Tanpa Luna Maya, Dewi Sandra, dan Olla Ramlan, 'Nada Cinta' Merosot

nada_cinta1
Luna Maya dan Dewi sandra di "Nada Cinta" (courtesy Indosiar)
TABLOIDBINTANG.COM -

HANYA dalam 1 episode, 5 karakter penting dalam sinetron Nada Cinta diceritakan meninggal dunia.

 

Nada Cinta episode 215 tayangan Sabtu (30/7) lalu menjadi salah satu episode penting dalam sinetron yang tayang di Indosiar itu.

Faris (Dicky Wahyudi) dan Rina (Dewi Sandra) akhirnya menikah. Nada dan Cinta (keduanya diperankan Mikha Tambayong) senang karena orangtua kandungnya akhirnya bersatu dalam ikatan pernikahan.

Namun hal ini mengundang amarah bagi Nia (Olla Ramlan). Mantan istri Faris ini tak rela Rina bahagia. Dia menculik Rina sesaat setelah pernikahan dilangsungkan. Rina yang dibakar emosi nekad membiarkan gas terbuka dan menyalakan pematik. Ledakan besar terjadi.

Pada episode 216 yang tayang Minggu (31/7) terungkap bahwa ledakan itu menewaskan Rina dan Nia, serta Cinta, Faris dan Susan (Luna Maya) yang coba menyelamatkan mereka.

Praktis ini menjadi episode terakhir bagi Dewi, Luna, Olla dan Dicky.

Mulai episode 217 yang tayang Senin (1/8), cerita berfokus pada kehidupan Nada yang kini yatim piatu. Malah di episode 218 yang tayang semalam, cerita lompat ke 5 tahun kemudian.

Nada Cinta adalah sinetron musikal yang memadukan konflik remaja dan keluarga. Awal-awal penayangannya, sinetron ini mencetak rating fantastis. Melihat rating 10 Februari 2011, sinetron ini ada di posisi 3 dengan TVR 5,6. Kala itu, Nada Cinta hanya kalah dari Putri Yang Ditukar dan Islam KTP.

Belakangan, sinetron ini tak seprima dulu sejak di jam tayang sama muncul animasi di MNC TV dan On The Spot milik Trans 7 yang berubah konsep dari acara video musik menjadi program dokumenter courtesy of Youtube.

Meski menurun di all-station, tapi Nada Cinta tetap rutin mengisi program top 3 Indosiar. Beberapa strategi sempat dicoba untuk menaikkan rating produksi MD Entertainment itu, termasuk tayang 2 episode dengan durasi 2 jam. Namun tidak terlihat perubahan signifikan, sehingga durasinya kembali normal.

Jika mengeliminasi 4 pemain sekaligus adalah strategi untuk kembali menaikkan rating, saya rasa ini keputusan yang cukup nekad. Tak bisa dipungkiri nama Luna Maya, Olla Ramlan, Dewi Sandra dan Dicky Wahyudi memiliki nilai jual tersendiri.

Kalau hanya memasang Mikha Tambayong dan Randy Pangalila, mungkin Nada Cinta hanya mampu memikat penonton remaja. Tapi kehadiran Luna Maya dan Olla Ramlan, tentu berpotensi membuat kaum Adam melirik sinetron ini. Apalagi ini jadi comeback Luna Maya pasca kasus video pornonya tersebar.

Kehadiran Dicky Wahyudi bisa mengobati kangen ibu-ibu. Nada Cinta juga menjadi pengalaman pertama Dewi Sandra bermain di sinetron harian.

Pasca 4 pemain ini hilang, jumlah penonton drop. Hari Jumat TVR-nya 3,3. Sabtu saat terjadi ledakan, TVRnya masih 3,2. Minggu, ketika karakter dinyatakan mati, drop jadi 2,3. Senin, TVR sedikit membaik jadi 2,5 dan semalam kembali di angka 2,3.

PH lain biasanya menambah pemain yang sudah punya nama agar rating sinetronnya naik atau supaya tetap stabil. Lihat saja Arti Sahabat (Rapi Films) yang menggaet Ari Wibowo dan Raffi Ahmad atau Anugerah (SinemArt) yang menggeret Jeremy Thomas, Miller dan Alice Norin.

Sementara Nada Cinta, menghilangkan pemain yang sudah punya fan base macam Luna Maya tentu keputusan berani, terlebih saat program Ramadhan baru menyerbu layar kaca.

Well, bisa jadi penurunan penonton ini dikarenakan jam tayangnya bebarengan waktu sholat tarawih. Penurunan TVR juga terlihat pada Putri Yang Ditukar yang tayang bersamaan.

Tapi angkanya tidak banyak, terbukti sinetron tayangan RCTI ini masih kokoh di 5 besar meski tayang 19.15. Demikian juga On The Spot yang masih mampu mengumpulkan TVR di atas 3,5 di jam tayang 19.15 -20.00 WIB.

Lalu apa terobosan yang perlu dilakukan agar Nada Cinta tidak semakin ditinggalkan penonton?

Ada baiknya memasukkan unsur religi, sesuai dengan momen Ramadhan. Kecuali ilustrasi musik yang belakangan menggunakan lagu tema sinetron Hikmah, belum ada aroma religi dalam Nada Cinta.

Lihatlah Anugerah, Putri Yang Ditukar dan Calon Bini. Meski bukan sinetron Ramadan, di promo terlihat pemainnya memakai busana Muslim. Formula ini terbilang sukses, Anugerah dan Putri Yang Ditukar masih stabil di top 5. Sementara Calon Bini, sharenya menembus angka 15.

(ray/gur)