"Bukan Salah Takdir", Gadis Perawan Mendadak Hamil (Kok Mirip "Anugerah"?)

bukansalahtakdir1
TABLOIDBINTANG.COM -

MULAI pagi ini, Senin 10 September, pukul 10.00 WIB Indosiar menayangkan sinetron berjudul Bukan Salah Takdir.

Jika Anda pernah melihat promonya yang gencar selama 2 minggu terakhir, mungkin bisa menangkap garis besar ceritanya: seorang gadis tiba-tiba mengandung tanpa pernah melakukan hubungan seks. Lho, kok ceritanya mirip
sinetron Anugerah (RCTI) yang dibintangi Nabila Syakieb dan Samuel Zylgwyn, ya?

Bukan Salah Takdir dibuka dengan adegan Irama alias Ira (Poppy Bunga) yang sedang mengemudi bus yang dipasangi bom. Beruntung ada seorang pria (penulis tak terlalu jelas nama karakternya, yang pasti diperankan Affandy) yang dengan gagah berani melepas dinamit yang terpasang di bus dan membuangnya ke tepi jalan. Perkenalan ini memunculkan cinta pada pandangan pertama di hati pria itu.

Ira tinggal bersama ayah kandungnya yang berusia 60 tahun dan sakit-sakitan (Billy Budjanger), ibu tiri (Errina GD), dan adik tiri bernama Natasya (Claudia). Sang ibu tiri kerap merayu Ira agar mau dinikahi pria tua yang kaya raya, tapi Ira selalu berhasil berkelit.

Cerita beralih ke pasangan Andi (Guntara Hidayat) dan Nessa (Anindika Widya) yang tak kunjung dikaruniai anak. Wina (Anastasya Novie), ibundaAndi sudah tak sabar menantikan cucu. Apalagi Bunda (Sally Marcellina), orang pintar kepercayaan mereka meramalkan jika tahun ini Nessa tidak hamil, maka akan perlu waktu bertahun-tahun lagi untuk mengandung. Andi ini adalah kakak dari pria yang menyelamatkan Ira di awal.

Nessa diancam Wina. Jika Nessa tak segera hamil, Andi akan dinikahkan dengan perempuan lain. Ketakutan, Nessa melapor pada ibunya (Helsy Herlinda). Ibu Nessa yang mengincar harta besannya, tak mau Nessa dicerai. Ia lalu berencana mencari ibu pengganti, untuk mengandung benih Andi.

Ibunda Nessa meminta Linda (Fitri Ayu Maresa), keponakannya, untuk menjadi ibu pengganti dengan bayaran 2 miliar Rupiah. Linda bersedia. Semua tanpa sepengetahuan Andi. Nessa diam-diam mengambil sperma Andi dan diberikan
pada ibunya untuk dibawa ke rumah sakit.

Di sini ceritanya mulai mengalami modifikasi dari Anugerah. Ada karakter pria (diperankan Choky Andriano) yang memata-matai gerak-gerik Nessa dan ibunya. Mengetahui rencana inseminasi itu, anak buah pria ini menukar
sperma Andi dengan sperma orang lain.

Anak buah pria ini lantas membius Ira yang sedang naik angkot. Ira dibawa ke gedung kosong, dan dibuahi benih Andi tanpa sepengetahuannya. Saat bangun, Ira sudah dikembalikan ke dalam angkot sehingga Ira hanya merasa
ketiduran. Belum diketahui apa motif pria ini merusak rencana Nessa dan ibunya.

Barulah setelah itu Ira merasa ada yang tidak beres pada dirinya. Saat bangun tidur, gadis yang bekerja di perusahaan milik Andi ini kerap merasa pusing dan mual. Sementara Nessa mulai menjalankan perintah ibunya untuk
berpura-pura hamil di hadapan Wina.

**

Cukup mengejutkan Indosiar menayangkan sinetron baru di slot daytime. Biasanya, sinetron baru ditayangkan primetime. Bukan hal baru sebenarnya. Di era 1990-an, RCTI pernah menayangkan Impian Pengantin, Villa Berdarah,
dan Misteri Sinden pukul 13.00 WIB. TPI juga sempat memutar Balada Dangdut, Pariban dari Bandung, Jejak Sinden, dan Rembulan yang Terenggut di pagi hari. Judul-judul ini mencuri perhatian pada zamannya.

Tahun 2008, TPI mengisi slot pukul 13.00 WIB dengan stripping Gadis Pemimpi yang dibintangi Zee Zee Shahab dan Duran Valentino. Tapi nyaris tak ada gaungnya dan tak bertahan lama.

Masuk akal jika Indosiar berani menayangkan sinetron baru bukan pada primetime. Sebelum Ramadhan, Indosiar sempat mererun mini seri musikal Kugapai Cintamu yang dibintangi Temmy Rahadi dan Imel.  Secara mengejutkan, ratingnya cukup tinggi. Meski rerun dan tayang pagi, sinetron produksi Gentabuana ini sempat masuk 20 besar, share-nya pun mendominasi, di atas 20 besar. Apakah Bukan Salah Takdir bisa mengulang sukses Kugapai Cintamu?
Kita nantikan saja.

Yang lebih menarik untuk dibahas sebenarnya alur cerita yang mirip dengan sinetron Anugerah. Kalau tema yang diangkat tentang anak ditukar atau percintaan beda kasta, sudah umum. Tapi tema perawan hamil, terbilang jarang. Sehingga sulit untuk tidak membandingkan dengan sinetron lain bertema sama.

Well, sebelum Anugerah, ada sinetron Soraya Intercine Films berjudul Nurjannah (Indosiar) yang mengangkat tema mirip. Sayang sinetron yang dibintangi Shandy Aulia, Anjasmara, dan Sahrul Gunawan ini bertahan tak sampai sebulan.

Jadi, pelopornya Nurjannah? Tidak juga. Tahun 2006, SCTV menayangkan telenovela produksi Kolombia berjudul Juana La Virgen (Juana Si Perawan). Juana, sang karakter utama, hendak memeriksakan diri ke rumah sakit karena tak enak badan. Sayang berkasnya tertukar dengan wanita calon ibu pengganti. Alhasil, gadis ini hamil tanpa berhubungan seks.

Bisa jadi baik Nurjannah dan Anugerah terinspirasi telenovela ini. Namun Anugerah lebih kreatif. Ia memadukan ide Juana La Virgen dengan Loving You a Thousand Times. Judul terakhir merupakan serial Korea yang berkisah tentang pasangan yang tak bisa punya anak, ibu si istri merancang inseminasi tanpa sepengetahuan suami putrinya, dan si ibu pengganti kelak berpacaran dengan adik suami putrinya.

Nah perpaduan Juana La Virgen - Loving You a Thousand Times ini yang kembali dipakai Bukan Salah Takdir. Bedanya, terlihat jelas sinetron berdurasi 2 jam ini menyasar segmen CD. Ilustrasi musik dangdut menghiasi  epanjang tayangan. Di episode perdana, setidaknya ada 3 klip dangdut yang diselipkan saat karakter sedang jatuh cinta, dan sedang sedih.

Sebenarnya cukup riskan mengangkat tema seperti ini. Kok bisa prosedur inseminasi dibuat mainan? Apakah tidak melecehkan dokter dan rumah sakit? Lalu masa, sih, prosesnya segampang itu, sampai bisa dilakukan di gedung
kosong?

Ah, sudahlah. Yang penting penonton senang, episode pun panjang. Kita lihat saja apakah Bukan Salah Takdir bisa sukses dan menjadi trendsetter bangkitnya sinetron daytime di tanah air.

Bukan Salah Takdir tayang setiap Senin-Jumat pukul 10.00 WIB.

(ray/yb)