Operation Wedding: Misi Yuki Kato dan Adipati Dolken Mengejar Restu Bucek

operation-wedding, yuki kato, sylvia fully, bucek depp, kimberly ryder, dahlia poland
TABLOIDBINTANG.COM -

SEBAGAI film pertama di tahun 2013, Starvision menghadirkan Operation Wedding yang bergenre drama komedi.

Bercerita tentang empat bersaudari yang memiliki ayah overprotective. Kardi (Bucek), seorang Laksamana Angkatan Laut yang memilih pensiun demi merawat empat putrinya: si sulung Tara (Sylvia Fully), Lira (Kimberly Ryder), Vera (Dahlia Poland), dan si bungsu sekaligus anak kesayangan, Windi (Yuki Kato).

Ketika putri-putrinya beranjak dewasa, Kardi tetap mengawasi secara ketat. Pergi ke kantor dan kampus, Windi dan kakak-kakaknya diantar-jemput Kardi.

yuki-kato, adipati-dolken, operation-weddingBisa ditebak, saat cewek-cewek ini mulai dekat dengan lawan jenis, Kardi menentang. Windi didekati Rendi (Adipati Dolken), teman sekampus yang ternyata juga teman SD. Windi nyaman dengan Rendi. Namun Kardi merasa belum klop dengan Rendi, dan menakuti-nakuti Rendi dengan kegalakannya.

Kecewa pada sikap ayahnya, Windi baru tahu tiga kakaknya sudah punya pacar, namun sembunyi-bunyi.

Beda dengan pacar ketiga kakaknya, Rendi nekad melamar Kardi. Kaget sekaligus kagum pada mahasiswa kedokteran itu, Kardi merestui sekaligus memberikan syarat cukup sulit: Rendi-Windi boleh menikah setelah tiga kakak Windi menikah.

Duh, repot!

***

Sepanjang film, Operation Wedding karya Monty Tiwa ini berniat mengajak Anda tertawa. Karena lebih kental unsur komedi, romansa Windi-Rendi yang awalnya saling jaim, mulai suka, sampai berencana nikah, ditampilkan sekelebatan.

Belum lagi jatah durasi buat menjelaskan hubungan kakak Windi dengan pacar masing-masing. Sisi positifnya, karena banyak karakter yang hendak diekspos, Operation Wedding hampir tak memiliki adegan yang membosankan.

"Dikeroyok" artis muda, pesona Bucek tidak lantas tumbang. Gayanya menjadi ayah yang keras, berhasil membuat kesal sekaligus "merinding".

Sosok Kardi yang tegas dan galak, diimbangi dengan tingkah konyol putri-putrinya. Contohnya, adegan cewek-cewek ini menyelinapkan pacar mereka ke dalam rumah ketika sang ayah sibuk menonton bola.

Dahlia Polan, pemeran Vera yang diceritakan gagap, berulang kali berhasil memancing tawa. Dahlia (pernah main sinetron Putih Abu-abu 1) yang terbilang baru, mampu mengimbangi 'saudari-saudari'nya yang sudah memiliki jam terbang tinggi di film dan sinetron.

Penulis skenario Raymond Lee, Verawati Yunidar, dan Chairul Rijal, tak terjebak pada konflik mantu-anak minta restu. Bosan, dong, kalau 90 menit lebih diisi persoalan itu melulu.

Di tengah film, muncul konflik lain yang menimpa salah satu kakak Windi, dan berdampak pada hubungan Windi-Rendi. Surprise yang sedikit "sinetron" tapi bolehlah menjaga mood penonton sampai akhir film.

Images Credit: dok. Starvision

(ray/ade)