"Binar Bening Berlian", Ketika Vandah Tak Lagi Menjadi Fadil-Kamila

BBB adegan---01
Asmirandah dan Jonas Rivano dalam salah satu adegan BBB.
TABLOIDBINTANG.COM -

TERLEPAS dari kandasnya jalinan asmara dengan Dude Harlino, pesinetron cantik Asmirandah boleh berbangga karena sinetronnya menjadi acara televisi paling banyak ditonton selama 3 hari berturut-turut.

Berdasarkan rating AGB Nielsen (ALL) pada Rabu (14/12), Binar Bening Berlian (3B) episode ke-5 masih menduduki peringkat 1 dengan TVR 5,9 dan share 21,4. Selisihnya cukup jauh jika dibandingkan penghuni nomor 2; Tutur Tinular Versi 2011 yang meraih TVR 4,6 dan share 18,8.

Well, terlepas dari pemberitaan putus cinta Dude-Andah, harus diakui bahwa 3B bukan menjadi sekadar reuni Jonas Rivanno-Andah. 3B memberikan karakter yang jauh berbeda buat Vanno-Andah jika dibandingkan dengan peran mereka di Kemilau Cinta Kamila (KCK) dulu.

Sebagai Berlian, Andah berhasil melepaskan diri dari imej Kamila. Anda tentu ingat betapa airmata Andah mengisi nyaris sebagian besar episode KCK. Di sini, Andah diceritakan sebagai cewek tomboy dan bersahaja.

Tak ada lagi muka memelas atau menye-menye ala Kamila Regina Putri. Berlian terlihat lebih nyablak, jutek, bahkan galak. Andah membuktikan tak hanya piawai membawakan peran sendu, tapi juga cewek kuat.

Vanno pun demikian. Jika di KCK ia berperan sebagai dokter Fadil yang terkesan serius dan berpenampilan formal, maka di 3B Vanno berubah menjadi Jack alias Jagoan dengan kesan bandel. Imej dandy Fadil luntur seketika dengan gaya bad boy Jack ketika jadi pencopet atau sopir angkot. Peran seperti ini terlihat lebih asyik dan pas diperankan oleh Vanno.

Pertemuan awal-awal mereka pun tidak bisa dibilang manis. Mulai Jack yang menabrak Berlian ketika lari dikejar massa akibat ketahuan mencopet, atau saat Berlian menyamar sebagai Bening untuk menemui Adam yang sebenarnya digantikan Jack.

Apakah chemistry Vandah sebagai Jack-Berlian bakal lebih melekat  di hati penggemar Vandah dibandingkan Fadil-Kamila?

Masih terlalu dini untuk menilai. Berbeda dengan KCK yang memang fokus pada perjalanan hidup Kamila, 3B memiliki konflik yang jauh lebih banyak dan rumit.

Mau tak mau, porsi Jack-Berlian harus berbagi dengan karakter-karakter lainnya. Bahkan penulis dan sutradara pun sepertinya tak mau membuat ceritanya mudah ditebak. Terbukti dengan dimunculkannya adegan manis antara Bening (Irish Bella) dan Jack sebagai kenek dan sopir angkot.

Tapi setidaknya, reuni Vandah dalam 3B bisa jadi pembelajaran bagi sinetron lain yang hendak memasangkan kembali pasangan onscreen. Berikan karakter dan cerita yang berbeda sama sekali dari yang pernah mereka bawakan sebelumnya, agar penonton tidak jenuh.

Bagaimana menurut Vandah Lovers, lebih menggetarkan chemistry Jack-Berlian atau Fadil-Kamila?

(ray/gur)