Digitalisasi Arsip Sinematek, Nonton Film Lawas Kini Lebih Praktis

Konferensi Pers sinematek alih-media film lawas ke dalam format digital
Kepala Yayasan Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail (PPHUI) Djonny Syafruddin SH (kiri), WamendibudWiendu Nuryati (tengah), dan Ketua Sinematek Abdisoerya Abdi (kanan)
TABLOIDBINTANG.COM -

SINEMATEK Indonesia bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI melakukan penyelamatan arsip film-film nasional.

Sekitar 500 film yang ada dalam koleksi sinematek di alih-mediakan ke dalam format digital.

Cara ini, akan memudahkan masyarakat untuk menyaksikan film-film pilihannya, terutama film lawas.

"Kami menyikapi kondisi kekinian, yakni teknologi berbasis komputer dan internet. Selama ini, kalau mau nonton masih pake VHS atau Betamax. Pilih film secara manual. Kali ini data film dimuat dalam server. Cukup pilih menu, klik judul, bisa langsung nonton," jelas Adisoerya Abdi, Ketua Sinematek, dalam jumpa pers di Pusat Perfilman H. Usmar Ismail (PPHUI), Kuningan, Jakarta, Selasa (2/4).

Untuk tahap pertama, ada 29 judul film yang sudah rampung dibuat dalam versi digital. Keseluruhan koleksi yang ada ditargetkan selesai dalam lima tahun ke depan.

Selain meremajakan program pengarsipan, Sinematek juga tengah mempersiapkan sistem baru yang memungkinkan film-film koleksinya bisa dinikmati lewat perangkat komunikasi tanpa kabel.

"Kami sedang persiapkan sistem agar bisa disaksikan dimana saja, dengan perangkat gadget apa saja. Butuh empat bulan untuk siapkan sistem itu," lanjut Adi.

Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Wiendu Nuryati, mengungkapkan bahwa pemerintah menganggarkan lebih 200 miliar rupiah per tahun untuk kelancaran program ini.

Wiendu berharap, semakin mudah akses masyarakat dengan koleksi film Sinematek, semakin bisa menghidupkan perfilman nasional.

"Tujuannya, sedekat mungkin dengan masyarakat. Dengan begitu akan tumbuh penelitian-penelitian dalam perfilman. Itu sangat penting untuk peningkatan kualitas," paparnya.

Adapun persyaratan film-film yang digitalisasi adalah film yang memiliki bobot pada zamannya, mewakili fenomena tertentu pada zamannya, memiliki keunikan sebagai suatu karya seni, dan bisa membangkitkan inspirasi dan punya pengaruh dalam bidang tertentu.

Berikut ini 29 Judul film koleksi Sinematek Indonesia yang sudah didigitalisasi:

1. Tie Pat Kai Kawin (1935)
2. Antara Bumi dan Langit
3. Darah Dan Doa (The Long March)
4. Pagar Kawat Berduri
5. Violeta
6. Penjeberangan
7. Matjan Kemajoran
8. Dibalik Tjahaja Gemerlapan
9. Nji Ronggeng
10. Apa Jang Kau Tjari Palupi
11. Si Pitung
12. Wadjah Seorang Laki-laki
13. Si Doel Anak Betawi
14. Ambisi
15. Atheis
16. Senyum Di Pagi Bulan Desember
17. Jakarta Jakarta
18. November 1828
19. Pengemis dan Tukang Becak
20. Sorta
21. Halimun
22. Kembang Kertas
23. Matahari Matahari
24. Beri Aku Waktu
25. Ibunda
26. Naga Bonar
27. Nyoman Cinta Merah Putih
28. Ramadhan dan Ramona
29. Fatahillah

(ari/gur)