X Factor Indonesia: Masyarakat Belum Siap dengan "Faktor X"?

X Factor Indonesia
(Foto: Seno/BI)
TABLOIDBINTANG.COM -

TENTU kita masih ingat momen bagaimana Dicky Adam menjadi kontestan pertama yang tersingkir dari Gala Show X Factor Indonesia.

Berselang beberapa saat setelah Rossa mengambil sikap memihak Ilusia Girls, asuhan Ahmad Dhani, sehingga voting mengalami deadlock dan keputusan dikembalikan lagi pada perolehan polling -- akun Twitternya menjadi sasaran tembak mereka yang tidak terima Dicky Adam keluar.

"Seharusnya", Rossa memilih Dicky Adam yang jelas-jelas lebih menunjukkan performa terbaik dibanding Ilusia Girls. "Seharusnya", Rossa lebih memilih Dicky Adam yang jelas-jelas memiliki "faktor X" ketimbang Ilusia Girls yang "pasaran" atau sudah umum ada di mana-mana. Salahkah Rossa?

Jika dikembalikan pada adanya persaingan antara juri dan masing-masing dari mereka menginginkan anak-anak asuhan yang melenggang hingga babak final, apa yang dilakukan Rossa logis. Tentu dia akan menyingkirkan pesaing kuat untuk melindungi kontestan yang dimentorinya. Ahmad Dhani saja berkali-kali, walau dalam nada canda, tidak mau memberi kritik -- kecuali hanya menilai -- kontestan yang dimentori rekan-rekannya, karena khawatir malah akan membuat mereka semakin bagus dan semakin menjadi ancaman bagi kontestan asuhannya sendiri.

Maka satu-satunya perlindungan bagi kontestan unggulan atau favorit adalah dengan tidak membiarkannya masuk sebagai dua terbawah pada perolehan polling SMS. Lantas mengapa Dicky Adam yang dianggap dan memang paling menunjukkan "faktor X" justru mendapatkan polling SMS terendah?

Tanyakan kembali kepada masyarakat pemirsa X Factor Indonesia (kebanyakan dan yang aktif memberikan dukungan SMS), sudah siapkah mendukung mereka yang benar-benar memiliki faktor X atau justru masih terpesona dengan kontestan yang bertipe idola -- vokal tidak macam-macam, penampilan cantik dan ganteng, serta "normal"? Kalau demikian adanya, tidak aneh Fatin yang unik pun akan cepat tersingkir.

(wida/adm)