"The Voice" vs "The X Factor": Dua Ajang Pencarian Bakat Bersaing di 2013

the-voice-x-factor
The Voice & The X Factor (Dok.Ist)
TABLOIDBINTANG.COM -

Pertelevisian nasional tahun 2013 akan dibuka dengan dua program pencarian bakat terbaru, The Voice Indonesia dan The X Factor Indonesia.

Sama-sama adaptasi dari program yang lebih dulu sukses di luar negeri dan sama-sama mencari bakat di bidang olah vokal atau menyanyi. Bedanya, yang satu murni mengutamakan kualitas suara, satunya mempertimbangkan faktor X dari penampilan kontestan. Judul yang pertama tayang di Indosiar. Judul yang kedua tayang di RCTI.

Well, bukan untuk dipilih mana yang terbaik juga. Masing-masing punya daya tarik tersendiri. Walau sejatinya, The Voice memang hadir sebagai kompetitor dari The X Factor. “Dibuat sebagai tandingan (The X Factor), sebuah alternatif dari sesuatu (ajang pencarian bakat) yang belakangan cenderung stereotip menjual 'drama',” buka Indra Yudhistira, Deputi Direktur Program dan Produksi Indosiar, melalui sambungan telepon, Rabu (19/12).

Mengapa dikatakan alternatif, tidak lain karena The X Factor identik dengan Simon Cowell yang tersohor dengan gaya menjurinya yang nyeleneh -- yang kemudian seolah menjadi standar baku gaya penjurian ajang pencarian bakat. “Kalau The Voice hasil kreasi John de Mol (asal Belanda). Dia (seperti) mengembalikan kompetisi menyanyi ke akarnya, murni menilai berdasarkan kualitas vokal,” Indra yang pernah bekerja di RCTI dan Kompas TV, memberi penegasan.

Jadi jangan heran ketika barisan juri terpilih untuk The Voice Indonesia -- antara lain Glenn Fredly, Sherina, Armand Maulana, dan Giring “Nidji” -- terkesan “baik-baik” semua. Istilahnya, tidak ada yang nyeleneh. Tidak ada yang kontroversial atau sensasional. Indra memastikan bukan karena pilihan yang salah, tapi memang demikian adanya juri yang memenuhi standar The Voice.

“Di sini kami tidak menonjolkan juri yang 'mencela' kontestan,” ujar Indra. “Para juri di sini akan menyampaikan komentar-komentar secara positif atau kritik membangun,” sambungnya.  

Mengingat penjaringan peserta audisi The Voice Indonesia yang sejak awal sudah selektif, sepertinya “bahan celaannya” juga memang tidak ada. Pihak Indosiar dan Talpa-lah yang secara aktif mendatangi tempat-tempat yang diduga menyimpan bakat-bakat istimewa di bidang menyanyi.

“Audisinya tertutup di 5 kota besar. Kami datangi komunitas menyanyi atau orang-orang yang direkomendasikan dari mulut ke mulut. Ada juga yang mengetahui ini via online dan mereka mengirimkan contoh suara. Dari sini terjaring juga peserta yang berasal dari Ambon atau Kalimantan, daerah yang tidak biasa terjaring,” beri tahu Indra.
“Karena sudah pengalaman, audisi yang digelar terbuka, sekitar 80 persen yang datang, sebetulnya tidak bisa menyanyi,” imbuhnya.

Namun, tidak dipungkiri, Indonesian Idol, “saudaranya” The X Factor Indonesia yang nyata (dan terang-terangan) menjual 'drama' di dalamnya, disukai penonton dan menjadi tayangan nomor satu sepanjang penayangannya -- rata-rata share setiap episodenya lebih dari 50 persen. Belum ditambah “juri bintang Idol” Ahmad Dhani, yang di The X Factor dipercaya menjadi juri lagi bersama rekan-rekan yang juga istimewa, seperti Bebi Romeo, Rossa, dan Anggun! Ya, Anggun. Juri yang istimewa.

“Ini The X Factor (yang terkenal) dan terutama ini di Indonesia. Saya bersedia,” kata Anggun tentang kesediaannya menjadi salah satu juri.

Fabian Dharmawan, Produser Eksekutif RCTI, pun tidak ketinggalan memberikan janjinya bahwa ini sesuatu yang berbeda, tidak akan sekadar meniru rumusan Indonesian Idol. “Membuat talent search itu kan sebuah art. Membuat Indonesian Idol sebuah art. Membuat X Factor juga sebuah art. Dan itu dua art yang berbeda. Tidak hanya akan mengganti logo, tapi acaranya sama,” yakin Fabian di sesi konferensi pers The X Factor Indonesia di kantor RCTI, Rabu (19/12).  

“Dan di sini saya sangat passionate banget. Jadi orang (saat menonton The X Factor Indonesia) tidak akan mengingat Indonesian Idol, tapi, oh, ini dia The X Factor,” tambahnya.

Lantas bagaimana dengan The Voice Indonesia sebagai tontonan? “Babak Blind Auditions akan menjadi sesuatu yang baru,” janji Indra. Saat kontestan menyanyi, juri akan duduk membelakangi. Mereka akan mendengarkan saksama hanya vokal si kontestan, tanpa melihat fisik sama sekali. Lalu akan ada raut terkejut yang unik dari para juri saat mengetahui, si empunya suara tidak seperti yang dibayangkan sebelumnya berdasarkan jenis suara.

“Misal suaranya (terdengar) tenor, tahu-tahu orangnya cupu. Itu akan menarik ditonton,” pungkasnya yang belum memberitahukan tanggal pasti penayangan perdana The Voice Indonesia di awal tahun 2013. Sementara The X Factor Indonesia mencuri start dengan menayangkan babak audisinya 28 Desember besok. Seru, nih!

(wida/adm)