Ajarkan Kekerasan Pada Anak, "Si Biang Kerok Cilik", Dikategorikan Tayangan Bermasalah

si-biang-kerok-cilik
TABLOIDBINTANG.COM -

KOMISI Penyiaran Indonesia (KPI), Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), dan Lembaga Independen Remotivi, merilis tayangan-tayangan televisi yang dinilai "berbahaya", khususnya bagi anak-anak.

Dari beberapa tayangan yang dipantau, ketiga lembaga tersebut menemukan titik kesalahan paling banyak pada sinetron "Si Biang Kerok Cilik" SCTV.

Poin utama kesalahan adalah pemuatan unsur kekerasan yang sangat berpotensi ditiru oleh anak-anak.

"Dipantau 7 episode dari 24 Desember 2012 hingga 30 Desember 2012, kami menemukan 49 adegan kekerasan fisik dan 85 kalimat dialog kekerasan verbal," papar Nurvina Alifa, koordinator advokasi Remotivi, saat jumpa pers di kantor KPAI, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (25/4).

"Di situ juga ada jastifikasi kalau kekerasan itu dibenarkan. Guru hanya jadi bahan tertawaan," imbuhnya.

Sebagai tindak lanjut KPI berkoordinasi dengan KPAI untuk melakukan konfirmasi terhadap stasiun tv maupun rumah produksi yang bersangkutan.

"Tayangan ini bermasalah, bulan Januari lalu kami panggil mereka. Kami minta ubah salah satu karakter tersebut untuk diganti. Kami lihat perbaikan itu ada, walaupun tetap ada masalah," tutur Nina M. Armando, Komisioner Bidang Isi Siaran KPI.

Nina juga menyebutkan beberapa tayangan anak lainnya yang juga dalam pantauan KPI. Di antaranya, "Tendangan si Madun", "Naruto", dan "Spongebob".

"Ini program yang banyak ditonton anak-anak. Ada juga beberapa tayangan yang kami bahas khusus selama tiga bulan ini, yaitu 'Suka-suka Nizam', 'Little Miss Indonesia', dan 'Yang Muda Yang Bercinta'," sebutnya.

(ari/gur)