Saving General Yang: Misi Vic Chou dan Wu Chun Selamatkan Ayah

Saving-General-Yang-2013-Chinese-Movie1
TABLOIDBINTANG.COM -

APA jadinya jika aktor imut yang kerap membintangi drama seri romantis bermain dalam film layar lebar kolosal?

 

Sejak proses syuting berlangsung, Saving General Yang (SGY) banyak diberitakan media hiburan Mandarin.

 

Selain merupakan adaptasi bebas cerita legendaris dari sejarah China, SGY bertabur aktor populer.

Ekin Cheng dan Raymond Lam dari Hong Kong, juga Vic Chou dan Wu Chun yang populer di Taiwan. Dua nama terakhir ini, naik daun berkat boyband (Vic dari F4, dan Wu Chun mantan anggota Fahrenheit) dan sejumlah drama seri TV.

SGY mengambil latar masa pemerintahan Dinasti Song di China, pada tahun 960-1127. Jenderal Yang (Adam Cheng), telah menjadi jenderal senior yang setia melindungi kekaisaran Song dari serangan musuh.

Jenderal Yang punya tujuh anak laki-laki; Putra Tertua (Ekin Cheng), Putra Kedua (Yu Bo), Putra Ketiga (Vic Chou), Putra Keempat (Li Chen), Putra Kelima (Raymond Lam), Putra Keenam (Wu Chun), dan Putra Ketujuh (Fu Xinbo).

Putra Keenam jatuh cinta pada Putri Chai (Ady An) dari kerajaan Song. Tapi Jenderal Yang melarang Putra Keenam melanjutkan hubungannya dengan Putri Chai, karena putra Pan Bao, pejabat istana, ingin memperistri Putri Chai. Sampai suatu hari putra Pan Bao tewas, dan Pan Bao menuduh Putra Keenam Jenderal Yang sebagai pembunuhnya.

Kondisi ini dimanfaatkan pihak Pan Bao merayu kaisar Song agar dirinya diangkat menjadi Jenderal Perang, menggantikan posisi Jenderal Yang, yang harus rela turun pangkat menjadi pemimpin pasukan di medan perang melawan pasukan Khitan pimpinan Yelu Yuan (Shao Bing).

Yelu Yuan tak sekadar ingin melumpuhkan Dinasti Song. Ia dendam karena ayahnya dulu dibunuh oleh Jenderal Yang di medan perang. Pasukan Yelu Yuan lantas mengepung Jenderal Yang.

Melihat jumlah pasukan kalah banyak, Pan Bao menyuruh prajuritnya mundur, dan membiarkan Jenderal Yang terjebak dalam kepungan Yelu Yuan.

Tahu Pan Bao meninggalkan suaminya, istri Jenderal Yang, She Taijun (Xu Fan) minta izin pada kaisar untuk mengirim tujuh putranya menyelamatkan Jenderal Yang. Kaisar merestui. Ini sesuai dengan harapan Yelu Yuan, menggiring putra-putra Jenderal Yang menyelamatkan sang ayah, lalu menghabisi mereka sekaligus.

Sementara Taijun cemas, karena putra keenam dan ketujuh belum pernah terjun ke medan perang. Taijun makin khawatir ketika Guru Guigu, peramal sepuh, memberinya surat bertuliskan; “Tujuh Anak Akan Pergi, Enam yang Akan Kembali.”

**

Segala konflik yang ada di SGY disulut oleh dendam. Cerita yang sebenarnya simple. Terlalu banyak karakter, yang sebagian dimainkan artis top, membuat SGY tak sempat mengeksplor watak masing-masing tokoh. Vic Chou saja tak terlalu banyak mendapat dialog, meski sering muncul.

Beruntung adegan perang SGY sedap dipandang mata. Selain adegan laga yang seru, strategi perang yang dipakai anak-anak Jenderal Yang melumpuhkan Yelu Yuan juga cerdas dan penuh kejutan.

SGY disutradarai Ronny Yu, sutradara senior Hong Kong yang sempat berkarya di Hollywood. Di tahun 90-an, ia menggarap (sutradara-produser-penulis) The Bride with White Hair, yang dibintangi Bridgette Lin dan Leslie Cheung. Di Hollywood, ia menyutradarai Bride of Chucky (1998), The 51st State (2001) dan Freddy Vs Jason (2003).

Ronny tak melupakan sisi drama film berdurasi 102 menit ini. Chemistry antara Jenderal Yang, Taijun, dan anak-anaknya juga terlihat meyakinkan sebagai sebuah keluarga. Meski tidak dominan, momen Taijun merindukan suami dan anak-anaknya, berhasil mengaduk-aduk emosi di tengah suasana perang yang tegang dan cukup berdarah-darah.

SGY sebuah film yang digarap dengan baik dan menghibur. Namun mungkin bukan film yang akan dikenang untuk jangka waktu lama.

(ray/gur)