Pocong Keliling: Mau Lihat Pocong atau Adegan Seks?

TABLOIDBINTANG.COM -

SETIAP kebudayaan punya versi hantu masing-masing. Di Barat, misalnya, ada hantu drakula yang sering digambarkan memakai tuksedo lengkap, karena jika ada orang meninggal di sana umumnya dipakaikan jas lengkap. Kemudian di Cina, hantu muncul dalam bentuk pegawai kerajaraan era Dinasti Ching karena (mungkin) ketika di kubur, pegawai kerajaan dimakamkan dengan pakaian lengkap begitu.

Nah, di Indonesia, hantu sering digambarkan dalam bentuk pocong. Mungikin karena dalam tradisi Islam, mayat dibungkus kain kafan putih dikikat di kedua ujung dan hanya disisakan wajahnya.

Masalahnya, jika meninggal tidak dibungkus kain kafan apa akan berwujud hantu pocong juga?

Ini persoalan logika dasar yang diabaikan film ini, Pocong Keliling. Biar saja Anda sebut kami spoiler, tapi film ini dibangun atas dasar kisah begini: sebuah kompleks perumahan baru diteror pocong yang setiap malam keliling kampung menakut-nakuti warga, ternyata pocong itu berasal dari mayat-mayat warga yang rumahnya dibakar setelah menolak lahan mereka dijadikan kompleks perumahan. Tapi, sineasnya tak jeli. Saat dikubur, mayat-mayat itu ditimbun begitu saja di satu liang lahat. Tidak dikafani, apalagi disholatkan.

Lha, kalau matinya begitu, kenapa pas jadi hantu berbentuk pocong?

***

Pocong Keliling dibesut Viva Westi, sutradara yang disebut murid Garin Nugroho. Westi, lulusan IKJ, tempat Garin mengajar, sudah membuat May (2008) yang dengan jujur menyoroti kerusuhan Mei 1998 berikut kisah etnis Tionghoa yang jadi korban perkosaan saat kerusuhan terjadi.

Melihat filmnya terdahulu, semula kami pikir film horor ini akan lain dari film horor yang sudah-sudah. Eh, tak tahunya, film produksi Maxima Pictures ini sama saja dengan film horor-mesum lainnya.

Film ini dibangun dengan racikan yang sama. Ada komedi konyol dari Yadi Sembako dan Daus Separo, ada a la investigasi dari Donita dan kameramannya (Adipati Dolken) yang mencari tahu fenomena pocong keliling. Dan terakhir, ada sejumlah artis seksi yang dikumpulkan dalam satu layar (Catherine Wilson, Indah Kalalo, Yeyen, dan bintang anyar Bella Nasyahab). Sebagai lawan jenis dari aktris seksi itu ada Indra Birowo, FAridsyah Zikri, dan Eric Scada.

Sebagai catatan tambahan, Bella yang artis anyar dituntut tampil lebih berani dengan menampilkan adegan mesum bersama Faridsyah Zikri (ya, ia paling beruntung dibanding pemain pria lain di sini). Keduanya jadi pasangan suami istri yang malam pertamanya ketuda trus gara-gara diganggu pocong. Namun, menonton adegan mesum mereka berdua—termasuk di luar rumah—membuat penonton cewek di sebelah saya menggerutu, “Ih, jijik, deh.” Tak tahu Anda.

Film ini memang tak pernah diniatkan jadi horor serius. Ia hanya akan jadi film kesekian yang meneruskan kelangsungan genre horor-mesum yang kerap dikecam karena dianggap tak mendidik itu. Tapi apa hendak dikata, kebanyakan produser film kita bisanya baru bikin film begini. Sutradara yang semula membuat film idealis dan bermutu pun, bisa juga ikut arus membuat film ala kadarnya. Amat disayangkan, memang. Tapi inilah wajah film kita. Mau apa lagi.

(ade/ade)

{JaThumbnail off}