Menilai Gaya Juri-juri X Factor Indonesia (Siapa yang Anda Suka?)

juri x factor indonesia
Juri X Factor Indonesia (Foto:Dok.RCTI)
TABLOIDBINTANG.COM -

PADA awal bergulirnya acara X Factor Indonesia (XFI), banyak rekan bertanya pada saya: "Apa bedanya juri acara ini dengan Indonesian Idol?"

Maklum, tak cuma keterlibatan Ahmad Dhani, Rossa yang notabene juri tamu di Indonesian Idol pun berada dalam barisan bersama Dhani. Kehadiran Bebi Romeo yang awam untuk penonton fanatik acara seperti ini, plus absennya Anggun selama audisi, menambah daftar panjang pertanyaan.

Tapi begitu data statistik keluar, dimana rating dan share XFI konsisten berada di posisi 3 besar, plus kontestan yang terpilih cukup menjanjikan, barulah orang menyimak dengan serius.Kritikan sudah barang tentu tetap ada, tapi pujian yang mengalir jauh lebih banyak. Bakat yang muncul di babak Gala Live Show efektif membungkam para haters, apalagi sharenya pekan ini menembus 33 persen.

Lalu apa faktor yang membuat acara ini disuka? Ya, selain promosi dan konsep yang ditawarkan penyelenggara, harus diakui chemistry yang terpendar dari keempat juri cukup membetot perhatian. Para juri meski tidak sangat ekspresif dan berkata-kata ekstrem, banyak membuat komentar-komentar kocak, dan saling berbalas. Dhani dan Bebi bisa membuat penonton tertawa karena mendeklarasikan diri mereka dengan sebutan "Kak Dhani" dan "Papa Bebi."

Dan cara mereka saling bertukar obrolan tentang sejarah musik dan saling ledek soal harga jual-beli lagu yang kelewat murah, membuktikan pertemanan mereka berada dalam kategori "sangat baik."

"Celana kamu jelek, minta beliin sama papa Bebi," ledek Dhani ketika menjuri Agus Hafiludin. Bebi pun membalas, "Kalian cantik, apa Kak Dhani yang mendandani kalian," balas Bebi ketika menjuri Dalagita. Hehehe.

Anggun dan Rossa rupanya terbawa suasana dan cepat beradaptasi. Rossa sejak dulu memperlihatkan kenyamanan dengan Dhani dan leluasa memuji, mencela, bahkan memukul ayah Al,El, dan Dul itu. Anggun juga lumayan berani dengan menjadikan Dhani 'musuh' dan bertukar bahasa jawa dengannya. Bebi dan Anggun, bersekutu dalam beberapa hal.

Berikut cara menjuri yang diperlihatkan keempat juri XFI.

AHMAD DHANI ,x factor

Ahmad Dhani.
Sejak dulu mengadang-gadang dirinya adalah pencetak rating, dan sekarang kembali membuat terobosoan lewat acara ini. Kesan angkernya sebagai kreator musik rock nomor satu, kontan luntur. Dhani memperlihatkan keterlibatan penuh. Kalau di Indonesian Idol ada Anang Hermansyah yang mengetuai penjurian,dan Dhani terlihat seperti masih meraba-raba. Di Sini Dhani bebas bereksplorasi. Dia menguji pengetahuan musik kontestan, menyarankan, bahkan memilihkan lagu yang pas. Dia juga membentuk Nu Dimension dan Ilusia Girl. Memang disebut mengekor Simon Cowel, yang membentuk grup sejenis di acara induknya di Inggris. Tapi namanya juga acara franchise, semua sah-sah saja. Yang mengejutkkan Dhani tak ragu menyelediki referensi dengaran Fatin dan Mikha Angelo. Pertanda dia pencari bakat sejati yang "memuja" bakat musik anak Indonesia.Ya, maklum juga Dhani kan juga seorang ayah yang pastinya tengah mencari pola asuh dan mendidik anaknya menjadi "seseorang". Naluri kebapakannya terpancar kuat di sini, hehe. Penilaian lebay?Mungkin, tapi semua orang bebas berpendapat kalau memang tidak suka.

ROSSA ,x factor

Rossa.
Banyak dibilang terlalu "tumpul", terlalu banyak tertawa, terlalu mudah menangis, terlalu gampang kasihan. Tapi kalau dibilang Rossa tak berkontribusi, jelas tidak juga. Rossa lah faktor yang melumerkan kesan kaku meja juri di awal audisi. Rossa tampak santai menghadapi kontestan berbagai usia. Ya, predikat sebagai penyanyi anti fals, membuat Rossa juga bisa dengan mudah meninjau keterampilan kontestan. Apakah Rossa salah saat memutuskan memilih Ilusia Girl dibanding Dicky. Well, itulah permainan. Ini kompetisi yang memang tidak bisa mengakomodasi kemauan penonton. Toh, Rossa berhak bersuara. Semua yang dia lakulan sudah sesuai format yang ada. Jadi berlebihan juga rasanya meminta Rossa meninggalkan acara ini.

ANGGUN,x factor

Anggun.
Reputasi Internasional yang dibawanya so far dapat dipertanggung jawabkan dengan baik. Meski awalnya, Anggun terkesan menilai dengan hati-hati, tapi belakangan ia mulai berani berekspresi. Anggun berani mengkritik Fatin dan Yohana, dia juga membela habis-habisan Gede Bagus yang dimentorinya. Oh, Anggun memadukan penjurian lewat rasa internasional lewat musik dan pandangannya tentang fashion yang dikenakan peserta. Pengalamannya sebagai diva internasional diperlihatkan dengan memberi sentuhan aransemen baru. Tapi Anggun juga membumi dengan bahasa Indonesia yang baik, dan kadang berbahasa jawa. Anggun tak ragu mendekatkan diri dengan anak didiknya dan menulari mereka dengan aransemen musiknya yang sangat keren.Dia juga dengan berani "menantang" Dhani untuk menciptakan aransemen baru untuk anak didiknya.

BEBI ROMEO,x factor

Bebi Romeo.
Tak banyak cakap, dan baru membuat orang ngeh bahwa keberadaannya di XFI karena dia merupakan produser bertangan dingin. Sejumlah lagu Afgan lahir dari daya ciptanya. Bebi kadang membuat celetukan-celetukan yang bertentangan dengan Ahmad Dhani. Bebi juga berani menghidupkan acara dengan memberi sensasi kecil semisal memberi lagu gratis kepada Anggun.Bebi juga ternyata bisa melucu terutama saat bilang."PBSK: Papa Bangga Sama Kamu!" Atau "Salam buat mama di rumah!" Ya, kalau ditambah tak ragu dalam memberi kritikan pasti Bebi akan makin terdongrak dan disukai.

So far, chemistry juri cukup menjanjikan. Tapi bukan berarti tak ada cacat. Sudah saatnya juri memberik kritik lebih tajam kepada peserta yang memang tak tampil dalam performa yang baik. Apalagi dengan kompetisi yang terbilang ketat, akan dengan mudah melihat peserta yang tampil di bawah rata-rata.

Bagaimanapun penonton bisa mendengar dan bisa menilai. Kejadian terhadap Dicky bisa jadi karena penonton merasa juri tidak memberi suara sesuai porsinya.

Ya, kita lihat saja pekan-pekan mendatang. Juri boleh menilai kontestan, tapi penontonlah yang menilai juri. Impas lah!

(hari/ade)