Rayakan HUT Jakarta, Panggung Megah Dibuat di Depan Monas

jokowi-monas-seno9
Jokowi memantau konsep panggung HUT Jakarta tahun 2013. (foto: Seno/BION)
TABLOIDBINTANG.COM -

PERAYAAN HUT DKI Jakarta ke-486 tahun ini akan lebih spektakuler, berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Berbeda karena HUT kali ini akan dimeriahkan drama musikal tari kolosal bernuansa Betawi terbesar besutan Atilah Soeryadjaya, melibatkan 200 penari, 120 musisi dan panggung out door terbesar yang pernah ada di Indonesia.

Untuk memastikan kesuksesan pagelaran ini, Jay Subyakto selaku penata artistik telah menyiapkan konsep panggung megah dan spektakuler.

Panggung megah ini memiliki panjang 72 meter dan lebar 48 meter. Panggung dibuat tiga level. Level pertama panggung bagian depan setinggi 3 meter, level kedua 7 meter dan level ketiga 10 meter.

Panggung Musikal Tari Kolosal ini akan dibuat setinggi Monas guna mengimbangi kemegahan simbol kota Jakarta itu. Bagi Jay, membuat panggung di Monas tidak boleh sembarangan.

Panggung yang diperkirakan akan sangat megah tersebut sengaja dibuat tiga level, mengimbangi body Monas yang terdiri dari tiga bagian, yaitu cawan, tugu dan emas berbentuk jilatan api bagian paling atas.

"Begitu kita membuat panggung di Monas, Monumen Nasional ini harus menjadi bagian. Tidak sembarangan kita bisa membuat panggung di depan Monumen Nasional," ucap Jay pada sejumlah wartawan dalam sesi konferensi pers di Balai Kota, Rabu (15/5) malam.

Untuk konsep lighting, Jay memastikan tidak akan ada pencahayaan dari depan atau belakang panggung yang berakibat pada ketidaknyamanan para penonton. Dan untuk mempermudah para penari dan musisi yang jumlahnya sangat banyak, pintu keluar para talent dibuat sebanyak 15 pintu.

Panggung selain wajib megah nan mewah, kata Jay, juga harus menyimbolkan sejarah kota Jakarta. Oleh karenanya, sebelum membuat konsep panggung, ia terlebih dahulu menelusuri sejarah kota Jakarta.

"Beberapa bidang panggung akan dibuat miring dengan sudut 15, 20 dan 35 derajat. Sudut-sudut ini mempunyai arti tersendiri bagi Monas dan pembangunan kota Jakarta. Jika kita tarik dari titik nol kota Batavia, dari Menara Syahbandar ke titi nol kota Jakarta yaitu Monas," jelasnya sambil menunjukkan konsep panggung.

Musikal tari kolosal ini akan dipentaskan pada 28-30 Juni 2013 pukul 19.00 WIB, bercerita tentang Ariah yang memperjuangkan kehormatan dan martabat kaum perempuan. Pagelaran tersebut dipastikan sangat meriah karena dari awal sampai akhir akan diiringi oleh komposer ternama, Erwin Gutawa.

Masyarakat Jakarta dipersilahkan menonton tanpa dipungut biaya. Asyik!

(man/ade)