Milli dan Nathan, Manisnya Bercinta Dengan Sang Mantan

milli-nathan
TABLOIDBINTANG.COM -

MILLI (Olivia) tertegun ketika Nathan (Chris) minta putus. Nathan beralasan telah diterima di fakultas teknik universitas negeri favorit di Jakarta. Ia ingin konsentrasi kuliah.

Sementara Milli meneruskan kuliah di Bandung. Tidak berapa lama kemudian, Milli hengkang dari kampus. Ia ingin jadi penulis. Novel pertamanya, Manusia Di Persimpangan, dirilis di Bandung. Debut Milli disambut hangat khalayak. Milli merayakan sukses bersama Asti (Sabai), Oji (Chacha), dan Oscar (Fendy).

Nathan hadir menyelamati. Ketika mengerjakan novel kedua, Milli datang ke rumah Nathan di Jakarta. Ia menginap. Malam itu, Milli meminta night kiss. Nathan mengiyakan. Awalnya, hanya night kiss. Lalu, keduanya berhubungan intim. Sejak itu, Nathan tidak pernah memberi kabar. Milli berharap, setelah hubungan fisik, Nathan mau menjalin cinta dengannya lagi.

Milli dan Nathan (MDN) sebenarnya drama dewasa. Poster yang mengindikasikan film ini sekadar drama ABG segera luntur setelah menyaksikan filmnya. Genre semacam ini bukan baru buat Titien. Ia pernah menulis From Bandung With Love (Richard Kevin, Marsha Timothy, 2008), drama lajang dengan gaya bertutur dan mood mirip MDN. Alurnya perlahan, penuturannya detail.

Titien memulai MDN dengan aktivitas sehari-hari keluarga besar Milli dan Nathan. Lengkap dengan tabiat dan bagaimana ayah, ibu, opa, kakak, adik, hingga pembantu berlaku. Lalu, fokus cerita mengerucut pada hubungan Milli dan Nathan atau Milli dan teman-teman. Seperti di From Bandung, Titien ceriwis berfilosofi tentang cinta, hidup, sedih, dan duka.

Tiga kali, Titien menekankan sedih dan duka ada dalam satu paket. Sekali, ia menyamakan cinta dengan ritual minum kopi. Celakanya, filosofi cinta dan kopi ini pernah dipakai Titien dalam film sebelumnya. Selebihnya, MDN memperlihatkan ketelitian Hanny memapar cerita tanpa keluar dari visi penulis. Ini tentang jalinan cinta wanita dengan mantan. Tentang bagaimana wanita menimang pilihan untuk menentukan masa depannya. Dan sepotong tragedi yang dialami keduanya.

Biasanya, pertemuan cinta dan tragedi melahirkan megadrama dengan akhir banjir air mata dari pihak penonton. Hanny tidak mau terjebak dalam teknik yang pernah digunakannya dalam trilogi cinta tempo hari. Beruntung, Titien menulis skenario dengan nada optimistis, yang menjadikan ujung MDN terkemas lebih realistis. Logis.

Departemen supporting actors pun mampu mengimbangi ritme permainan duet Olivia dan Chris yang baru sekali tampil di layar lebar. Terutama Sabai yang sangat jeli memanfaatkan porsi perannya sebagai teman. Ia tampil cuek, blakblakan, dan natural. Yang luput dari perhatian Titien barangkali, lupa menjelaskan siapa Kevin. Karakter ini sekonyong-konyong datang, menjadi alternatif pilihan. Padahal dari awal, Titien susah payah menjelaskan betapa dua karakter utama MDN sosok berprinsip. Tidak gampang berganti haluan. Juga, hubungan Nathan dan ibunya mengingat di awal film, Nathan menjadikan ibunya salah satu faktor menyudahi hubungan.

Pemain: Olivia Jensen, Chris Laurent, Sabai Morscheck, Chacha Rasidy, Fendy Chow
Sutradara: Hanny R Saputra
Penulis: Titien Wattimena
Produser: Frederica
Produksi: Falcon Pictures
Durasi: 110 menit

(wyn/ade)