat Solar (Foto:Ryan/BI)
TABLOIDBINTANG.COM -

HILANGNYA tokoh Sulam yang diperankan Mat Solar tak urung sempat membuat kru khawatir akan dampaknya pada perolehan rating Tukang Bubur NaikHaji (TBNH): The Series.

Tapi alih-alih turun, rating sinetron yang dibidani H Ucik Supra ini malah mengalami naik. Bahkan sudah beberapa minggu ini selalu bertengger di peringkat pertama.

Apa rahasianya? Terletak bukan pada salah satu aktor atau tokoh, melainkan pada alur cerita yang mengangkat kehidupan masyarakat sehari-hari.

Menonton sinetron ini seperti berkaca pada kehidupan sehari-hari, yang di dalamnya termasuk perilaku negatif kita. Suka pamer, kebaikan yang palsu dan pamrih, ingin dipuji. Hebatnya, penulis senior Imam Tantowi yang sudah banyak melahirkan film dan sinetron berkualitas ini menyuguhkan semua itu dengan ringan dan jenaka.

Lewat sinetron ini kita bisa menertawakan diri kita sendiri. ”Karena mengangkat persoalan sehari-hari di masyarakat, penonton terbawa alur cerita serial ini. Misalnya ada ketua RW atau pengurus masjid yang korupsi, sok pamer dan pintar serta ingin dipuji. Serial ini cermin dari masyarakat kita,” ulas Latief Sitepu, pemeran Muhidin.

Yang membuat Latief nyaman bermain di serial ini, tidak ada tokoh antagonis yang membelalakkan matanya.

“Makanya serial ini penggemarnya dari berbagai usia dan kalangan. Dari kelas atas hingga masyarakat lapisan bawah. Di lokasi syuting, sering kali datang penggemar serial ini dari kalangan atas dan mengaku baru kali pertama menonton sinetron, ya sinetron Tukang Bubur Naik Haji ini,” urai kakek beberapa cucu yang gagah di usia 71 tahun.

Andi Arsyil Rahman (pemeran Robby) dan Rico Tampatty (Pak Nur) turut memuji kelihaian sang penulis dalam meracik konflik sehari-hari sehingga menarik ditonton. “Drama yang disuguhkan ringan dan tidak dibuat-buat. Hanya di serial ini penonton bisa tertawa dan kadang larut dalam kesedihan,” ucap Andi Arsyil.

(ej/adm)