SuckSeed: Box Office No. 1 di Thailand, Jakarta, dan Bandung

Suckseed
TABLOIDBINTANG.COM -

MASIH bingung memilih film yang akan ditonton weekend ini? Kami rekomendasikan 1 judul yang akan membuat Anda tersenyum sendiri.

Dua pekan lalu, kami sempat menulis tentang film Thailand yang menjadi angin segar di tengah lesunya film Hollywood di Indonesia. Blitz Megaplex dengan cerdas mengisi kekosongan blockbuster movies Hollywood dengan film-film negara tetangga ini.

Bila dulu hanya film horor Thailand menggentayangi, sekarang komedi romantis mendominasi. Paling heboh saat ini, SuckSeed.

Film Suckseed dirilis 17 Maret 2011 di Thailand. Langsung memuncaki box-office Thailand dengan perolehan US$ 707.760 di minggu pertama.

Selama dua minggu berturut-turut SuckSeed menjadi nomor 1, mengalahkan Just Go With It-nya Jennifer Aniston yang rilis pekan yang sama di Bangkok. Menurut Box Office Mojo, sampai 24 April 2011, SuckSeed sudah mengumpulkan pendapatan US$ 2,6 juta di sana.

Mengintip situs resmi Blitz Megaplex, saat ini SuckSeed menduduki peringkat 1 di Box Office Blitz Megaplex Grand Indonesia, Teras Kota, Central Park, Mall of Indonesia hingga Paris Van Java Bandung. Di Grand Indonesia, SuckSeed yang minggu lalu ada di posisi 12 melesat ke posisi 1.

Di sebuah forum diskusi, bahkan ada member yang menjual kaos bersablon logo film SuckSeed.

SuckSeed mengisahkan tentang 3 pecundang sekolah menengah: Ped (Jirayu La-ongmane), Koong (Pachara Jirathiwat) dan Ex (Thawat Pornrattanaprasert).

Mereka membentuk band dengan harapan bisa ikut kontes, menang dan populer. Nama band mereka SuckSeed.

Filosofi yang dicetuskan Koong, mereka yang suck (payah) bisa juga menjadi succeed (sukses). Makanya sengaja ditulis SuckSeed.

Film ini juga memiliki cerita cinta. Sejak jaman SD, Ped naksir Ern (Natcha Nualjam). Sewaktu pelajaran seni musik, Ped bingung harus bernyanyi apa.

Ern yang orangtuanya mengelola toko kaset, mengajarinya. Meski akhirnya Ped menyanyi dengan sangat fals.

Kejadian itu yang membuat Ped bertekad mendalami musik. Apalagi melihat Ern yang selalu membawa walkman ke sekolah.

Sayang, Ern pindah sekolah dari Chiang Mai ke Bangkok. Hendak mengucap selamat tinggal, Ped menelepon rumah Ern. Karena yang menerima telepon ayah Ern yang galak, Ped mengaku bernama Koong.

Menginjak SMA, Ern kembali ke Chiang Mai dan bersekolah di tempat yang sama dengan Ped, Koong dan Ex. Ketika Ped berencana menyatakan cinta, Koong terang-terangan mengejar Ern.

Ern yang juga gemar bermain gitar, bergabung di band milik Ped, Koong dan Ex. Namun setelah Koong menembak Ern, dan Ern menolak, Ern ‘dipecat’ Koong.

Ern bergabung dengan band milik Kay, idola sekolah yang juga kembaran Koong demi mengejar mimpinya.

Kisah cinta dalam SuckSeed ibarat sebagai bumbu pelengkap. Karakter dan persahabatan ketiga lelaki ini digambarkan dengan lebih detail.

Koong misalnya, memiliki kembaran bersama Kay yang selalu lebih populer. Kelompok music yang dibentuk Kay pun jauh lebih digemari gadis-gadis.

Ex yang anak pemilik bakery, memiliki ayah yang usil. Sang ayah bahkan tanpa malu menceritakan kebiasaan masturbasi Ex ketika teman-temannya bertamu.

Film ini banjir cameo band kenamaan Thailand. Lagu-lagu yang pernah hits di negeri Gajah Putih itu juga dibawakan kembali oleh artis pendukungnya.

Segala sesuatu ditampilkan dengan detil. Lihat saja ketika SD, Ern membawa walkman. Lalu di SMA, nampak Ped remaja mendengarkan musik lewat discman. Ketika cerita lompat ke masa dewasa, Ped menikmati musik melalui iPod.

SuckSeed merupakan debut bagi bintang-bintang muda pendukungnya. Hanya Jirayu Laongmanee yang sudah membintangi beberapa film. Salah satunya juga sudah tayang di Indonesia, Phobia 2.

Di film horor ini, dia berperan sebagai anak yang dipaksa jadi bisu karena bandel. Kini anak itu telah tumbuh menjadi remaja yang menawan. Dijamin bikin klepek-klepek kaum hawa.

Seolah mengantisipasi antrean, jadwal film SuckSeed pun dilipatgandakan. Blitz Central Park hari ini (7/5) memutar di 2 auditorium dengan total 8 pertunjukan. Worth to watch.

(ray/gur)