Jika Filmnya Tentang Kung Fu, Mengapa Diberi Judul 'The Karate Kid'?

karate_kid_i
TABLOIDBINTANG.COM -

SEEKOR lalat mengganggu Mr.Han yang sedang makan mie dengan sumpit. Tak mau diganggu ia mengincar lalat dengan sumpit di tangannya. Sampai di situ, kita pasti akan mengira lalat itu akan ditangkap dengan sumpit itu—persis seperti adegan khas film The Karate Kid asli rilisan 1984 lampau.

Waktu itu, Mr. Miyagi, diperankan Pat Morita, menangkap lalat dengan sumpit. Yang ini, Mr.Han, diperankan Jackie Chan, menepuk dengan raket penepuk.

Saya tersenyum waktu melihat olok-olok versi film baru terhadap film lamanya. Leluconnya kena.

[Spoiler alert! Buat yang tak ingin tahu cerita filmnya boleh meloncat 4 paragraf berikut]
 
Kisah film versi teranyar Karate Kid diawali dengan Dre Parker (Jaden Smith, putra aktor Will Smith), bocah 12 tahun, diajak ibunya (Teraji P. Henson) pindah ke China karena sang ibu harus bekerja di negeri Tirai Bambu itu dari Detroit. Di Beijing, ibukota China tempatnya tinggal kini, Dre tertarik pada seorang gadis bernama Mei Ying yang berlatih biola. Tapi, kehadiran Dre tak membuat senang Cheng, bocah jago kung fu di daerah tempatnya tinggal. Dre melawan, tapi Cheng terlalu tangguh baginya. Matanya lebam.

Dre ternyata satu sekolah dengan Meiying, dan juga Cheng. Setiap kali Dre mendekati Meiying, Cheng menghalangi dan menjadikannya objek bullying. Lama-lama Dre gerah dan membalas dengan melempar air kotor ke Cheng dan kawan-kawan. Dre kemudian dikejar sampai terpojok. Saat ia hampir jadi bulan-bulanan, muncul Mr.Han mempecundangi Cheng dan kawan-kawannya. Mr. Han, tukang reparasi di apartemen tempat Dre tinggal, tak tahunya jago kung fu.

Kemudian Dre diajak Mr.Han ke perguruan Cheng. Di sana, ia malah ditantang berduel. Mr.Han memberi solusi agar duel tak berlangsung hari itu, tapi lewat kejuaraan kung fu. Tantangan disetujui. Dre kemudian belajar kung fu pada Mr.Han.

Saat kejuaraan kung fu tiba, Dre bertemu Cheng di final. Tapi kaki Dre sudah terluka parah di pertandingan sebelumnya. Ia hampir mundur, tapi berkeras untuk bertarung. Dengan kaki pincang Dre tetap bertarung. Berkat jurus pamungkasnya Dre bisa mengalahkan Cheng. Ia jadi jawara kejuaraan kung fu. Hore… ketebak.

[Spoiler berakhir di sini]

Hm, ada yang aneh saat mencermati kisahnya waktu saya tonton film ini. Berasa dejavu. Kok, rasa-rasanya kenal ceritanya. Saya teringat kisah Karate Kid pertama yang dibintangi Ralph Macchio dulu. Kisahnya [come on, masak yang ini juga spoiler alert?] dimulai saat Danel Russo harus ikut ibunya pindah dari New Jersey ke California. Di situ, ia naksir dengan remaja cantik bernama Ali, tapi tak dibolehkan Johnny, jago karate dari perguruan Cobra. Daniel lantas jadi bulan-bulanan Johnny. Untung ada Mr.Miyagi yang menolongnya lalu mengajarinya karate. Johnny dan Daniel bertemu di kejuaraan karate. Dan persis tebakan semua penonton, Daniel yang menang.

Mirip, kan? Kemiripannya tidak hanya pada plot, tapi sampai ke perintilannya (dalam bentuk serupa tapi tak sama). Misalnya, di Karate Kid asli Mr.Miyagi mengajari Daniel karate lewat cara tak lazim, di suruh mengelap mobil dan mencat pagar. Di versi barunya, Dre disuruh memakai, membuka, menaruh ke bawah, dan menggantung jaketnya. Kegiatan sepele itu tak tahunya adalah jurus kung fu yang diajarkan pada Dre sebagaimana dulu Mr.Miyagi pada Daniel.

Lalu, balik ke pertanyaan yang jadi judul tulisan ini, kenapa judul filmnya Karate Kid dan bukannya Kung Fu Kid? Jika menontonnya dengan cermat, ada adegan Cheng memanggil Dre “Karate Kid”. Lalu, ada adegan pula Dre berlatih karate dari tayangan TV.

Apa karena itu saja maka judulnya The Karate Kid? Sebetulnya, tak sesederhana itu. Karate Kid adalah judul yang tepat karena film ini jelas-jelas mengambil plot sama persis dengan film aslinya—berikut perintilannya tadi. Biar agak beda dan tak sekadar remake buat ulang film usang, versi baru tak lagi mengambil karate sebagai unsur utama, tapi menggantinya dengan kung fu. Namun tetap saja, setiap jengkal dan nafas filmnya sama. Pendeknya, ini adalah remake seperti remake yang lain.

Menyoal filmnya, Karate Kid yang asli disebut-sebut Rocky versi remaja dulu. Jika Rocky meminjam olahraga tinju, Karate Kid pakai karate. Sudah begitu sutradaranya sama lagi, John G. Avildsen. Baik Rocky dan Karate Kid sama-sama menisahkan inisiasi seorang anak manusia dengan olahraga bela diri sebagai pendewasaan. Film pertama butuh hampir 2 jam untuk Daniel menjadi dewasa dan mengerti filosofi karate. Yang ini, butuh waktu lebih banyak: 2 jam dua puluh menit.

Ya, karena film ini tak hanya punya satu plot yang ingin diceritakan (ada sub plot soal Meiying yang juga menyita perhatian). Di beberapa saat, Anda mungkin mengantuk. Tapi secara keseluruhan filmnya menghibur. Sangat menghibur.

O ya, setelah mengecek IMDB, di China film ini diberi judul Gongfu Meng alias Kung Fu Dream. Di Jepang, judulnya The Best Kid. Di negara tempat lahirnya kung fu dan karate itu, mempertahankan judul The Karate Kid bukan langkah bijak. Untung di sini tak diganti The Silat Kid. Nanti malah makin ngawur.***

(ade/ade)

{JaThumbnail off}