"Rectoverso": Warna-warni Cinta Terpendam

recto2
(Foto:Dok.Ist)
TABLOIDBINTANG.COM -

NOVEL Dewi “Dee” Lestari yang laris manis, sedang menjadi favorit produser untuk bahan adaptasi film. Valentine ini, giliran Rectoverso yang divisualkan ke layar bioskop.

Rectoverso terdiri dari lima kisah yang tak berhubungan, namun memiliki tema yang sama: cinta yang tak terucap. Seperti tertulis di tagline-nya. Mendengar “film yang diangkat dari novel Dee” saja sudah cukup menggoda penonton ke bioskop. Apalagi melihat jajaran pemain dan sutradaranya. Sebuah film valentine yang komersial.

recto3

Lima film pendek yang berbeda ditampilkan selang-seling. Bukan satu cerita selesai, lalu berganti ke kisah lainnya.

Malaikat Juga Tahu, karya sutradara Marcella Zalianty, berkisah tentang Abang (Lukman Sardi), pria dewasa penderita autisme. Hanya Bunda (Dewi Irawan), ibunda Abang, yang bisa memahami kegelisahan Abang. Bunda menjadikan rumahnya sebagai tempat kos. Abang jatuh cinta pada Leia (Prisia Nasution), perempuan yang kos di sana. Tapi begitu Han (Marcel Domits), adik Abang pulang, Leia lebih akrab dengan pria tampan itu.

recto1

Rachel Maryam menunjukkan kebolehannya menjadi sutradara di segmen Firasat. Senja (Asmirandah), mendapat firasat setiap ada orang terdekatnya hendak meninggal, termasuk ayah dan adiknya. Senja bergabung dengan Klub Firasat yang dikelola Panca (Dwi Sasono), yang diam-diam dikagumi dan mengagumi Senja. Suatu hari Senja kembali mendapat firasat tak enak, saat Panca hendak pergi ke luar pulau.

Cicak di Dinding yang diarahkan Cathy Sharon, memotret hubungan unik Taja (Yama Carlos), pelukis lugu yang bertemu Sarah (Sophia Latjuba), perempuan yang lebih berpengalaman, yang membuat Taja jatuh cinta.

Dalam Curhat Buat Sahabat, arahan Olga Lidya, ada Acha Septriasa yang berperan apik sebagai Amanda. Perempuan bersahaja ini punya teman dekat bernama Reggie (Indra Birowo). Masalah apapun, termasuk kisah asmaranya, selalu diceritakan Amanda pada Reggie. Reggie mendengarkan dengan senang hati. Namun apakah Reggie hanya menganggap Amanda sebagai teman?

Rectoverso ditutup dengan Hanya Isyarat, besutan Happy Salma. Tentang backpacker wanita Al (Amanda Soekasah) yang kopi darat dengan teman-teman milisnya di sebuah pantai. Ia berkenalan dengan Raga, Tano, Dali, dan Bayu. Namun hanya Raga yang tak pernah lepas dari pandangan mata Al.
**
Selain packaging yang komersial, Rectoverso juga well-made movie. Pemilihan pemain pas dengan karakter yang diperankan. Sebagai kompilasi lima film pendek yang disutradarai lima orang berbeda, dari segi gambar tidak ada perbedaan yang mencolok. Kecuali dalam beberapa adegan kelam dan puitis segmen Cicak di Dinding.

Sebagai penonton yang tak membaca novelnya, twist yang memikat justru pada segmen Firasat dan Cicak di Dinding. Penyelesaian yang 'singkat' pada dua segmen ini malah meninggalkan kesan.

Gambar-gambar indah yang ditampilkan Hanya Isyarat, menyisakan sejuta pertanyaan. Karena segmen ini minim konflik.

Sementara untuk scene stealer, duh, adegan Acha menitikkan airmata dalam Curhat Buat Sahabat, ciamik banget. Padahal cerita ini bisa dibilang ringan dibandingkan segmen lain, namun tak kalah memukau berkat Acha.

Saya tak menghitung pasti durasi masing-masing segmen, namun Malaikat Juga Tahu terasa lebih dominan. Segmen ini juga dipasang sebagai penutup keseluruhan film. Terlepas ekspresi dan penghayatan Dewi Irawan yang dua kali membuat saya menitikkan airmata, cerita film ini sudah pernah diangkat di video klip lagu berjudul sama, yang menampilkan Lukman Sardi memerankan karakter yang sama. Sehingga saya sudah bisa menebak penyelesaiannya.

(ray/yb)